:*

December 28, 2011 Qeeya Aulia 3 Comments

Gue gak pernah tahu apa gambar yang bakal muncul dari paduan simbol : dan * sebelumnya. Kecuali setelah hari itu. Hari dimana gue sok-sok-an chatting pakai segala emotion di YM.

Dengan PD dan semangat seperti biasanya menyapa berbagai akun yang masih online, saat itu sekitar jam 7 malam. 

Gue : "Hiiiiiiiiiiiiiii..."
(saat itu gue masih terjangkit virus alay *dan sekarang agak sembuh :P)

Gue : "Sehadh?"
X : ...... (masih sibuk dengan dunianya)

Karena bosan menunggu, akhirnya gue memutuskan untuk BUZZZ! plus kirim emotion. Aktivitas BUZZZ! telah dijalankan. Tapi sial, emotion susah muncul gara-gara jaringan yang memble dan gak kece sama sekali. Menunggu jawaban chat saja sudah seperti menunggu tahun baru di bulan Januari, apalagi nunggu emotion?

Bosan dan rasa tak sabar menyeruak dalam diri. Maka, asal klik emotion pun gue lakukan sepenuh hati. Lo pasti kebayang apa yang gue klik. Ya, judul dari postingan ini. :* alias emotion orang monyong-monyong dengan bibirnya yang merah.

Emotion muncul sekitar 3 menit kemudian. HUEK! gue muntah darah seketika.

Apa maksudnya semua ini? Kenapa yang muncul malah emotion monyong dengan gerakan kecup-kecup yang menjijikkan? Apa salahku Tuhan? Siapa aku? Apakah aku sudah dikutuk di dunia perchatingan??????? Gue bertanya-tanya dengan wajah yang hampir dilepas dari muka *loh?

Hancur kredibilitas gue sebagai orang yang anti genit-genitan saat itu. Dan sialnya,  orang autis yang daritadi gak respon chat dari gue itu muncul seketika sambil terbahak-bahak, BUZZZ! berkali-kali dan tak lupa dengan emotion ngakak guling-guling.

Usaha gue menjelaskan keadaan sebenarnya tak digubris sama sekali. Dia sibuk ngeledekin gue sepanjang  satu jam gue online di YM. Tapi gue bersyukur setengah mati pada Tuhan Yang Maha Kuasa karena kemampuannya untuk sadar kalau gue sama sekali gak maksud ke jurusan arti kecup-kecup atau katakanlah monyong-monyong supaya lebih enak didengar. 

Sumpah, emotion ini mungkin gak pernah bakalan bisa gue lupain. Apalagi dilengkapi cerita termemalukan sepanjang masa cerita dunia per-online-an gue selama ini. Biarlah kecup-kecup atau monyong-monyong jadi emotion saja. Karena rasa malu dan "hina" karenanya tak pernah dihapus usia.

You Might Also Like

3 komentar: