LOW VISION

May 23, 2012 Qeeya Aulia 0 Comments

Gue gak tahu apapun sebelumnya tentang low vision dan baru tahu malam ini. Saat dr.Ferdiriva, sang penulis CADO-CADO mempublikasikan link video tentang low vision (kalau mau lihat, silahkan klik disini).  Menurut link itu, low vision adalah gangguan penglihatan kronik yang tidak dapat dikoreksi melalui penanganan medis, seperti operasi, obat-obatan dan tidak dapat dikoreksi secara refraktif dengan kacamata ataupun lensa kontak. Namun low vision masih memiliki sisa penglihatan yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatam sehari-hari dengan keterbatasan.

Suatu hari, gue duduk di selasar masjid kampus gue yang sekarang sedang dirombak. Ada seorang laki-laki yang berdiri tak jauh dari tempat duduk gue. Dia mendekatkan handphonenya dengan jarak yang sangat dekat, tak biasa. Saat itu, gue berpikir, mungkin ada sesuatu dengan matanya. Hanya sebatas itu. Tapi rasanya setelah malam ini, asumsi gue bertambah, mungkinkah dia orang dengan low vision?

Entahlah, gue terlalu sok tahu kalau sudah menyangkut tentang judgement.



Ada hal lain yang membuat gue agak jerih setelah melihat video itu dan teringat sepotong kejadian di depan masjid beberapa tahun yang lalu. Hal itu adalah kesamaan antara mereka berdua. Sama-sama masih semangat belajar walau kondisi penglihatan yang tak sempurna.

Mata gue minus. Tapi bisa diatasi dengan kacamata. Gue baru pakai kacamata di kelas 2 SMP. Saat itu, langsung minus 2,5. Setidaknya, gue "sedikit" bahkan sangat sedikit merasakan betapa frustasinya tidak bisa melakukan hal yang sama dengan orang lain saat sedang belajar di kelas.

Semua orang membaca tulisan di papan tulis, gue bosan karena saat mereka berusaha membaca dan menghapal dengan lantang, gue hanya bisa menyipitkan mata, berharap bisa melihat tulisan dengan fokus yang baik.

Ah, rasanya terlalu banyak nikmat yang masih gue abaikan. Nikmat penglihatan yang masih bisa membaca dengan jarak normal walau dengan kacamata. Nikmat diingatkan tentang pentingnya semangat dan perjuangan untuk terus semangat belajar dengan video orang-orang low vision. Ah, nikmatnya hidup ini. Tuhan.....lagi-lagi, terimakasih :)

You Might Also Like

0 komentar: