BUNGA RUMPUT BIASA

November 16, 2011 Qeeya Aulia 4 Comments

Katanya, aku juga sama-sama bunga. Sama seperti mawar yang melambangkan tanda cinta. Sama dengan anggrek yang harumnya tak hilang hingga sebulan lamanya. Sama dengan bunga sepatu yang membuat orang mabuk kepayang karenanya. Aku sama dengan mereka. Hanya satu yang tak sama. mereka kadang lebih tinggi dari rumput hijau yang menghampar. Lebih dianggap anggun dan menyimpan sejuta makna  yang mendalam. Lebih mewah daripada bunga-bunga lainnya. Lebih mewah dibandingkan aku, lebih tepatnya.

Aku tak iri. Sama sekali tak iri. Karena mawar terlalu dipermasalahkan karena duri-duri tajamnya. Anggrek terlalu diburu karena harum dan uniknya. Kecubung terlalu memabukkan dan membuat beberapa manusia "tergila-tergila" karenanya.

Dan aku?

Aku bisa bebas menghirup udara segar. Tanpa takut diburu oleh banyak orang. Tanpa takut dijadikan bunga-bunga perlambangan rasa cinta dan kasih sayang. Tanpa takut menjadi hiasan ruangan. Tanpa takut membuat banyak kerusakan karena memabukkan.



Resiko hidupku hanya mati lalu layu atau mati muda terinjak manusia. Ya, karena aku hanya bunga rumput hijau yang sangat jarang diperhatikan orang. Lihat saja, kebanyakan dari mereka hanya memandang hamparan rumput hijaunya. Bahkan ilalangnya. Dan sangat jarang sekali tahu bahwa ada aku diantara mereka. Ada aku disana, si bunga rumput yang tak ada artinya.

You Might Also Like

4 komentar: