JEMBATAN BAMBU

November 17, 2011 Qeeya Aulia 0 Comments

Hari ini sama seperti kemarin. Aku menyusuri jalanan kampung untuk pergi ke tempatnya para intelek muda belajar, universitas, meskipun mungkin faktanya banyak intelek muda tak datang dari sini. Tak jarang mereka yang ada disana hanya bisa menggosip dan ketawa hahaha hihihi bagai tak ada beban yang dipikul masing-masing pribadi. Hah, sudahlah. Aku tak sedikitpun akan membahas tentang Universitas. 

Di jalanan itu, aku menemukan satu jembatan bambu ditengah banyaknya jembatan beton yang terlihat gagah dan kuat, walau tak jarang, banyak bopeng buruk penunjuk kerusakan sebagian dari mereka (jembatan beton).

Pikiranku mengelana. Seperti biasa, bertanya-tanya.


Mengapa hanya ada satu jembatan bambu?

Aku membayangkan bagaimana berjalan dan berdiri ditengah jembatan bambu. Takut. Aku membayangkan diriku ketakutan karena bunyi dan goncangan-goncangan yang terasa di setiap langkah kakiku. Aku takut tidak dapat berdiri tegak.

Berbeda bila aku bayangkan aku berjalan dan berdiri di tengah-tengah jembatan beton yang ada tak jauh dari jembatan bambu itu. Aku merasa aman, padahal aku tak pernah tahu kapan benda mati bernama jembatan itu akan rapuh dan membawaku jatuh. Tapi setidaknya, aku merasa lebih aman tanpa goncangan disetiap langkahku.

Jembatan bambu, jembatan dimana raga dengan mudahnya terombang ambing dalam sebuah perjalanan. Dimana semangat terseok-seok naik dan turun bak rentetan pelana kuda yang berjajar. Dimana rasa takut menelusup hampir disetiap udara terhirup.

Hidupku hari ini, seperti jembatan bambu. Terlalu takut untuk maju karena pikiran negatif dan kekalahan yang selalu aku bayangkan. Terlalu mudah terbawa arus pasang surutnya emosi yang hampir menguasai. Terlalu terlihat rentan padahal sebenarnya sama mampunya dengan orang lain yang terlihat seperti jembatan beton yang sama-sama tak tahu kapan rubuh dan membuat orang terjatuh.

Aku ingin tetap menjadi jembatan bambu. Tapi bukan jembatan bambu yang merasa rendah karena terkalahkan oleh pesona jembatan beton. Bukan jembatan bambu yang ringkih. Bukan jembatan bambu yang   hanya dinaiki oleh manusia. Jembatan bambuku harus lebih daripada itu! AKU MAMPU KARENA AKU YAKIN DAN TERUS BERUSAHA UNTUK MAMPU!  



You Might Also Like

0 komentar: