KKN TEMATIK

May 23, 2012 Qeeya Aulia 2 Comments

Hari ini, pengumuman di kelas cukup menggemparkan. 

"Siapa yang mau KKN lebih awal dan tanpa biaya pendaftaran?"

Otomatis, gue sebagai seorang pecinta gratisan langsung mengangkat tangan dengan begitu semangat. Dari desas desus yang tersebar beberapa jam sebelum gue sampai di kelas, program persepatan KKN ini dikhususkan untuk angkatan gue, 2009.

Sebenarnya tak ada jaminan yang lebih kuat selain gratisnya biaya KKN. Karena lulus cepat atau tidaknya, lagi-lagi tergantung dengan kesungguhan dan niat setiap individu. Jadi, gue rasa KKN Tematik alias percepatan program KKN ini kurang tepat bila dijadikan "landasan" ingin cepat lulus kuliah. Namun, tak jadi masalah bila mereka inginnya demikian. 

Karena saingan yang sangat berat, rasanya permintaan "mohon doa agar lolos" yang gue sebar kemana-mana itu kurang banyak. Keputusan akhir tergantung pada kebaikan hati Pembantu Dekan III menunjuk dan memilih nama anak bimbingannya tercinta diantara deretan nama lain yang ia kenal (ngarep). 




Pastinya, lagi-lagi hanya karena kuasa-Nya lah yang bisa menjadikan keputusan besok siang itu menjadi keputusan terbaik sepanjang masa. 

Seandainya gue lolos, dan itu yang gue harapkan, gue mau sujud syukur di mushola. Walaupun pastinya dengan posisi sujud agak aneh karena lutut kanan "tidak antel" dengan lantai. Yang jelas, gue sangat berharap bisa lolos dan terpilih "duluan" KKN daripada teman-teman seangkatan.

Seandainya gue enggak lolos, dan ini tak diharapkan, rasanya gue harus menyiapkan seribu wajah tegar dan topeng legowo agar bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam "gimana hasilnya?" dengan wajah yang tersenyum gembira walau dengan jawaban pahit tiada tara. 

Ya ya ya, semoga Tuhan memberikan yang terbaik. 

Mungkin ini saatnya mengatakan apa yang pernah salah seorang penulis favorit gue bilang, "Saat kau berusaha mati-matian memiliki sesuatu, sesungguhnya kau takkan pernah memilikinya."


Tuhan, bila nanti aku tak terpilih program ini, jangan biarkan aku menangis dan sedih :)

You Might Also Like

2 komentar: