Bertemu Sosok yang Tepat

February 06, 2015 Qeeya Aulia 1 Comments

Ini bukan tentang jodoh. Sungguh. Ini secuil cerita tentang pekerjaanku sebagai HR Recruitment & Development. Bertemu sosok yang tepat untuk posisi yang tepat di waktu yang tepat itu butuh proses yang tidak pendek. Menurut saya, recruiter itu sales perusahaan. Sales yang mengejar ketercapaian target pemenuhan posisi kosong dan mendapatkan kandidat yang berkualitas. Ini sungguh menantang. Bayangkan, kami harus bertemu orang-orang yang memang sedang tebar pesona dan menjanjikan diri mereka adalah orang yang sangat bisa melakukan pekerjaan tersulit sekalipun. Di sisi lain, kami harus benar memilih orang yang benar-benar kami butuhkan. Gini deh simplenya. Ada botol yang belum punya tutup botolnya. Nah, tugas recruiter itu mencari si tutup botol yang cocok untuk botol tersebut. Gak bisa kegedean atau kekecilan. Harus pas. Mau sebagus dan sementereng apapun tutup botolnya, kalau gak pas yang gak bisa dipakai. Nyari yang pas ini yang kadang bikin hopeless. Gak semua orang yang bagus itu tepat untuk posisi yang kita cari. Dan gak semua orang yang tepat untuk posisi itu ada di waktu yang tepat. 

Dulu, teman saya yang pernah bekerja di perusahaan ternama di Indonesia pernah bercerita bahwa prestasi atau apapun yang dimiliki kandidat yang mau masuk ke perusahaannya tidaklah penting. Yang penting adalah body oke, wajah kece dan kalau digimana-gimanain cuma iye iye. Sayang, perusahaan oke, orang-orangnya ada aja yang gak oke. 

Penampilan memang bisa jadi faktor yang diperhitungkan, dengan catatan posisi yang dilamar membutuhkan penampilan sebagai penunjang. Contohnya posisi customer service, executive secretary, receptionist, sales, dll. Kalau kamu melamar posisi sebagai tax officer atau teknisi misalnya, penampilan akan menjadi faktor kesekian dalam seleksi pekerjaan. Rapi cukup lah ya. Gak perlu menor atau menyebar wangi parfum ke segala penjuru angin. 

Urusan proses rekrutmen dan seleksi bukan hanya berkutat pada pihak eksternal yang berharap menjadi bagian internal perusahaan, tapi juga pihak internal perusahaan sendiri. Pengajuan kandidat kepada user seringkali berbuah nihil seperti kami tak sungguh-sungguh mencari kandidat terbaik. Padahal mereka tidak tahu, mata saya sering jereng menguliti profil pelamar ataupun manusia-manusia yang akan saya lamar eh maksudnya saya beritahu tentang posisi kosong di perusahaan kami. 

Proses rekrutmen dan seleksi itu menarik. Banyak manusia unik dan cerita asyik dan beragam hal yang membuat saya merasa sedang tidak bekerja tapi sedang bersenang-senang. Walaupun di banyak waktu saya sering juga merasakan yang sebaliknya, bukan sedang bekerja tapi sedang berada di neraka. Ah ya, jelas itu hiperbolis, kawan. 

Inti dari tulisan ini adalah penjabaran kata 'tepat'. Bertemu sosok yang tepat untuk tujuan yang tepat dalam waktu yang tepat pula terkadang rumit tiada dua. Maka jangan semena-mena menyalahkan hasil psikotest ataupun recruiter atas ketidakberhasilan Anda dalam seleksi di suatu intansi. Bisa saja, mungkin kamu adalah orang yang terlalu oke untuk posisi tersebut, mungkin juga kamu kurang oke untuk posisi tersebut. Yang jelas, saat itu recruiter beserta jajarannya termasuk user merasa kamu belum menjadi orang yang tepat untuk posisi yang tepat di waktu yang tepat. Tepat, bukan?

Ah ya, jika kamu kebingungan siapa itu 'kami'? Anggaplah saya sedang mewakili para recruiter yang ada di dunia. Hahahaha

Ciparay, 06 Februari 2015

You Might Also Like

1 komentar: