RENCANA TUHAN RENCANA KEBAIKAN

December 15, 2012 Qeeya Aulia 0 Comments


Ponselku bergetar. Satu pesan kuterima jam 2 dini hari. Kubuka pesan itu, kubaca pengirim dari pesan singkat dini hari : Bidang 2. Satu lagi pesan singkat dari bidang penegakan kode etik dan akhlakul karimah. Entah apa yang ada dipikiran mereka. Dengan ikhlas tanpa paksaan menyebarkan pesan singkat yang berisi kalimat-kalimat penuh ‘ibroh dan hikmah. Tuhan, lagi-lagi Kau pertemukanku dengan orang-orang baik tiada dua.

Di lain malam kuterima nomor itu menghubungiku tepat di sepertiga malam. Aku yang terlalu terlelap merasa malu dan menyesal mengapa aku tak mudah terbangun seperti orang lain. Malam itu, ada 3 panggilan tak terjawab dan 1 pesan singkat dari nomor yang sama. Segera kubuka pesan singkat dari nomor itu, membaca pesan itu saja sudah membuatku lemas karena malu.

“Teman, kok ga diangkat? Yuk, sholat malam. Tetap HAMASAH!”

Kurang lebih begitulah bunyinya. Aih, ketua macam apa aku ini? Bangun sepertiga malam saja susah tiada dua L

Begitulah yang terjadi setiap dua hari sekali. Orang-orang hebat dari bidang 2 selalu mengingatkan kami dengan untaian kalimat mengajak berbuat kebaikan dan juga panggilan telepon untuk membangunkan kami di sepertiga malam. Terimakasih Tuhan mempertemukanku dengan orang-orang tulus ini.

Tak hanya para pengurus SMF Psikologi yang mereka ajak untuk bergegas dalam kebaikan. Teman-teman kami ini berusaha membuat jejaring komunikasi dengan seluruh angkatan yang kami namakan : konsolidasi kosma. Apalah itu artinya konsolidasi, orang awam sepertiku mana bisa paham hal seperti itu. Yang jelas dan yang menjadi penting adalah ajakan kami untuk berbuat baik dan membiasakan kebaikan. Bagaimana diterima oleh orang lainnya atau bagaimana kebaikan itu diartikan, kembali ke pribadi masing-masing.

Setelah konsolidasi kosma, yang kurasakan lebih baik adalah mushola kami. Jika beberapa waktu lalu aku jarang menemukan barisan orang-orang berjamaah bersama, kini dengan mudah dan hampir selalu kulihat banyak dari teman-teman menyengajakan diri untuk sholat berjamaah. Aku tak bisa mengklaim ini adalah hasil dari konsolidasi kosma, terlepas dari hal itu, aku bersyukur rumahNya sekarang lebih ramai dengan rapatnya barisan jamaah daripada sebelumnya. Segala puji dan syukur hanya tercurah pada-Mu, ya Rabb.

Kalimat demi kalimat dalam tulisan ini hanya subjektivitasku saja. Aku benar-benar bersyukur dipertemukan dan disatukan dengan teman-teman hebat di bidang 2 : Rita Rosita, Geni Wilandari, Kirani Anjasmara, Hanna Hanifah, Indra Gunawan. Mereka mengajarkanku tetap berkontribusi dengan langkah kecil namun bermakna. Mereka mengajakku untuk selalu tersenyum, menyapa dan memberi salam kepada setiap orang yang kutemui. Mereka mengajakku pada kebaikan. Mereka membuatku benar-benar senang berteman dengan orang-orang seperti mereka yang baik tiada dua.

Terimakasih teman, kalian mengingatkanku untuk terus menjadi lebih baik dengan cara yang Tuhan telah beritahukan. Semoga segala upaya kita dibalas dengan yang lebih baik oleh-Nya. Amin
Tuhan, rencana-Mu selalu manis ya.


You Might Also Like

0 komentar: