Absurd kembali

September 09, 2012 Qeeya Aulia 0 Comments

Beberapa malam yang lalu, aku kembali menyusuri riwayat beberapa orang dari akun sosial media di dunia maya. Ada yang senang luar biasa karena berbagai targetannya tercapai. sebagian bersedih dan menyesali kehidupan. Sebagian yang lain bertanya-tanya apakah mereka masih normal atau tidak. Sebagian lain yang lain lagi sedang meratapi berbagai targetan yang tak bisa digapai namun kemudian menyadari bahwa ratapan itu tak penting. Kau tahu kenapa tak penting? karena ada yang lebih penting dari meratap, yaitu melewati saat-saat dimana kita bisa meratap dengan tindakan yang menjadi lawannya. Optimis, percaya diri dan terus yakin kita bisa melewati rintangan itu, bahkan mungkin rintangan lainnya.

Kawan, aku rasanya tak benar-benar tahu bagaimana optimis, percaya diri serta yakin pada kemampuan melewati rintangan bisa membuatku melewati rintangan. Aku tak pernah benar-benar optimis tanpa binar-binar wajah mereka yang menjagaku agar tetap optimis. Aku tak pernah benar-benar percaya diri pada kemampuan diriku sendiri bila tanpa dukungan (aku lebih mengenalnya sebagai harapan) yang begitu luas yang mereka berikan untukku tanpa dibayar seperserpun. Aku benar-benar tak pernah bisa meyakini aku mempunyai kemampuan bila tak pernah ada mereka di dunia ini.



Kau bertanya-tanya siapakah mereka yang kumaksudkan? jangan tanya itu kawan.Aku terlalu bingung untuk menyebutkannya. Padahal rasanya selama aku hidup 20 tahun lebih ini tak ada yang tak memberiku pengaruh selama hidupku.

Aku berangkat dari rumah yang diisi oleh banyak orang. Setiap orang dari mereka memberiku pelajaran yang bermacam-macam yang terkadang aku lupa apa yang telah kupelajari dari mereka. Aku berangkat menuju kampus juga menemui banyak orang. Di kampus bertemu banyak orang. Bahkan dalam perjalanan pulangpun aku bertemu banyak orang yang mungkin lebih banyak dari pada saat aku berangkat kuliah. Mereka semua yang memberiku pengaruh. ah, aku tak tahu sebenarnya kenapa tulisan ini ada. baiklah, mari kita akhiri keabsurdan ini :)

You Might Also Like

0 komentar: