JAGALAH, TUHAN

November 25, 2012 Qeeya Aulia 0 Comments

Entah mengapa, tiba-tiba setelah membaca ini itu sekilas rasanya tak tahan ingin menulis pendapatku tentang hal itu. Apakah hal yang kumaksud? ah, kau pasti tahu apa itu. Sesuatu yang bisa membuat kau tiba-tiba bahagia, sedih, marah bahkan kecewa. Sesuatu yang bisa membuatkau lupa daratan. Sesuatu yang membuat kau terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Membuat kau tenggelam dalam lautan luka dalam. Membuat kau tersesat dan tak tahu arah jalan pulang. Membuat kau menjadi butiran debu. Kau tahu apa itu? Ya, tak salah lagi. Benar-benar tak salah. Sesuatu yang membuat kau merasa orang lain akan lebih bahagia bila bersamamu. Sesuatu bernama cinta.

Dulu, aku berpikir cinta itu seperti kutukan. Tak bisa diprediksi kapan datang dan perginya. Cinta mana yang membuat kita bangun? Semua cinta membuat kita jatuh karena ketidakbisaannya untuk diprediksi. Maka lahirlah istilah jatuh cinta.

Oh dear, cinta selalu membuat kita berubah dari biasanya. Cinta juga yang membuatku berpikir kembali tentang kebenaran yang kuyakini, kebenaran tentang cinta sebagai kutukan. 


Lama aku menelaah pelbagai kejadian, berbagai orang hingga macam-macam tulisan. Tapi yang kusetujui itu rasanya satu saja. Cinta itu memang fithrah dan wajar bila kita merasakannya, tapi menjaganya hingga kita resmi terikat dalam hubungan resmi yang agung adalah pilihan terbaik yang bisa kupilih. 

Kau tahu, keyakinan tentang paragraf diatas tak selalu teguh adanya. Kadang aku berniat untuk mengikisnya sedikit demi sedikit. Tapi Tuhan masih sayang. Ia mungkin lebih tahu betapa jatuh terlena dalam hal ini akan berdampak rumit luar biasa. Tuhan rasanya lebih paham, aku tak mampu bertahan lama dalam idealisme ini bila aku terjatuh dalam kubangan nista berwujud surga. Tuhan masih mau menjagaku dan naif rasanya bila aku menafikan penjagaan itu. Tuhan, terimakasih.

Cinta oh cinta. Bila cinta bersahutan dan tak bertepuk sebelah tangan, apa yang harus kulakukan? Dulu pertanyaan itu begitu membuatku yakin bahwa saling menunjukkan rasa cinta adalah solusi terbaik. Tapi pencerahan tiba juga, sama-sama mencintai bukan artinya untuk saling memiliki. 

Oh dear.. berapa orang yang menjalin cinta kemudian mereka berpisah karena ketiadaan cinta? Berapa orang yang menjadikan perbedaan saat mereka bersatu dan menjadikan perbedaan juga sebagai alasan mereka berpisah? Berapa orang yang menyatakan "aku cinta kau" dan "kau juga cinta aku" yang kemudian dengan mudahnya berkata "aku benci kau" dan "kau benci aku" seperti tak pernah ada cinta diantara mereka?

Hidup penuh pilihan. Pilihan untuk menjadi baik atau menyamarkan pilihan agar terlihat menjadi baik. Aku memilih untuk mencintainya bila memang nanti kita sudah resmi bersama. Aku tak tahu dan tak mengerti apa yang menjadi pilihan kalian. Pilihanku mungkin tak bisa jadi pilihanmu. Tapi ijinkan aku berbisik, "Tuhan tak akan pernah salah menentukan aturan." 

Tuhan, jaga aku dari cinta-cinta yang datang dan pergi. Jaga aku agar definisi cintaku sesuai dengan cinta Mu. Jaga aku dari sikap mengumbar cinta yang dapat mengundang cinta yang tak pantas untuk dicintai. Jaga aku.. jaga kami, Tuhan. Jaga cinta kami. Amin



You Might Also Like

0 komentar: