DAMPAK TABLIGH AKBAR

July 21, 2012 Qeeya Aulia 0 Comments

Suatu hari menjelang akhir masa baktiku di KKN tematik. Sebagaimana selalu, ada acara besar yang menutup berbagai rentetan kegiatan yang diselenggarakan sebelumnya. Sebenarnya tidak terlalu besar, karena dana yang kami punya juga pas-pasan. Tapi cukuplah untuk dibilang besar dari pada kegiatan lain sebelumnya. Kegiatan itu bernama Tabligh Akbar.

Isinya selayaknya pentas seni di sebuah sekolah. Ada anak yang menyanyi, menari dan lain sebagainya. Satu pelajaran yang benar-benar tak pernah terpikir olehku. Memikirkannya membuatku berpikir ulang melakukan program "akselerasi" berkeluarga seperti yang digembor-gemborkan oleh temanku.

Sore itu, basecamp kami penuh anak kecil yang berasal dari berbagai madrasah di dusun 2 desa Cikadut. Tujuan mereka berkumpul di depan basecamp itu hanya satu, minta didandani sebelum tampil.

Sial, sungguh jebakan batman yang awalnya tak kuambil pusing. Tapi nyatanya sukses membuatku kebingungan setengah mati. Bagaimana tidak, memakai lipstik saja geli setengah mati, apalagi mendandani orang lain? bisa-bisa mereka menjadi salah satu personel baru badut ancol!



Beruntung, saat itu anak-anak masjid sebelah sedang dimake-up oleh ibu-ibu yang ada disana. Dengan sedikit merajuk, kuminta beliau-beliau (para ahli tata rias) itu memperpanjang jam kerja mereka. Awalnya menolak, tapi akhirnya setuju. Fyuh, bebanku berkurang satu.

Saat para ibu-ibu mendandani anak-anak itu, aku hanya bisa duduk di sofa melihat mereka sibuk dengan kegiatan yang identik dengan wanita itu. Saat itu terlintas dipikiranku, bagaimana bila nanti suatu saat anakku akan tampil disuatu acara dan aku tak bisa apa-apa? aaaahhhh...tidaaakkk!!!

Well, hari itu semakin menguatkanku, aku belum siap menikah. Jadi tolong, jangan tanya hal itu lagi :D


You Might Also Like

0 komentar: