Dengan Kekuatan LinkedIn

February 11, 2015 Qeeya Aulia 0 Comments

Ada yang belum tahu apa itu LinkedIn? LinkedIn itu sosial media untuk professional. Maksudnya, sosial media ini ada untuk urusan yang berkaitan dengan pekerjaan. Isinya hampir sama dengan Facebook. Ada profile, ada message dan ada notification. Bedanya, profil kita disini lengkap dengan pekerjaan (kalau mau melengkapinya dengan jobdesc sih lebih bagus), honor & awards, social activities, dll. Fasilitas pesan hampir mirip seperti FB dan e-mail tentunya tanpa fasilitas chatting. Notification-nya juga persis FB dan Path pada awal kemunculannya. Semua orang yang membuka profil kita akan diberitahu oleh sistem. Jadi, gak bisa diam-diam kepo, Kakaaaak. 

Saya biasa menggunakan ini untuk mencari calon karyawan yang mau isi posisi kosong di perusahaan. Heran ya? Kok kita yang menawarkan pekerjaan? Karena gak semua posisi dengan kemampuan spesifik atau spesial bisa terjaring dengan mudah dari iklan lowongan pekerjaan. Oleh karena itu, saya sangat senang sekali dengan orang-orang yang mengisi profilnya dengan lengkap. Mudah disortir. Hehehe. 

Bagaimana mencari kandidat di LinkedIn? Caranya mudah, tuliskan saja kata kunci pencarian. Bisa nama perusahaan, posisi atau bila sudah punya nama kandidat kamu bisa menuliskan nama kandidat. Setelah itu, selamat berkepo ria. 

Bagaimana mencari pekerjaan di LinkedIn? Lebih mudah. Caranya sering-sering kepo ke akun perusahaan yang kita idam-idamkan. Jangan lupa berteman dengan banyak recruiter dan juga pantau terus status mereka. Selain itu, kamu bisa gabung ke grup yang sesuai dengan pekerjaan yang ingin kamu cari. 

Beberapa bulan yang lalu saya mencari orang untuk mengisi posisi Tax Supervisor. Tax alias pajaknya sih cukup mudah, tapi spesialisasi KITE-nya (ketentuan pajak dari pemerintah untuk barang-barang yang diimpor dengan tujuan ekspor) yang menantang. Dari sekian banyak kandidat yang saya kasih pesan cinta, nyatanya sering ditolak mentah-mentah atau bahkan salah sasaran (ini bego banget sumpah!). Tapi akhirnya dapat juga orang yang memiliki 85% kriteria yang diinginkan dengan potensi berkembang yang cukup besar. Tapi karena yang bersangkutan masih dalam masa percobaan, saya gak pernah bisa tenang. Yaaahh begini nasib jadi recruiter. 

Selain itu, saya juga baru tahu kekuatan LinkedIn lainnya. Hanya dengan membuat status semacam: 
We have a lot of vacancies in PT.blablabala. Like, comment or send me a message for further information.
Orang tersebut sudah dengan mudah mendapatkan calon kandidat lalu dengan mudahnya melakukan sortir profil kandidat di LinkedIn.

Oleh karena itu lengkapnya profil di LinkedIn bisa memudahkan orang-orang semacam saya. Walaupun saya akui terlalu malas melengkapi profil LinkedIn seperti halnya seorang profesional. Fufufufu. 

Memang tujuan dibuatnya adalah tujuan profesional, tapi tetap saja ada orang-orang -yang bahasa kerennya mah- 'manghiwal' dari tujuan utamanya tersebut. Saya pernah mendapatkan 'sapaan hangat' yang jauh dari kata profesional baik dari manusia-manusia pribumi ataupun bule-bule kompeni (padahal gak semua bule kompeni). Menghindarinya bagaimana? Mudah. Abaikan saja. Anjing menggonggong, tuan puteri berlalu. *ceileh.

Ah ya, LinkedIn seperti halnya FB memiliki fitur yang unik, yaitu pengingat ulangtahun dan pengingat anniversary seseorang dengan posisinya. Hanya dengan meng-klik 'say congrats', kamu sudah bisa menyampaikan ucapan kepara orang yang bersangkutan. 

Saya mencoba fitur ini. Berjalan cukup lancar untuk ucapan ulangtahun, tapi tidak dengan ucapan anniv salah seorang rekan LinkedIn saya. Bunyi pesannya kalau tidak salah begini: 

Subject: Congrats!
Hi XXX,
Congratulation! Hope you're doing well!

Regards,
Arrizqiya

Rekan saya itu menjawab

Subject:re: Congrats!
Hi Arrizqiya,
Congrats for what?
Regards,
XXX

Saya lalu menjelaskan bahwa saya mengucapkan selamat atas setahun lamanya ia bekerja di perusahaan itu. Tak lupa saya menjelaskan bahwa saya baru saja mencoba fitur LinkedIn yang bisa membuat saya tahu tentang informasi tersebut. Kocaknya, rekan saya itu kemudian sadar bahwa fitur itu memang ada dan ia juga baru sadar hari itu tepat setahun ia bekerja di perusahaannya sekarang. Saat itu juga saya ingin ngaliang. Hahahaha

Intinya, 'kekuatan' LinkedIn bisa membantu para recruiter dan juga para jobseeker. Jadi, segera buat LinkedIn dan lengkapi profilmu *promotakberbayar

Bandung, 11 Feb 2015

You Might Also Like

0 komentar: