MEMBANTU, DIBANTU, BANTUAN

December 15, 2012 Qeeya Aulia 0 Comments


Untuk apa pintar bila tak mau dan mampu untuk berbagi? Untuk apa mampu bila tak bisa dan tak mau mengabdi? Untuk apa ada di dunia bila tak bisa membantu orang lain? Untuk apa ada SMF Psikologi di Fak.Psikologi UIN SGD BDG bila tak mampu mengabdikan diri pada masyarakat dan tak bisa membantu orang lain yang tertimpa musibah?

Bandung kami tertimpa musibah. Bandung selatan terendam tiada ampun setelah diguyur air hujan tiada henti. Kami resah. Hati teman-temanku tergerak untuk cepat memberikan bantuan. Tapi dengan wujud apa? Dana kemahasiswaan kami tersendat tutup buku. Saku para pengurus sudah kosong untuk berbagai acara sebelumnya. Kemudian kami tersadar, di dunia ini kami tak sendirian. Kami mencoba mengetuk hati setiap orang di setiap elemen fakultas Psikologi untuk ikut membantu masyarakat Bandung Selatan khususnya Soreang.  Hasilnya, baju-baju layak pakai, selimut hingga lembaran demi lembaran uang terkumpul. Sungguh, kami percaya Kau takkan membuat kami tinggal diam melihat saudara kami disana kesusahan.

Rencana awalnya, kami akan berangkat kesana bersama beberapa volunteer yang kami rekrut secara bebas. Sayangnya, tak semua rencana berjalan seperti apa yang kami rencanakan. Karena satu dan lain hal, pemberangkatan kami batalkan dan kami titipkan amanah masyarakat psikologi ke Lembaga Swadaya Masyarakat Kampus Peduli.

Kendala itu mengilhami kami untuk mempersiapkan diri lebih awal. Terlebih keinginan ini didukung penuh oleh dosen kami : Witrin Gamayanti, S.Psi., M.Si., Psikolog. Beliau dengan semangatnya mendukung kami untuk merealisasikan pembentukan kelompok peduli bencana. Terimakasih bu, semangat ibu menular dengan hebatnya. Kami akan mencoba secepat mungkin merealisasikannya. Kuyakin, ditangan orang-orang luar biasa teman-teman bidang 6, kami bisa mewujudkan itu semua.

Terimakasih atas sigapnya teman-teman bidang kerjasama, penelitian dan pengabdian masyarakat : Ahmad Fajar Shiddiq, Ibnu Mahbub, Herdiansyah, Listiya dan Ernawati. Semoga kedepannya kita bisa lebih cepat berlari menuntaskan semua kewajiban yang menjadi amanat kita. Karena adanya teman-teman, aku bisa mengenal lebih dalam lika-liku membantu, dibantu dan bantuan itu sendiri.

Terimakasih Tuhan, karena izin-Mu kami bersatu dalam sebuah irama yang tak bisa kami tebak nada tinggi dan rendahnya. Semoga kami bisa terus mengabdi, meneliti dan bekerjasama dengan berbagai pihak yang membutuhkan untuk dapat menjaga stabilitas melodi yang melantun dalam kehidupan ini. Peluk kami dalam rahmat-Mu. 

You Might Also Like

0 komentar: