MIRIS

June 06, 2010 Qeeya Aulia 0 Comments

Hari ini bukan cuma setetes air mata yang keluar secara spontan dari mata gw, tapi rombongan air mata berebutan keluar dari mata gw yang gampang mewek ini. Semua disebabkan oleh kejadian tadi sore.Tadi sore gw nonton salah satu acara di Trans TV. Disana diceritakan betapa kuat dan ajaibnya para pemburu belerang berkutat di "kantor" mereka yang jauh dari kata WAJAR. Bertahan dengan segala kekurangan dan tetap bersyukur atas segala nikmat ydan rezeki yang diberikan Allah pada mereka setiap harinya. Tapi subhanallah, ternyata rahasia mereka tetap bisa bertahan dalam keadaan yang sangat memprihatinkan adalah kemahabesaran Allah yang membuat organ – organ dalam tubuh mereka lebih kuat daripada organ tubuh kita yang hidup dalam kondisi yang cukup nyaman. Jantung mereka yang bekerja lebih ekstra membuat bentuknya lebih besar dari manusia kebanyakan. Paru – paru mereka sekuat baja menahan bau belerang yang terkadang hanya membuat ingin pingsan. Oleh karena tetap sehat dan mampu bekerja secara normal meski dalam segala keterbatasan.

Acara selesai dengan diiringi decak kagum gw sebagai penonton karena berbagai keajaiban yang terjadi pada setiap detiknya. Tapi rasa kagum itu berganti geram, miris, sedih, benci, aghhhh rasanya sulit dituliskan setelah berganti dengan salah satu acara favorit gw, JOHN PANTAU. Dibuka dengan fakta – fakta anggaran DPR yang sebenarnya tidak terlalu penting (menurut gw, karena masih banyak prioritas lain). Kemudian fakta – fakta tadi dikuatkan oleh wawancara para penghuni gedung Nusantara yang katanya MIRING dan butuh renovasi.

Namanya juga manusia, meskipun berdiri diatas lembaga yang sama tetapi banyak pemikiran mereka yang berbeda menanggapi permasalahan layak tidaknya anggaran 1,8 triliyun rupiah untuk membangun kembali gedung DPR. Ada yang pro juga ada yang kontra. Tapi ada kata – kata yang sangat tidak mengenakkan dari Yang Mulia Ketua DPR RI Marzuki Alie. "1 triliyun itu nothing!!! Tidak ada artinya!!!". Gw memang gak tau gimana ribetnya ngurusin Negara, tapi satu triliyun dianggap nothing???? Elu yang nothing!!!!. Pak Panda Nababan juga menambahkan "Gedung DPR ini modelnya seperti ruko!!!". Gubrak!!!!! Pantesan semua pingin jadi pejabat. Setiap orang bisa bikin istana sendiri – sendiri !!!. Apa kurang jatah laptop dan mobil mewah??? Yah….bapak bapak ibu – ibu kok kalah ya sama mahasiswa, mereka dapet laptop dari kampus juga karena mereka daftar alias bayar, bukan nerima – nerima gitu aja!. Anak – anak SD yang belajar di tenda darurat aja tetep semangat belajar, masa anda yang tempat belajar kehidupannya lebih mewah dibandingkan mereka sudah tak berdaya???

Bapak – bapak para wakil rakyat yang terhormat, pernahkan anda membaca kisah khalifah Ummar bin Khattab??? Rumahnya sama dengan masyarakat pada umumnya. Tidak ada istana, tidak ada mobil mewah dari uang rakyat, tapi kinerjanya tetap optimal kok!!!.

Setuju dengan opini bapak pemulung sampah yang dimintai pendapatnya, "Pembangunan gedung belum tentu meningkatkan kinerja para anggota DPR". Gedung DPR yang katanya hanya bermuatan 800 orang dan kini dihuni 2500 orang ternyata kosongnya sama seperti dihuni 150 orang. Pake gedung yang katanya butut aja udah kosong, apalagi gedung yang bagus??? Ia gak kauand??

Kata adek gw, "Hemm satu triliyun dibeliin cendol, Ciparay banjir kali ya?!". Sindiran sederhana dari rakyat biasa. Kalo gw jadi pengusaha ataupun orang – orang yang diwajibkan bayar pajak buat Negara, gw ogah bayar!!! Mending gw salurin aja langsung ke orang – orang yang membutuhkan. Toh, dibayarin pajak juga akhirnya gak kembali ke rakyat.

Dan perlu diperjelas, bahwa yang bentuknya ruko itu bukan kayak model – modelnya gedung – gedung yang dipake kerja oleh para wakil rakyat yang tak merakyat (gak tau dipake gak tau enggak >.<). Yang ruko itu yaaa bawahnya toko dan atasnya rumah!!! O…jangan – jangan bapak – bapak terhormat belum pernah liat ruko ya?? Ckckckc kasiannya mi..(dengan logat Kendari!)

Gedung ber AC, dengan TV layar datar tak lupa semua ruangan yang belum tentu penuh, layaknya sudah cukup bagus dianggap sebagai kantor. Bocor – bocor dikit gak apa – apa lah..kali – kali merasakan penderitaan rakyat! Lagian di rumahnya khan gak bocor! Iya khan?? Oia hampir kelupaan, jangan asal jamin dunia akherat deh pak…! Bapak yakin bisa menanggung semua resikonya??Apalagi diakhirat…gak ada suap loh pak!!!! Inga…inga…ting!!!

Bapak-bapak ibu-ibu wakil rakyat yang terhormat, memang menjadi pejabat dikelilingi AREA BASAH, tapi apa anda masih ingat misi dan janji anda sebelum terpilih dan duduk disana???Mana janji manismu….Nidji mode : on. Memang perbaikan gedung perlu, tapi bukankah lebih perlu meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa??? 1 triliyun jika dijadikan gedung mungkin bagi anda bukan apa-apa atau tiada artinya, tapi bagi beberapa orang 1000 rupiah yang selisih nol pada nominalnya jauh dari 1 triliyun rupiah itu sangat – sangat berharga!!! Jika anda mempunyai anak ataupun cucu, coba bayangkan hal yang terjadi pada kami terjadi pada anak ataupun cucu anda dan keadaan berbalik, kami yang diatas menggantikan anda, sedangkan anak dan cucu anda dibawah atau pada posisi kami sekarang, apa anda akan menyetujui langkah kami yang memprioritaskan kenyamanan kami bekerja sedangkan anak dan cucu anda kesulitan untuk tetap bertahan hidup???

Gw sempat ngobrolin semua ini sebelumnya, tapi temen gw cuma bilang "Udahlah, ngomongin pemerintah gak akan ada habisnya. Yang penting doain aja semoga mereka sadar (hahaha hopeless ceritanya)". Tapi satu penutup yang bagus dari Bang Ruhut Sitompul "Jadi pejabat negara JANGAN CENGENG!!!". Gw inget kata Pemimpin sekolah gw dulu "Kita harus tetap berkarya dalam segala kekurangan kita. Mental kita jangan kayak mental TEMPE ataupun mental KERUPUK yang hanya bisa mengeluh tanpa mengoptimalkan yang ada".

Ya Allah, kami hanya hamba Mu yang tak bisa mengubah segalanya dengan sekejap mata. Kami hanya hamba Mu yang kini hanya bisa berkomentar saja. Tapi kami mohon, kembalikanlah niat tulus mereka untuk memajukan bangsa kami ini. Tutuplah segala jalan bagi mereka untuk berbuat jauh dari apa yang kami harapkan. Minimalkanlah kekhilafan mereka karena kami tahu mereka hanyalah manusia yang sering khilaf dan lupa.

Ya Rabb, jika kami kurang medukung kemajuan bangsa, tunjukanlah kami jalan yang menurut Mu itu benar dan kami patut mengikutinya. Berikanlah pada para penegak hukum dan pejabat Negara keikhlasan dalam menjalankan tugasnya, sehingga kami pun ikhlas melakukan segala himbauannya.

Wallahu'alam bishshsawaab


 

Qeeya Aulia

You Might Also Like

0 komentar: