Jok Artis??!!

July 18, 2010 Qeeya Aulia 2 Comments

"Rambutan …rambutan…rambutan…."

Teriakan kondektur salah satu bus TASIK-JAKARTA via Kp.Rambutan menghentikan perbincangan kami. Aku dan temanku, Sasa, langsung berdiri menyambut datangnya bus idaman kami itu. Tapi ternyata semua tempat duduknya penuh. Karena terlanjur naik dan malas untuk turun, kami pun terpaksa berdiri. Sang Kondektur ternyata tak tinggal diam. Kami dipaksa naik ke atas agar bisa duduk dan menurutnya itu adalah tempat duduk yang cukup untuk enam orang. Aku heran dengan kondisi jasa transportasi sekarang. Semua bagian dari alat transportasi seperti halnya pohon kelapa. Jika pohon kelapa semua bagiannya bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, tak jauh berbeda dengan alat transportasi yang semua baginnya bisa dijadikan sebagai tempat duduk. Padahal ini bukan musim mudik. Bagaimana jika musim mudik? Jangan – jangan ban mobil juga bisa dijadikan tempat duduk penumpang? Ckckckck. Jangan sampai ini terjadi! Bukankah keselamatan penumpang adalah sesuatu yang penting?

Kembali ke ceritaku. Aku menamai tempat duduk yang kami duduki waktu itu dengan sebutan *jok artis*. Bagaimana tidak, karena hanya tempat duduk kami yang sangat mencolok dan berbeda diantara tempat duduk yang lainnya dan hanya kami beserta orang – orang yang berdiri, yang harus rela membayar sama seperti orang lain yang duduk manis di kursi normal. Satu lagi alasan kenapa aku menamainya jok artis, bukan karena kami yang duduk disana memang mempesona seperti layaknya seorang artis, tapi karena apa yang kami lakukan bisa dilihat oleh orang – orang seisi bus dan kami pun bisa melihat apa yang dilakukan oleh seluruh penumpang bus tersebut. Jadi masuk akal kan bila aku menjulukinya seperti itu?

Bila kau benar – benar tidak bisa membayangkan bagaimana rupa dan bentuk jok artis, baiklah akan kuperjelas. Jok artis itu adalah bagian paling belakang bus yang biasanya dipakai untuk menaruh beberapa barang di dalam bus. Bisa dibilang seperti bagasi kecil. Satu - satunya cara naik dan duduk di tempat tersebut adalah dengan menjadikan tempat duduk normal paling belakang sebagai tumpuan untuk naik dan duduk manis disana. Tempat duduk normal yang aku maksudkan adalah tempat duduk yang terdapat sandaran serta jelas porsi per-orangnya. Tapi jok artis hanya bisa dinikmati dengan duduk bersila atau menyilang dan menekukkan kedua kaki sehingga tampak seperti posisi duduk orang – orang di pengajian mingguan.

Banyak efek yang cukup serius bila kita duduk disana. Kaki bisa mengalami keram selama perjalanan Bandung-Jakarta yang kurang lebih memakan waktu 2-2,5 jam. Selain itu, hati – hati bagi para pengidap penyakit jantung. Saya sarankan jangan pernah duduk I jok artis! karena dengan duduk di jok artis, kamu akan merasakan ketegangan layaknya naik tornado (sebuah wahana di Ancol -bila bus melewati sebuah "GIJLEGAN" begitu orang sunda menamainya-).

Dan bagi anda sekalian yang tidak ingin merasakan tersiksanya duduk di jok artis, sabarlah menunggu bus selanjutnya -bila bus yang anda naiki sudah tidak terdapat tempat duduk yang kosong lagi-, ingatlah bus menuju suatu tempat tidak hanya memiliki satu armada saja. Patient is gold. Begitu para pepatah menghargai sebuah kesabaran.

Disamping itu kami –aku dan Sasa- menghimbau, bagi anda sekalian yang belum pernah merasakan apa yang kami rasakan dan ingin merasakannya. Cobalah naik bus jurusan Tasik – Jakarta via Kp.Rambutan yang berhenti di terminal Cileunyi. Dan bila sudah mencobanya, jangan lupa untuk menceritakan apa saja yang anda alami.

So, bagi orang – orang yang berniat buruk pada penumpang yang lain, kami sarankan jangan melakukan hal tersebut bila ada penumpang yang duduk di jok artis karena mereka bisa berubah menjadi mata – mata kepolisian bila mereka terjaga.

Sekian dari kami, saya Arrizqiya Aulia dan rekan saya Safitri Ramadhini melaporkan.

^_^

Dedicated to :

Sasa, Dian, Neyna my partner in crime ^_^

Semua pecinta bus umum dimanapun anda berada


 

Qeeya Aulia

You Might Also Like

2 komentar: