Dauroh Anak Jalanan 2

January 10, 2012 Qeeya Aulia 2 Comments

Mimpi. Mimpiku banyak sekali, mungkin begitu pula dengan mimpi-mimpimu, kawan. Aku ingin menjadi psikolog terkemuka, walaupun aku belum tahu dan belum memutuskan ingin mendalami spesialisasi apa. Aku ingin menjadi penulis, walau baru satu dua naskah yang bisa diterima dan lolos di audisi-audisi cerpen maupun jenis tulisan lainnya. Aku ingin bisa bermain biola, walau untuk menjadi seperti Lindsey Stirling ku tak tahu kapan terwujudnya.

Mimpi itu rasanya bukan kewajiban, tapi hak setiap orang. Tapi tak semua orang punya mimpi. Salah satunya adalah mereka, adik-adik binaan kami yang berkeliaran dan hidup di jalanan kawasan Asia-Afrika dan Pasar Baru.

"Ah, saya gak akan muluk-muluk, Kak. Saya mau dijalan saja sampai besar," ujar salah satu dari mereka.

Miris. Aku berusaha meyakini semua mimpi-mimpiku akan menjadi nyata dan berakhir dengan indah seperti dongeng-dongeng impian lainnya, tapi mereka? Menggoreskan pena untuk menuliskan impian saja mereka enggan. 

Karena itulah kegiatan Dauroh Anak Jalanan 2 kembali diadakan di tanggal 7-8 Januari 2012. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kampus Peduli (K-Ped), komunitas yang menitikberatkan pada kepedulian akan nasib para gelandangan dan anak-anak jalan di daerah Bandung, ini diikuti oleh 65 anak dari Panti Sosial Asuhan Anak Al-Kautsar Lembang dan sekitar 20 anak jalanan dengan rentang usia mulai dari 10 hingga 20 tahun. Dengan tema "Let's Draw The Future" kami berharap sedikit demi sedikit dapat memupuk kembali optimisme mereka untuk meyakini impian terbaik mereka masih mungkin dapat tercapai.

Acara yang menghadirkan Ferry Curtis dan Akh Dito sebagai pengisi acara ini bukan saja memberikan insight pada para peserta, namun juga memberi pencerahan yang sangat berarti bagi 53 orang panitia yang terdiri dari 10 kampus yang ada di Bandung. 

Berbagai permainan dan arahan sebisa mungkin selaras dengan tujuan utama dari kegiatan ini, menumbuhkan rasa syukur pada semua kelebihan dan kekurangan yang mereka (anak panti dan anak jalanan) rasakan ataupun yang mereka punyai, menawarkan kehidupan yang lebih baik untuk para anak jalanan dengan cara  "hijrah" dan tinggal di PSAA AL-Kautsar dan yang lebih utama lagi adalah meyakinkan mereka esok hari mimpi-mimpi dan cita-cita bisa menjadi milik mereka sepenuhnya jika mereka mau berusaha menyusun tangga-tangga untuk mencapai impian tersebut.

Sayang, tak semudah membalikkan telapak tangan. Tak semua adik-adik jalanan yang datang ke acara itu mendapatkan "AHA moment" dan keinginan untuk berubah saat berbagai motivasi yang berusaha disampaikan oleh para pemateri diberikan. Tak sedikit dari mereka yang lebih memilih kabur dan tak mengikuti acara ini sampai akhir. Tak sedikit dari mereka yang kembali memilih ngelem dan mengamen seusai acara ini ditutup. Tak sedikit dari mereka yang mengabaikan harapan-harapan baru ketika ada peluang untuk memilih untuk tinggal di panti sebagai ganti kehidupan jalanan yang sudah terlalu akrab dan merusak.

Tapi, aku secara pribadi lebih dari yakin, semua ini hanya proses semata. Toh, memperbaiki jalan yang rusakpun membutuhkan proses yang panjang, apalagi mengubah skema manusia yang secara langsung menolak proses akomodasi dan asimilasi dalam kognisinya. Kami harus tetap semangat, sabar dan ikhlas untuk berbagi seperti jargon K-Ped selama ini.

"Jalanan itu tidak keras," ujar Ferry Curtis di sela ceritanya dalam kegiatan Dauroh Anak Jalanan 2.

Jalanan memang tidak keras, tapi terlalu membuat adik-adik kami terbuai candu kenikmatan versi mereka, membuat mereka rela mengubur mimpi-mimpi manis yang oleh banyak orang dielu-elukan sepanjang masa, membuat akal sehat mereka tertidur untuk sementara hingga mati dan tak sanggup lagi berkuasa. Ya, jalanan memang tidak keras, tapi mungkin usaha kami untuk menjauhkan mereka dari nilai-nilai kurang baik yang lebih dari keras itu yang masih belum sempurna. 

Walaupun demikian, tak ada yang lebih pantas dipanjatkan selain syukur pada Allah Swt yang telah mengizinkan terselenggaranya acara ini, yang telah memberikan kami semua kekuatan positif yang sangat luar biasa, yang telah menjadikan dua hari itu penuh pengalaman yang tak akan bisa dilupakan sepanjang usia.

Selain itu, kami sangat berterimakasih pada seluruh donatur yang telah rela menyumbangkan sebagian hartanya untuk berlangsungnya acara ini. Terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini walaupun masih penuh dengan kekurangan. Terimakasih kepada seluruh adik-adik panti maupun jalanan yang telah memberi kami semangat untuk terus istiqomah menjadikan nyata harapan-harapan tentang kehidupan yang lebih baik untuk mereka. Terimakasih kepada seluruh panitia yang rela meluangkan waktunya disela-sela kesibukan mereka. Jazakumullah khoiran katsiran. 

Semoga kegiatan esok hari lebih bermanfaat lagi. Amin.

Wallahu'alam bishshowaab.

You Might Also Like

2 komentar: