UNTHINKABLE BEFORE

February 05, 2010 Qeeya Aulia 0 Comments

Semua hal yang ada di dunia ini pasti pernah melewati masa unthinkable before. Contohnya, telephone, hp, internet, lampu, dsb. Dan itu semua tadinya hanya berasal dari angan – angan yang kemudian dirintis menjadi sebuah realita.

Semua hal yang istimewa mungkin tidak mungkin pada awalnya. Kenapa ? karena tidak ada yang terpikir sebelumnya dan berani untuk memulainya. Sama saja ketika kita berfikir Indonesia bisa menegakkan panji- oanji hukum dengan setegak-tegaknya dan seadil-adilnya. Mungkin ini hal yang sangat "tidak mungkin" untuk saat ini. karena masih banyak kedzaliman yang merajalela dan ketidakadilan masih menjadi penguasa sepanjang masa di negara kita. Tapi bisa saja semua terjadi jika kita berusaha untuk membalikkan keadaan.


Apa salahnya jika para koruptor, mafia hukum, pembunuh, dan para pelaku kejahatan berat lain mendapatkan hukuman mati ?? toh itu sudah layak bagi mereka.Itu memang tidak biasa dalam undang-undang negara kita, tapi mungkin sekali jika kita melewati batas biasa dan keluar dari pemikiran yang terus menerus di dalam kotak itu menjadi biasa dan wajar jika mereka melihat tindakan – tindakan mereka juga adalah sesuatu yang wajar.

Jangan tanya kinerja para penguasa hukum jika kita masih mendapatkan para pencuri makanan karena mereka kelaparan dan mereka ingin tetap bertahan hidup dihukum beberapa tahun untuk menebus kesalahan mereka. Sedangkan para PENIKMAT DAN PERAMPOK UANG RAKYAT hanya cukup dipenjara selama 3-5 tahun dan tetap mendapatkan fasilitas layaknya mereka tidak berada di dalam bui untuk menebus kesalahan mereka yang berpuluh kali lipat lebih kejam dan bejat.

Tapi apa mungkin inilah masa unthinkable before dalam alur kehidupan hukum di negara kita ??

Masa dimana uang bisa dan biasa menang untuk segala hal dan segala aspek. Masa dimana jabatan hanya untuk memanipulasi segala hal. Masa dimana kita sebagai rakyat hanya bisa berharap dan berandai-andai saja. Masa dimana kita tidak bisa mempercayai segala hal dan setiap orang untuk memimpin kita dan dijadikan sebagai role model dalam kehidupan kita.

Ironis memang, tapi inilah kenyataannya. Inilah yang terjadi di negara kita tercinta. Entah mencontoh dari siapa, darimana dan sejak kapan. Entah darimana kita harus merubahnya karena segalanya sudah terasa bias bila kita membicarakan kebenaran. Rasanya lebih baik berbuat curang daripada harus mendapatkan hasil yang merugikan dan mengecewakan.

Adakah orang yang mempunyai jawaban atas pertanyaan semua elemen masyarakat tentang kapan kita bisa menenggapi segla hal dengan adil, bijak dan sesuai dengan hukum yang berlaku?

Kita tunggu saja jawabannya. Mungkin saja saya yang akan maju untuk membantu menemukan jawabannya. Karena semua hal berawal dari unthinkable before.

You Might Also Like

0 komentar: