KATA YANG….

May 25, 2013 Qeeya Aulia 0 Comments


Sabar. Entah mengapa aku tak terlalu suka kata ini muncul dalam percakapanku terutama saat aku sedang marah. Aku selalu berusaha untuk sabar tapi nyatanya letupan-letupan kekesalan masih saja sulit untuk direduksi apalagi diredam adanya. Maka saat orang lain menenangkanku sambil berkata, “sabar Ki,” bukan menenangkanku malah sebaliknya. Membuatku kembali geram. Aneh ya? Aku juga merasa ini aneh. Stabilitas emosiku rasanya masih belum baik. Tapi benar kata pepatah yang mengatakan bahwa awal kemarahan adalah kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan. Setiap kali marah, pasti akhirnya menyesal telah menancapkan beberapa paku tajam di hati orang-orang yang baik padaku.

Perjuangan. Tak ubahnya kata sabar bagiku, kata perjuangan juga terlalu istimewa penggunaannya. Bagi beberapa orang mungkin perjuangan adalah kata yang begitu menggairahkan. Bagiku, kata perjuangan membuatku bertanya-tanya kembali, apakah hal yang kulakukan atau mereka lakukan itu benar-benar perjuangan? Memperjuangkan siapa? Benarkah cara perjuangan itu? Entahlah, aku tak tahu. Dipikiranku yang kosong ini, perjuangan itu lebih layak disandingkan dengan usaha kemerdekaan para leluhur bangsa, usaha menyadarkan manusia oleh para nabi, usaha para pembela kebenaran. Ah ya, apalah arti kebenaran kini? Semua kebenaran subjektif yang diamini oleh banyak orang menjadi kebenaran objektif yang jadi panutan. 

Sebenarnya ketidaksukaanku terhadap penggunaan kata-kata itu juga tak beralasan kuat. Hanya dikarenakan subjektifitas yang menguasai otak dan persepsiku. Sebenarnya tak pernah ada alasan kuat untuk membenci, karena mungkin saja akan ada alasan kuat untuk mencintai hal yang sebelumnya kubenci. Bisa saja entah hari apa, purnama keberapa, di waktu seperti apa akhirnya aku bisa menerima pemahaman orang lain tentang dua kata yang tak kusukai ini. Kapan masa itu datang? Entahlah.

You Might Also Like

0 komentar: