Berdiri

April 06, 2014 Qeeya Aulia 0 Comments

Ada yang salah dengan berdiri?

Ya, ada. Jika yang berdiri adalah seorang nenek, kakek, ibu hamil ataupun anak kecil dan mereka yang duduk adalah anak muda yang masih gagah sehat sentosa. 

Aku pengguna angkutan umum. Trans Metro Bandung (TMB), bus Damri, Kotrima (yang ini aku tak tahu kepanjangannya) hingga Angkutan Kota (Angkot) pernah kutumpangi. Beragam bau ketiak dan manusia pernah menjadi teman perjalananku. Diantara banyak angkutan umum yang kusebutkan sebelumnya, TMB dan Damri adalah yang paling kusukai. Ongkos yang murah dan minimnya aktivitas berhenti di tengah jalan untuk mencari penumpang menjadi alasannya. Dua angkutan ini mungkin memang menyediakan ruang untuk berdiri bagi para penumpang yang tidak kebagian duduk. Jadi, kau bisa membayangkan bagaimana terbatasnya oksigen saat penumpang kedua angkutan ini membludak. Para manusia didalamnya persis sarden di dalam kaleng.

Siang itu, bus Damri yang kunaiki tidak terlalu penuh. Hanya beberapa orang yang berdiri karena tidak kebagian tempat duduk. Tiba-tiba ada seorang nenek tua naik. Nenek itu menebar pandangan, mencari tempat kosong. Sayang, ia tak akan mendapatkannya karena memang semua kursi sudah terisi. Saat itu aku asyik dengan gadget yang kupegang. Ber-hahaha hihihi dengan teman-teman yang ada di berbagai penjuru negeri. 

Terlalu lama berkutat dengan alat elektronik itu membuat mataku lelah dan tanganku pegal. Kuangkat kepalaku yang sedari tadi terus menunduk. Nenek itu ada didepanku. Segera aku bangun dari dudukku. Kucolek bahu nenek itu, mempersilakannya duduk. Ia menolak dan berkata, "wios neng, calik weh neng na" (sudah tak apa, Neng. Kamu duduk saja). Dengan sesumbar kujawab, "saya masih muda, bu. Masih kuat berdiri." Ia tersenyum kemudian duduk sambil mengucapkan terimakasih berkali-kali. 

Andai aku tak berkutat dengan duniaku sendiri saat ia datang, mungkin nenek itu tak usah berdiri terlalu lama. Selalu saja terlambat :(

Tapi aku tak selalu melakukan hal yang kuceritakan tadi. Hatiku seperti teriris saat ibu hamil yang hendak masuk TMB keluar lagi karena tidak ada orang yang mau berdiri termasuk aku. Jahat ya? Semoga tidak pernah terulang kembali. 

Aku tak tahu bagaimana nanti kondisiku saat tua nanti. Apakah aku mempunyai kendaraan pribadi dan menggunakannya kemana-mana ataukah harus rela menjadi penumpang setia kendaraan umum? Jika nanti aku harus menjadi penumpang kendaraan umum, apakah akan ada yang membantu meringankan keringkihanku? Aku tak tahu.

You Might Also Like

0 komentar: