'yang berarti'

March 01, 2010 Qeeya Aulia 0 Comments


Bila kita membicarakan tentang sesuatu yang berarti, bukan hanya dalam lingkupan manusia saja (seseorang), sesuatu, bahkan suatu tempat. Banyak cerita yang berharga dan bermakna dalam, bila kita teringat akan “yang berarti” dalam hidup kita. Bukan hanya kata-kata yang bisa memberikan arti. Perlakuan, benda – benda dan “pengakuan” juga bisa memberikan kita rasa hormat yang lebih terhadap seseorang, bahkan untuk sebagian orang cenderung menimbulkan rasa sayang yang sangat luar biasa.
Seseorang bisa terpuruk dan tak mengenal rasa kemanusiaan antar sesamanya, juga mungkin bisa dikarenakan kurangnya pengakuan dari lingkungan terhadap diri mereka yang menyebabkan mereka menilai diri mereka lebih dari apapun ataupun sebaliknya. Jangan salahkan teman anda ataupun orang – orang yang ada di sekeliling anda, jika dia/mereka membela orang yang jahat dan memang melakukan kesalahan.  Karena mungkin orang tersebut menjadi seseorang “yang berarti” baginya/ bagi mereka.
Jika anda salah satu penggemar serial kartun ninja jepang, pasti sudah tidak asing lagi dengan tokoh bernama “Naruto”. Tapi disini saya tidak sedang membicarakan tokoh utama kartun tersebut.
“Zabuza” dia adalah salah satu ninja jahat dalam cerita tersebut. Dikisahkan bahwa zabuza adalah ninja kejam yang sudah masuk blacklist penjahat atau lebih tepatnya pembunuh berdarah dingin. Baginya membunuh manusia demi mendapatkan uang untuk menyambung hidup adalah pilihannya dan termasuk salah satu cara untuk menunjukkan bahwa dia adalah ninja yang hebat.
“Haku” seorang anak muda bergaris keturunan khusus yang “dikukut” oleh zabuza ketika terjadi pembantaian keluarga bergaris keturunan khusus secara besar-besaran di desa yang Haku tempati. Zabuza yang pada waktu itu membawa Haku bersamanya, hanya memikirkan keuntungan yang akan dia dapatkan dari bergabungnya Haku.
Teman……… keluarga bergaris keturunan khusus (keluarga Haku) ini bisa membuat segel (salah satu cara untuk mengeluarkan jurus) dengan tangan satu, hal yang sepertinya tidak mungkin dilakukan oleh ninja lain yang biasa-biasa saja. Dan mereka juga mempunyai jurus bayangan dalam cermin yang terbuat dari es, jadi mereka bisa mengurung lawannya dengan “penjara” cermin dari es dan mereka bisa masuk kedalam cermin-cermin tersebut dan memantulkan bayangan mereka ke setiap cermin yang ada dengan kekuatan super duper cepat.
Berlawanan dengan Zabuza yang mengurus Haku hanya karena ada maunya, Haku mengikuti Zabuza dengan rasa hormat dan loyalitas yang tinggi karena Zabuza telah mengakui keberadaannya di dunia ini. Dengan kata lain, Haku bersedia berkorban apapun demi Zabuza yang telah “menjaganya” meskipun Haku harus mengorbankan nyawanya. Singkat cerita, itulah yang terjadi. Haku mengorbankan nyawanya demi Zabuza yang notabene adalah orang yang dianggapnya paling berjasa dan berarti dalam kehidupannya.
Agak berbeda dengan cerita non-fiksi dari Amerika. Sebuah penjara untuk para pembunuh, perampok, dsb mengadakan program “Puppy behind the prison” (kalau saya tidak salah ingat). Program ini dimana seluruh penjahat yang  mayoritas sudah tidak memiliki hati nurani lagi tersebut harus melatih anak anjing yang nantinya akan bertugas sebagai anjing perawat korban peperangan. Program ini bertujuan menumbuhkan kembali rasa tanggung jawab dan menghidupkan kembali sinar dalam hati nurani mereka. Ajaib !!! program ini berlangsung SUKSES BESAR !!!
Para narapidana yang tadinya cenderung menutup diri mereka untuk semua hal yang menurut mereka bersebrangan dengan persepsi mereka, sekarang telah berubah. Kau tahu kenapa kawan???? Ya.. benar jika jawabanmu karena anak anjing yang mereka latih.
Anak-anak anjing itu memberi mereka kesempatan untuk membuktikan pada dunia bahwa mereka patut untuk bisa dibanggakan kembali. Anak – anak anjing itu membuat mereka menyadari kesalahan-kesalahan mereka pada korban mereka dulu padahal sebelumnya mereka tidak pernah berfikir demikian. Anak-anak anjing itu mengajarkan mereka kesabaran dan kesenangan dalam saling berbagi satu sama lain. Anak – anak anjing itu mendengarkan mereka dalam kondisi apapun. Dan mungkin, anak – anak anjing tersebut melakukan apa yang tidak manusia lakukan kepada mereka.
How can it be?
Karena anak – anak anjing itu bisa menerima pelatih – pelatih mereka apa adanya. Memang sulit jika manusia melakukan hal tersebut. Apalagi dengan latar belakang mereka masuk ke dalam penjara tersebut. Anak – anak anjing tersebut selalu bersama mereka dalam keadaan apapun. Bahkan mereka mempunyai kandang di bawah ranjang pelatih mereka. oleh karena itu, secara tidak langsung mereka terikat secara emosional dengan begitu kuat. Jadi, sudah tidak aneh lagi jika mereka menganggap teman-teman mereka dan anjing-anjingnya adalah sebuah keluarga yang sama-sama beranjak bangkit dari keterpurukan mental.
“yang berarti” telah terbukti dapat membuat seseorang berubah. Seperti dua cerita di atas. Anda juga pasti pernah mengalami hal yang sama bukan?? Jika tidak ataupun belum, berarti anda kemungkinan besar belum menjadi seseorang yang membuat orang lain merasa berarti.
Tidak setiap saat orang yang bercerita tentang rahasianya kepada kita, kita harus menanggapinya dengan segudang nasehat dan poin-poin ataupun cara-cara untuk mengatasi apa yang ia alami. Tapi berhentilah berkomentar sejenak dan biarkan ia bercerita dan mencurahkan apa yang ada di hatinya hingga ia merasa tenang, kecuali jika ia meminta pendapat anda. Mungkin saja orang yang memberi anda sesuatu yang tidak pernah anda bayangkan sebelumnya hanya karena dia ingin memberi isyarat bahwa anda cukup berarti baginya. Tidak semua tindakan yang berlebihan menurut anda berlebihan untuk orang lain dan tidak semua hal yang cukup menurut anda juga cukup bagi orang lain.  
Pengakuan sangat berarti bagi manusia. Karena motivasi terbesar dalam kehidupan adalah pengakuan atas apa yang telah ia lakukan. Cukup sulit menjadikan diri kita sebagai seseorang “yang berarti” bagi orang lain. Tapi agak sedikit mudah jika kita menjadikan orang lain sebagi seseorang “yang berarti” bagi kita.
Buku belum tentu berarti bagi kita, tapi tidak dengan orang lain. Memiliki orang tua mungkin tidak terlalu hebat bagi kita, tapi tidak dengan anak yatim piatu. Bisa melanjutkan sekolah bisa saja menjadi biasa bagi kita, tapi tidak dengan orang-orang pintar yang tidak mampu melanjutkan sekolahnya. Begitulah seterusnya.
Intinya, jadikanlah segala sesuatu yang ada di sekeliling kita menjadi sesuatu “yang berarti” karena mungkin saja orang lain akan menjadikan hal tersebut sebagai hal “yang berarti” bagi mereka setelah kita menjadikannya sebagai sesuatu “yang berarti” terlebih dahulu. Segala sesuatu bisa menjadi berarti jika kita memilihnya untuk menjadi sebagai sesuatu yang berarti. Bukankah hidup ini hanya sebuah pilihan dan anda yang memilihnya???


Reborn : Qeeya Aulia ^^

You Might Also Like

0 komentar: