Damai kau bersama-Nya

February 17, 2012 Qeeya Aulia 0 Comments

Hey, kau yang seharusnya hari ini berjamaah di masjid terdekt disana. Bagaimana kabarmu? Tuhan pasti sedang senang ya, hamba baik nan sabarnya datang kesana menemui Nya.

Titipkan rasa terimakasihku untuk Nya, ya far?

Terimakasih banyak telah mengirimkan sosok baik sepertimu ke duniaku. Padahal caranya sangat-sangat aneh. Sangat singkat. Sangat tak terprediksi. Tapi meninggalkan kenangan yang membuatku hampir selalu menangis karenanya.

Hey, far.
Kau bilang cowok bule itu bau ya? hem, aku pilih bule yang rajin mandi kalau begitu :D

Entah kenapa, aku jadi semakin ingin ke negeri kangguru yang ada makhluk bernama koala sepertimu :D
Haha, obsesiku dan melati itu mungkin terlalu bodoh. Tapi aku heran, kau yakin sekali dan selalu mengatakan "Jadi pemimpi itu harus berani!"

Jujur, dulu aku pernah berpikir, rasanya kau saja yg harus pergi dari kehidupan melati dan nadien, supaya tak ada yang tersakiti. Tapi itu dulu, far. Sungguh. Demi apapun. Aku tak pernah ingin kau pergi tanpa bisa kembali lagi.

Far, andai doraemon itu nyata, aku mau pinjam laci lorong waktu supaya saat kau yang masih bandung setelah menemui melati beberapa bulan yang lalu itu bisa kutemui.

Oh ya, bagaimana rasanya tanah di Meulborne, far? lebih nyaman ya?



Semoga kau damai disana..damai bersama Nya.

Beruntung ya, kau dulu sering bertanya dan membaca solat-solat sunnah yang ada. Semoga itu semua benar-benar menjadi penolongmu disana.

Suatu saat, aku dan melati akan ke Meulborne. Menemui kau disana. Menabur bunga di persinggahan terakhirmu. Membaca doa dan bercerita pada disana tentang berbagai hal seperti biasanya.

Far, beberapa hari sebelum kau pergi. Entah kenapa aku selalu menunggu kabarmu, kabar melati, kabar tentang pernikahan yang akhirnya batal itu. Tapi aku bingung. Takut salah kata dan salah makna. Jadi kuurungkan niatku bertanya padamu.Bodoh ya? padahal bila saja aku bertanya, kau pasti dengan senang hati menjawab dengan senang hati tanpa melupakan panggilan "alien pluto"

Aku tak pernah marah loh dengan panggilan aneh itu. Aku memang aneh, tapi kau lebih aneh karena mau berteman dengan orang aneh. haha

Far, aku tak pernah menyangka kalau status "malam terakhir di bandung" benar-benar malam terakhirmu untuk selamanya. Ah, far..andai kau tak bicara demikian, apakah benar itu malam terakhirmu?

Apapun akhirnya, yang terpenting saat terakhirmu kau bebas dari jeratan kabel yang tak terlihat itu, bukan? Sampaikan salam sayangku pada Tuhan. Aku sangat ingin ke syurga Nya. Semoga Ia berkenan memasukkan aku kesana.

Koala, damailah kau bersama Nya. Ia sebaik-baik penjaga karena Ia yang menciptakan dan menjaga segalanya yang ada di dunia. Eh, apa kau disana juga sholat jum'at? Sampaikan salam pada malaikat terganteng disana ya? :D

Kalau kau disana bertemu kakek dan nenekku, sampaikan salamku pada mereka, ya? aku sayang kalian semua. Aku semakin penasaran kapan waktuku akan tiba.

Sampai jumpa, fardiaz..semoga Allah menerima iman, islam, amalan dan semua kebaikanmu. Semoga Allah mengampuni dan memaafkan kekuranganmu. Cintamu akhirnya kembali pada Sang Pecinta karena memang Dialah pemilik cinta.

Allahummagfirlahu, warhamhu, wa'afihi, wa'fu'anhu.

Rest In Peace Fardiaz Raihan Zachny- 16 Februari 2012 pukul 19.05

nb: far, lagu di blogku gak akan aku ganti :P

You Might Also Like

0 komentar: