Aalst, Belgium #8

December 25, 2014 Qeeya Aulia 0 Comments

Kami harus turun jam 8 lagi. Sesi ini dimulai segera setelah jam menunjukkan jam 8 pagi. Suasa sedikit berbeda karena beberapa koper sudah ada di depan ruangan. Saya rasa itu adalah koper Erik (tutor kami), Bianca dan juga Dominic (satu-satunya lelaki setelah kepulangan Giorgio ke Italia). Kami memulai materi dengan latihan membaca laporan hasil tes. Sungguh, lagi-lagi berasa kuliah psikodiagnostika. 

Latihan membaca laporan cenderung lama. Dengan demikian waktu tak terasa sudah menunjukkan istirahat makan siang. Kami bergegas pergi ke restoran, makan dengan cepat dan kembali ke ruangan. Kali itu saya tidak absen 10 menit untuk sholat karena sedang halangan. 

Makan siang kali itu agak aneh. Kami diberi sup paprika. Aneh rasanya, tapi karena saya sedang tidak enak badan, maka saya habiskan saja supnya untuk menghangatkan bada *alibi. 

Makan siang dengan makanan yang berbeda 180 derajat dengan makanan semalam itu membuat kami meninggalkan meja makan dengan segera. Sebagian dari peserta training pergi ke ruangan coffee break, sebagian yang lain sibuk dengan laptop mereka masing-masing. Ingat kan? Seluruh peserta adalah manager (kecuali saya pastinya). 

Saat mereka sibuk ketak ketik dengan laptop masing-masing, saya sibuk bbm-an dan Line-an dengan teman saya yang sudah kriyep-kriyep matanya. Di Indonesia sudah malam ternyata. Waktu istirahat habis, saatnya kami role play sebagai yang memberi feedback dan sebaliknya. Kami semua bergantian mencoba simulasi tersebut. Sialnya, saat saya menjadi orang yang memberi feedback, semua persiapan yang sudah saya tulis dengan rinci hilang sudah. Seperti asap rokok yang dikibas-kibas oleh hihid. Menghilang. Saya nervous jadi pusat perhatian seluruh manusia di ruangan itu. Kacau hahaha. 

"I've try to arrange everything, Erik. But when I try to implement my planning it was ppffffff....." kataku. 

Saat itu saya kecewa pada diri saya sendiri. Hiks hiks. 

Tapi entah beruntung entah apa, seluruh rekan saya 'ngupahan' alias menghibur saya dengan beragam kata dan alasan yang lebih banyak sepertinya mengada-ada, seperti saya masih harus perlu belajar lah, terlalu muda lah bahkan karena nervous. Saya memang nervous dan bingung dengan kata-kata yang bisa saya gunakan secara sopan untuk memberikan feedback kepada orang lain dengan bahasa Inggris. Padahal kemarin saya melakukan hal yang sama dengan kompetensi, kenapa giliran sekarang kacau balau galau merana ya? Hufft. 

Tapi hari itu cukup menarik untuk diingat dan dijadikan bahan evaluasi untuk diri saya sendiri. 

Peserta training meminta Erik mempraktekan pemberian feedback terhadap semua orang. Dan entah karena pengalamannya sudah terlalu lama atau bagaimana, cara menyampaikan feedbacknya asik banget. Gak agresif tapi persuasif dan asertif. Keren. Entah gimana caranya dan berapa tahun lamanya gue bisa sekeren itu. 

Waktu berlalu dan akhirnya sampailah pada penghujung acara. Setelah cipika cipiki tiga kali kepada setiap peserta, kami berpisah. Mereka pergi ke bandara dan gue pergi ke kamar. Siap-siap untuk jalan-jalan karena malam itu ada christmas market. Yeay. 

Yang unik adalah, tidak ada sesi foto bersama karena mereka pikir kita semua sudah puas berfoto bersama selama 5 hari ini. Gak seru ya? Hahaha. 

Hanya butuh waktu sekitar 15 menit, keramaian yang tadi menghiasi hotel tempat training mengurai. Entah kenapa saya tiba-tiba merasa sedih. Tapi waktu sedih-sedih ria tidak lama, karena saya dan partner saya akan keliling di christmas market! Horaaay!!!


You Might Also Like

0 komentar: