SEMINAR NASIONAL : WUJUD KEMAMPUAN MAHASISWA PSIKOLOGI UIN SGD BDG

December 15, 2012 Qeeya Aulia 0 Comments


Resah. Itu yang kurasakan saat mendapat kabar pemateri seminar nasional kami tidak bisa hadir dalam acara yang kami canangkan. Sungguh, kabar itu adalah kabar yang tak kami persiapkan adanya. Di tengah keresahan kami, narasumber yang kami hubungi dengan baik hati mencarikan pengganti mereka untuk acara ini. Dan terpilihlah dua pemateri yang dapat menjadi narasumber kami di acara ini : Sekjen Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia, Sus Budiharti, S.Psi., Psikolog dan Bidang Kompartmen Organisasi Himpunan Psikolog Indonesia, Dr. Andik Matulessy, M.Si., Psikolog.  Kau tahu, mereka lebih dari sekedar luar biasa!

Keresahan kami benar-benar tak beralasan. Acara kami berjalan lancar meskipun dimulai lebih lama daripada waktu yang dijadwalkan. Peserta berdatangan dari berbagai universitas. Bahkan, yang kami tidak habis pikir, ada beberapa peserta yang datang dari luar kota dan beberapa dosen muda yang hadir di acara kami. Betapa kami merasa penting di hari itu.

Sebenarnya ini adalah hal lumrah untuk sebuah seminar nasional, tapi (setidaknya menurutku) tidak lumrah dengan jarak publikasi dan acara yang berdekatan. Lagi-lagi Tuhan memainkan peran-Nya.

Para peserta RAKORNAS ILMPI yang ke II juga mengikuti seminar nasional ini. Jadi, ini adalah seminar nasional yang benar-benar diikuti oleh mahasiswa psikologi se-Indonesia, bukan hanya sekedar seminar biasa dengan embel-embel label nasional.

Para panitia dengan sigap dan cepat mempersiapkan semuanya. Kami bangga dengan penyelenggaraan yang memuaskan (menurut kami). Acara demi acara berlangsung, meskipun ada beberapa kesalahan yang muncul, namun itu tak mengurangi rasa bangga kami kepada para panita seminar nasional yang sudah bersusah payah dan bekerja keras untuk menyelenggarakan acara ini. Kalian benar-benar hebat!

Permohonan maaf sebesar-besarnya kami ucapkan atas kekurangan dalam acara ini. Entah itu dari segi penyambutan, konten acara ataupun teknis akhir acara. Sungguh, kami benar-benar tahu acara ini jauh dari kata sempurna, tapi kami sudah berusaha sedemikian rupa untuk menjadikannya sempurna.

Terimakasih kami haturkan untuk para panitia yang sudah berjibaku membagi waktu ditengah padatnya jadwal praktikum yang tak bisa ditangguhkan. Terimakasih atas loyalitas, totalitas dan kredibilitasnya selama penyelenggaraan acara ini. Cerita acara ini akan berbeda bila bukan kalian yang menjadi panitianya. Sungguh, aku harus banyak belajar dari kalian, teman.

Terimakasih pula kami ucapkan untuk berbagai pihak yang telah membantu kami menyelenggarakan acara tingkat nasional ini, semoga kami bisa mengadakannya lagi dilain kesempatan.

Bila rasa pahit terasa manis diakhir habisnya sebuah makanan, maka rasa manis inilah yang sedang kukecap setelah sekian lama mengusahakan terselenggaranya acara ini. Semoga kedepannya kami lebih baik lagi. Semoga kami tak pernah puas dengan hasil yang kami dapat sehingga kami dapat belajar terus menerus. Tuhan, mampukan kami untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. Amin. 

You Might Also Like

0 komentar: