HIDUP

June 24, 2010 Qeeya Aulia 0 Comments

Hempt… kata yang disusun dari 5 huruf itu terkadang benar – benar bisa menjadi hal yang sangat membingungkan bagi beberapa orang. Ada yang sampai rela gila untuk menebus semua ketidaktahuannya mengenai kehidupan.

Akupun tak tahu apakah aku menjadi salah seorang dari mereka atau sebaliknya. Hidup terkadang penuh ironi, penuh tekanan, penuh kesenangan yang tak jarang dengan mudahnya berbalik menjadi kesedihan sepanjang masa.

Tekanan kehidupan bisa menjadi pentungan besar terhadap diri kita yang membuatnya menjadi sebuah tekanan. Arti kehidupan terkadang tak sama dengan berbagai artian yang kita sandarkan kepadanya. Lika liku kehidupan pun tak selamanya seperti roda yang terkadang kita diatas dan berbalik menjadi dibawah disuatu saat kemudian.

Untuk apa hidup? Toh akhirnya kita akan mati juga!

Mungkin itulah yang terfikir oleh kebanyakan orang termasuk diriku.

Tak semua sisi kehidupan bisa kita lihat dan mengerti. Mungkin manusia memang dikukung oleh siklus dan proses sebab – akibat yang disebabkan oleh diri kita sendiri dan berakhir pada diri kita sendiri juga. Mungkin bentuknya seperti yang digambarkan Karen Horney dalan lingkaran setannya. Dan kita menjadi salah satu pangkal kejadian dimana kejadian tersebut berawal dan berakhir.

Adanya diri kita di dunia bisa menjadi sebab terjadinya sesuatu bagi orang lain, sedangkan diri kita juga bisa menjadi akibat dari perbuatan orang lain.

Ada sebuah cerita yang saya kutip dari salah satu buku karangan Tere – Liye. Singkatnya sebagai berikut : Ada seorang pengusaha, sebut saja pengusaha X, pengusaha X ingin mengembangkan imperium bisnisnya dengan menggunakan lahan yang sudah dihuni oleh masyarakat selama puluhan tahun. Dengan jahatnya ia membakar lahan tersebut dan membuat kebakaran itu seperti kebakaran yang disengaja. Keluarga Y adalah salah satu keluarga yang tinggal di lahan incaran pengusaha X. Mereka adalah keluarga muda yang bahagia. Mempunyai anak yang baru berumur 2 tahun. Hari eksekusi lahan pun tiba. Hampir seluruh warga lahan tersebut mati terbakar kecuali seorang anak dari keluarga Y yang diselamatkan ibunya dengan bantuan seseorang. Sang anak pun menjadi yatim piatu dan dititipkan di sebuah panti asuhan. (mungkin untuk lebih lengkapnya anda bisa membacanya sendiri).

Secara tidak langsung pengusaha X telah menjadikan anak dari keluarga Y yatim piatu. Meskipun anak tersebut nantinya menjadi seorang pengusaha besar dan juga menjadi kolega terbaiknya.

Tak jarang kehidupan terlihat tidak adil. Tapi bila kita lihat dan mengerti sisi lain kehidupan, maka kita akan mengerti betapa adilnya tuhan dan betapa sempurnanya kehidupan ini.

Tuhan terlihat begitu tega pada seseorang yang selalu ditempa musibah dan cobaan. Padahal sebenarnya itulah cara Tuhan memberikan cara bertahan hidup dan memperbaiki segala kesalahan juga masalah yang mungkin akan menghadangnya di kehidupannya kelak.

Tuhan terlihat begitu tidak adil ketika kita tidak lolos dalam berbagai ujian dan test di setiap ada kesempatan. Tapi dibalik itu semua tuhan telah menyiapkan kita untuk menjadi orang yang lebih baik daripada orang – orang yang dengan mudahnya lolos di berbagai test.

Tuhan itu sangat adil. Kehidupan yang diciptakannya juga sangat adil. Tapi terkadang kita tak mengetahui dimana keadilannya berada. meskipun sebenarnya keadilan itu berkeliaran disekitar kita.

Tuhan tahu apa yang perlu kita ketahui sekarang dan apa yang perlu kita ketahui nanti. Tuhan tahu apa yang baik untuk kita dan apa yang buruk bagi kita. Tuhan tahu kebaikan dan keburukan apa yang kita lakukan untuk diri kita dan orang lain begitupun sebaliknya.

Kita bisa menukarkan banyak hal yang menyakitkan yang dilakukan orang lain dengan sesuatu yang lebih baik, lebih abadi. Rasa sakit yang timbul karena perbuatan aniaya dan menyakitkan itu sementara. Penerimaan tulus dari kejadian menyakitkan itulah yang abadi dan kita bisa memilih untuk menerimanya karena hidup itu hanya sebuah pilihan. Menerima atau menolak. Berbuat baik atau berbuat jahat. Tersenyum atau cemberut. Sedih atau senang. Bersabar atau membalas. Dan berbagai pilihan yang ada di setiap hembusan nafas kita.

Kehidupan kita mempunyai proporsi yang bermacam – macam dalam mewarnai kehidupan orang lain. Banyak atau sedikit. Baik atau buruk. Kita yang menentukannya. Meskipun setiap kadar dasarnya sudah ditentukan oleh Sang Pencipta. Tapi, kita bisa merubahnya dengan kebaikan dan rasa cukup atas segala yang kita dapatkan dari orang lain serta rasa kurang terhadap apa yang diberikan oleh kita untuk orang lain.

Jangan merasa tidak bisa dan mustahil untuk melakukan itu semua, karena kita adalah manusia. Makhluk ciptaan Tuhan yang sangat dibanggakan oleh Nya. Ia tahu kita semua mempunyai potensi dan terlahir dengan membawa kefithrahan yang telah Ia berikan sebagai bekal menjadi manusia yang baik. Dan rasanya tidak ada yang terlahir sebagai orang yang jahat, kecuali jika dirinya sendiri dan orang lain menganggapnya seperti itu. Bukankah banyak sisi kehidupan yang tak bisa dimengerti oleh kita kecuali jika kita mau untuk mengerti dan memandang dari sudut pandang yang berbeda?

Wallahu'alam bishshawaab


 

Qeeya Aulia

You Might Also Like

0 komentar: