14 September ke-26

September 14, 2016 Qeeya Aulia 0 Comments


Yeay!!! 26 tahun! 

Seharusnya saya sedih atau bergembira ya? Entahlah. 14 September kali ini cukup berwarna. Kamar kos saya penuh balon warna warni. Umur 26 rasa 6 tahun. 

Banyak yang tak terduga di tahun ini. Emosi senang sedih bergantian muncul tanpa ritme yang pasti. Membuat saya menebak-nebak apa akhir dari semua naik turun ini. Sudahlah. Kembali ke 14 September yang ke-26. Alhamdulillah banyak nikmat Allah yang tersebar meskipun bukan naik gaji ataupun bertambahnya penghasilan. Banyak yang menyenangkan. Banyak yang belum sesuai dengan apa yang dibayangkan. Banyak yang jauh dari apa yang direncanakan. Padahal saya sebenarnya tidak punya rencana juga sih. Hahahahaha. 

Di tahun ke-26 hidup di dunia, saya sepertinya semakin sadar, saya tidak benar-benar mampu untuk menangani banyak hal sendiri. Walau saya mulai sedikit demi sedikit menerima diri sendiri, berdamai dengan masa lalu, berdamai dengan kekurangan diri sendiri. Baru sedikit, masih banyak PRnya. Semakin sadar juga bahwa saya butuh bantuan untuk lebih paham apa yang saya inginkan, apa yang ingin saya capai. Saya juga sadar, orang yang membantu saya nantinya juga punya keterbatasan, mungkin saja ia kuat menghadapi saya yang serba kurang, mungkin juga ia menyerah di tengah jalan. Masih banyak kemungkinan.

Sejauh ini, saya pikir saya makhluk mandiri yang sangat siap menerima banyak tantangan kehidupan dengan tangan terlentang. Nyata tidak. Saya masih takut menghadapi ketidakpastian hidup di masa yang akan datang. Saya masih ketergantungan terhadap orang lain.




Saya sibuk membayangkan masa depan, padahal saya tak tahu siapa saja yang tetap ada di masa depan. Sibuk sendiri merencanakan ini itu, padahal saya seringnya lupa memperhitungkan kemungkinan gagalnya. Saya terlalu sering merasa yakin lalu jatuh menangis karena rasa yakin itu bak sebelah telapak tangan yang tak bersambut telapak tangan lainnya. Akhirnya saya belajar, terlalu yakin pada yang tidak pasti membuat tangan hanya melambai, bukan bertepuk tangan. 

Tapi saya cukup beruntung dan berterimakasih karena banyak orang terkasih yang mengasihi saya. Masih ada orang-orang yang membuat kejutan kecil namun membahagiakan. Masih ada kamu yang membuat saya belajar tentang kasih sayang. Masih ada kasih sayang dari keluarga yang tak kurang sedikitpun personilnya. Intinya, saya merasa beruntung dan berterimakasih. Makin lama tulisannya makin kemana-mana. Intinya, terimakasih Tuhan nafas saya masih berhembus dan usia saya menembuh 25 ++



You Might Also Like

0 komentar: