Aalst, Belgium #6

December 25, 2014 Qeeya Aulia 0 Comments

Mau kemana kita? FIELD TRIP!!! Yeay!

Kami dijadwalkan untuk pergi ke Wieze, kota kecil dimana pabrik coklat terbesar dunia milik perusahaan kami berada. Asik asik jalan-jalan! Saya agak sedih saat tahu disini tidak bisa jalan-jalan malam karena seluruh toko kecuali diskotik dan beberapa restoran saja. Jam 6 sore, semua toko maupun supermarket tutup. Jadi harapan saya untuk jalan-jalan malam hari pupus sudah. Huhuhu. Tapi agak terhibur saat diajak mengunjungi pabrik kami di Wieze. Disana ada Chocolate Academy yang terkenal dengan inovasi coklat, kompetisi coklat dan beragam hal yang berkaitan dengan coklat di Belgia. Setahu saya, tempat ini juga sering mengadakan kompetisi bagi para koki percoklatan di dunia. Serius, hari itu terlalu menyenangkaaaan!

Kami berangkat menggunakan bus yang disediakan Bianca. Jumlah peserta yang ikut kurang lebih hanya 12 orang, karena beberapa ada yang keburu pulang ke negara masing-masing dan ada juga yang gak ikut kesana karena memang berasal dari Belgia dan Belanda yang notabene bisa didatengi pakai mobil mereka masing-masing.

Saat berangkat, saya baru tahu sisi kota yang unik dan belum sempat saya datangi. Di pusat kota Aalst sudah dipenuhi oleh lampu-lampu berbentuk bintang. Ah, jadi semakin penasaran dengan christmas market nanti. Perjalanan cukup lancar. Kabarnya Belgia dan Italia adalah negara termacet di Eropa Barat. Tapi mana macetnya ya? Hanya sempat mandeg sedikit di pertigaan. Bukan macet eta mah atuh. Heu. Sepanjang jalan cukup ramai. Saat itu kalau tidak salah jam empat sore. Baru kali itu saya melihat cukup banyak manusia berkeliaran di Aalst.  Uniknya, saat memasuki wilayah Wieze, saya baru tahu kalau Wieze itu kawasan industri disana. Persis seperti Dayeuhkolot dimana kantor dan pabrik dimana saya bekerja ada disana. Bedanya, disana penataan kotanya sangaaat sangaaat rapi. Saya juga baru tahu beberapa merk mobil karena melihat pabriknya disana. Selain itu, saya juga baru tahu Tupp*rware itu pabriknya di Wieze. Eh, memang saya tidak tahu apa-apa sebelumnya. Haha.

Sekitar setengah jam perjalanan, akhirnya kami sampai di kawasan pabrik coklat terbesar di dunia. Kamtor Barry Callebaut lengkap dengan Chocolate Academy dan pabriknya tertata rapi. Sungguhan deh, rapi bangeeet. Seandainya di Dayeuhkolot juga serapi ini. Males pulang kayaknya saya.

So, kami langsung masuk menuju Chocolate Academy. Astagaaaa, banyaaaaaaakk sekali hiasan natal yang lucu dan semuanya terbuat dari COKLAT!! COKLAT LOH COKLAAT!! Berasa Willy Wonka. Haha.

Resepsionisnya ditata dengan sangat artistik. Lobi gedungnya persis seperti bar. Ciamik.

Karena sangat indah, kami sibuk foto-foto. Bule oge narsis geuningan. Wkwk

"Kalau disini masih boleh foto-foto. Jadi silakan foto sepuas Anda. Tapi tidak di kawasan pabrik," jelas Isabel.

Isabel itu lucu. Dia wanita energik yang paling menyenangkan selama di Wieze. Isabel adalah tour guide kami selama disana. Ia menjelaskan semua hal yang ia tahu dan menurutnya perlu kami tahu dengan penyampaian yang penuh passion. Menyenangkan. Selain itu, saya tebak dia berasal dari Perancis. Lucu banget sumpah! Aksennya aneh, selain itu dia juga sangat-sangat-sangat semangat menyampaikan banyak hal dan pastinya lengkap dengan gerakan-gerakan aneh yang kayak anak kecil. Kocaaak.

Kami semua menggunakan jas berbahan tisu dan penutup kepala sebelum masuk ke daerah pabrik.

"Kenapa kamu harus pake itu? Kan kepalanya sudah tertutup," tanya Bianca

"Gak tau, saya ikutin saja instruksinya. Tapi coba saya tanya dulu."

Saya tanya ke Isabel, katanya tetap harus pakai penutup kepala. Maka saya pakailah penutup kepala itu. Hahaha.

Big Bos HR di BC, Barbara, disuruh pakai safety shoes karena dia datang dengan high heels. Menurut saya sepatu itu lucu dan unik, tapi Barbara merasa kakinya terlihat aneh. Kok gue jadi ngerasa selera gue aneh ya? Wkwk.

Setelah foto-foto sebentar, akhirnya kami mulai berkeliling disana. Mulai dari masuk ke ruangan yang super duper panas hingga berjalan keluar menuju daerah pabrik lainnya tanpa jaket dengan udara yang sangat dingin kami lakukan. Harum coklat semerbak kemana-mana. Semua mesin yang ada sepertinya mirip dengan mesin yang kami punya di Bandung. Karena saya tukang intip CCTV, jadi kurang lebih situasinya sama dengan di Bandung.

Ada satu hal yang saya suka, truk pembawa coklat. Truknya cantiiikk. Coba googling deh truk coklat Barry Callebaut. Bagus loh. Disini sekitar 400 truk beroperasi setiap harinya berkeliling di Eropa Barat hingga utara. Keren!

Selesai keliling-keliling, kami duduk di bar kantor. Isabel dengan cekatan memberi kami semua minuman. Mulai dari orange juice hingga sparkling water alias air putih dengan bulukbuk-bulukbuk. Sekitar setengah jam kami ngobrol kesana kemari. Akhirnya Bianca mengajak kami untuk kembali ke hotel.

Kami turun dari bar, lalu mengambil mantel yang kami gantung di depan meja resepsionis. Tapi yang kami temukan adalah ruangan ini sudah dikunci dan dijaga security. Alamak, baru jam 6 sore kakaaak!

Isabel bilang bahwa disana mereka menjaga profesionalitas, salah satunya dengan cara pulang tepat waktu. Seluruh ruangan akan dimatikan dan dikunci maksimal jam 6 sore. Aiihh, boleh pindah gak? Haha

Kami berpisah dengan tutor kompetensi yang saat itu harus pulang ke Jerman sedangkan kami harus kembali ke hotel. Setelah semuanya naik ke bus, kami melanjutkan perjalanan. Di perjalanan saya belajar bahasa Italia...

You Might Also Like

0 komentar: