PK

January 17, 2015 Qeeya Aulia 0 Comments

Film India ini sama seperti film India pada umunya. Panjaaaaangg durasinya, 150 menit, Bo! Saya sempat bosan dan menanti kapan film ini berakhir, walaupun memang tidak dapat dipungkiri film PK, seperti film Amir Khan lainnya, menginspirasi dan saya rekomendasikan untuk ditonton. 

Alkisah ada seorang makhluk dari planet antah berantah yang berprofesi sebagai astronot di tempat asalnya. Ia turun ke bumi karena misinya untuk meneliti planet yang kabarnya mirip dengan planetnya, layak huni. Planet itu adalah bumi. Ia terdampar di bumi dan tidak bisa kembali karena remote kontrol pesawat terbangnya dicuri di padang pasir India, maafkan saya tidak tahu apa namanya. 

Alur ceritanya unik dan lengkap dengan nyanyi-nyanyi dari tarian khas film india lainnya. Film ini tentang pencarian pertanyaan-pertanyaan yang pada awalnya didasarkan pada pertanyaan PK, "bagaimana ia bisa menemukan remote controlnya dan pulang ke planet asalnya?". 

Pertanyaan sederhana itu kemudian mengantarkan PK terhadap pertanyaan paling fundamental dalam hidup manusia, pertanyaan mengenai keberadaan Tuhan dan bagaimana berkomunikasi dengannya. Diangkat pula isu-isu sensitif seperti banyaknya manusia yang berbisnis atas nama Tuhan. Ah ya, ketakutan manusia terhadap hal yang tidak jelas tepatnya, bukan Tuhan. Tuhan terlalu agung untuk dijadikan alasan bisnis makhluk-Nya. 

Diangkat pula betapa banyaknya cara beribadah pada Tuhan dan betapa berbedanya manusia satu dengan yang lain dalam masalah ini. Ada satu hal yang menggelitik saya, hanya keyakinan sajalah yang bisa dimiliki oleh setiap manusia. Tidak ada yang bisa menganut lebih dari 1 agama dalam hidupnya. Bagi yang tidak beragama pun memilih 1 pilihan dalam hidupnya. Tidak bisa seperti memilih kekasih ataupun pekerjaan yang bisa dimiliki lebih dari satu *apalahini.




Namun film ini juga agak absurd menurut saya. Shafaaraz yang seorang muslim dan Jaggu yang seorang Hindu berencana menikah di Gereja di Belgia saat mereka bersekolah disana. Absurd. Idenya terlalu pluralism. Ini menurut saya ya. Pendapat Anda terserah Anda. 

Selain itu, betapa suka jogetnya makhluk di planet PK karena untuk menghilangkan sedih saja mereka berjoget dengan gerakan yang mirip senam SKJ. Hahaha. 

PK atau dibaca pikey yang artinya pemabuk ini benar-benar mengisi ruang di hati saya. Saya suka, saya suka, begitu kata Mei Mei dalam film Upin Ipin. 

Diakhir cerita, PK pergi ke planetnya dengan membawa banyak kaset yang berisi suara Jaggu. Ia memilih melepaskan untuk mencintai. FIlm ini ditutup dengan suksesnya Jaggu menulis buku dan kembalinya PK ke India dengan membawa rombongan dari planetnya. Menurutku, film ini ada di rate 8 dari 10. Keren! Recommended, bro!

You Might Also Like

0 komentar: