Berpura-pura

February 01, 2013 Qeeya Aulia 0 Comments

Aku tak merindukanmu. Aku juga tak menginginkanmu. Tapi rasanya menggapaimu adalah kepuasan tersendiri bagiku. Bagiku yg ambisius namun tak mengenggam dasar. Orang yang bernafsu mencapai angkasa padahal aku tak pernah tahu bagaimana nikmatnya melompat ke angkasa. Aku tak pernah sadar daratan ini harus ku jejak untuk dapat melompat lebih tinggi. Untuk mencapai segala hal yang menjadi ambisi. 

Eh, benarkah aku ambisius? Tidak, kurasa tidak begitu. Aku hanya terlalu banyak keinginan tanpa terlalu banyak aksi. Aku hanya terlalu banyak berkomentar, tanpa berbuat banyak untuk perubahan. Aku hanya terlalu banyak bermimpi, walau terkadang kusadar mimpiku sudah pasti tak bisa kutepati. Aku hanya ingin merasakan betapa indahnya hari-hari yang kulewati bila semua angan dan ingin itu tercapai. Aku hanya ingin merasakan euforia kebebasan, keindahan, kesenangan dan kenyamanan sebentar. Walau itu palsu. Walau itu sebenar-benarnya mimpi yang tak mungkin kucapai. Aku hanya ingin melakukan ini semua. Tanpa dasar. Tanpa alasan jelas. Apalagi untaian kata-kata penjelas yang lugas. 

Aku tak merindukanmu. Hai, rasa ingin tahu yang berlebihan.Nafsu membaca banyak hal yang membuncah. Hasrat bercinta dengan banyak pengetahuan yang dititipkan Tuhan. Tapi entah mengapa aku terus bermimpi dan berpura-pura merindukanmu, merindukan kalian. Padahal nyatanya, membacapun aku enggan. Lepas tiga paragraf aku bosan. Terbuka beberapa lembar aku gencar menutup kembali lembaran-lembaran itu. Aku hanya ingin mencintaimu, mencintai buku-buku, mencintai ilmu. Ternyata yang kulakukan tak sedikitpun menyentuh itu. 

Sungguh kalimat dalam tulisan ini semakin kontradiktif. Aku tak tahu pasti apa yang kurasakan. Aku hanya ingin terus berpura-pura mencintai ilmu, sampai aku lupa bahwa aku sedang berpura-pura..

You Might Also Like

0 komentar: