Apa yang salah dan apa yang benar??

February 05, 2010 Qeeya Aulia 0 Comments




Kini mungkin sudah tak ada ceritanya rakyat menerima tanah dari pemerintah. Tapi kini banyak cerita pemerintah berebut tanah dengan warganya. Kini mungkin sudah tidak zamannya rakyat takluk dan tunduk pada pemerintah. Tapi kini mungkin memang zamannya rakyat berlomba-lomba menggurui dan mengomentari pemerintah. Sebenarnya siapa yang salah dan yang benar? Mungkin sudah tidak bisa terungkap dan terjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Tak ada arti dan gunanya lagi surat-surat dan bukti-bukti. Apa yang salah dari pemakaian tanah untuk sektor pertanian dan perkembangan ekonomi kerakyatan kecuali dari hak miliknya? Apa yang benar dengan izin-izin pembangunan klub-klub malam tanpa pengecualian atas segala hal yang berkaitan dengannya???????

Apa yang salah dari penuntutan dilakukannya reboisasi yang gencar dilakukan oleh para aktivis? Apa yang salah dengan penuntutan hak ganti rugi korban lumpur lapindo yang cenderung lambat dalam prosesnya? Apa yang salah dari hukuman mati para pembunuh dan para penjahat kelas kakap yang mayoritas selalu mendapat keringanan hukuman? Apa yang salah dari penegakan hukum yang saat ini jarang sekali terjadi? Apa yang salah dari orang-orang yang tetap lurus dan tidak mau terkecoh oleh nikmat dunia yang kebanyakan menyesatkan? Apa yang salah dari pelarangan pembangunan tempat-tempat maksiat? Apa yang salah dari penolakan pembukaan kerja sama Indonesia dengan China yang telah tega terus menerus berusaha melumpuhkan ekonomi bangsa kita yang mulai membaik? Apa yang salah dari pembatasan ekspor barang-barang mentah kepada pihak asing dengan harga murah? Apa yang salah jika diadakan pemeriksaan kekayaan masal para pejabat dan para konglomerat? Apa yang salah jika upah para pejabat diturunkan dan dana tersebut disalurkkan untuk pembangunan beberapa sarana dan prasarana daerah-daerah di Indonesia yang lebih membutuhkan? 

Apa yang benar dari jual beli hukum dengan uang yang tidak seberapa? Apa yang benar jika keadilan tidak menjadi harga mati hukum di negara ini? Apa yang benar dari semua uang tip penyelewengan berbagai hal? Apa yang benar adanya pembebasan penjahat-penjahat pengecut yang mengandalkan uang? Apa yang benar dari para pejabat yang bersikukuh ingin menetap pada jabatannya hingga ia tiada, karena limpahan uang yang kebanyakan tidak diketahui darimana datangnya? Apa yang benar dengan polisi yang akhir-akhir ini kebanyakan berada dan membela pihak-pihak yang salah? Apa yang benar dari pertukaran budaya yang lebih banyak memberikan pelajaran "kerusakan" pada generasi muda bangsa ini yang mayoritas rapuh dalam berbagai aspek kehidupan? Apa yang benar jika segala yang salah selalu dicarikan alasan untuk menjadi benar??

Benar dan salah, baik dan buruk, indah dan tidak indah, damai dan kacau, tampaknya kini mulai tidak terlihat perbedaannya. Keserakahan, kelelahan oleh kehidupan, kebejatan kini dianggap biasa dan hanya ada satu kata yang bisa menggambarkan segalanya "mengerikkan" tak ada yang lain. Batasan segalanya bagai angin lalu yang tidak pantas untuk di dengar atau diingat sekalipun. Indonesia yang mendambakan kemerdekaan yang hakiki bagaikan punguk merindukan bulan selama segala kesalahan masih mendominasi dalam berbagai hal. Kita memang hanya manusia biasa yang cenderung melakukan kesalahan, tapi jika kesalahan tersebut selalu berulang terutama dalam waktu dekat, masih pantaskah kita disebut sebagai manusia??? Hanya Tuhan yang tahu apa yang sebenarnya terjadi.




Somewhere, 2 Februari 2010

You Might Also Like

0 komentar: