KARENA FILM BERJUDUL PERFECT DAY

September 15, 2011 Qeeya Aulia 3 Comments

Malam ini, jam 12.30 aku terbangun karena suara televisi yang terlalu keras dan lupa dimatikan sebelum tidur. Awalnya, kufikir itu adalah hal terbodoh dan ter-mengesal-kan yang aku rasakan malam ini, tepatnya dini hari ini.

Setelah nyawaku terkumpul sempurna, aku tersadar, yang aku tonton ternyata liputan olahraga yang sama sekali tidak aku mengerti istilah-stilah apa yang mereka pakai dalam laporannya.

Berbagai channel aku coba, berbagai acara kutonton. Mulai dari acara sampah dengan kata-kata sampah. Hingga satu film yang benar-benar membuatku berfikir, mungkin untuk film ini aku bangun dini hari.

Dikisahkan seorang penulis, bernama Robert, mendadak terkenal karena bukunya yang luar biasa. Buku itu terinspirasi dari kehidupan pribadinya. Inti dari cerita itu adalah disaat Rob bertemu seseorang yang selalu berkata padanya bahwa ia sebentar lagi akan mati. Tepat di hari natal tahun itu. Singkat cerita, sosok itu selalu menghantui Rob kemanapun ia pergi. Sosok itu terlalu tahu apa yang hanya diketahui oleh Rob, bahkan tidak diketahui oleh istrinya.

Semakin hari ia semakin yakin bahwa semua sosok bernama Michael itu benar-benar malaikat yang dikirim Tuhan untuk memberitahu ada kesempatan baginya berbuat hal-hal baik sebelum ia mati, terutama memperbaiki bahtera rumah tangganya yang hampir karam.

Ending yang sangat apik disuguhkan disana, ternyata Michael hanyalah seorang doctor yang juga seorang penjaga makam, ia sedang melakukan riset pada orang-orang yang tiba-tiba dikabarkan akan mati beberapa hari ke depannya.

Ada kata-kata Michael yang membuatku tertegun, “….saat seseorang tahu dirinya akan mati sebentar lagi, ia akan sadar orang-orang yang menyayanginya. Ia akan sadar berbagai hal yang ia sia-siakan sebelumnya. Ia akan sadar bahwa ia hidup dan memberikan pengaruh pada hidup orang lain…”

Hey, aku masih hidup dan aku tak tahu kapan hidupku berakhir. Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan. Aku sangat sayang pada kedua orang tuaku yang terlalu sering aku kecewakan. Aku terlalu sayang pada adik-adikku yang selalu setia membantu disaat aku membutuhkan padahal yang mereka terima dariku tak lebih dari kata-kata penuh intonasi tinggi.

Aku ingin berterimakasih pada mereka yang telah rela menerima dengan paksa atau dengan senang hati semua kata-kata yang keluar dari mulutku, kata-kata yang terketik oleh jari-jariku, kata-kata yang menyakitkan hati atau membuat suasana saat itu menjadi buruk seketika.

Aku sayang pada kalian. Orang-orang yang special dan me-spesial-kan hari-hariku. Orang-orang yang secara tak langsung selalu menambah motivasi berprestasiku, walau sampai saat ini belum ada prestasi terbaik yang pernah kuukir untuk mereka.

Sampai saat ini, aku menyesal terlalu banyak berbuat buruk. Terlalu banyak berprasangka tak baik. Terlalu banyak menganggap kebaikan sebelah mata.

Robert telah membuat harinya sempurna dengan menyelamatkan temannya dari PHK karena kedatangannya di pesta natal. Rob datang ke rumah ayahnya yang selalu memanggilnya Einstein karena menurut ayahnya ia bisa melakukan hal-hal hebat jika diberi motivasi lebih. Rob juga pulang kerumah hanya untuk bertemu anak dan istrinya lalu berkata, “Apapun yang terjadi padaku, kalian tahu aku sangat mencintai kalian.”

Lalu, apa yang bisa kulakukan untuk membuat hari-hariku sempurna sebelum aku mati?

Sepertinya aku harus percaya bahwa hidup itu rapuh tapi cinta itu tidak. Maka aku harus mengawali hariku dengan cinta, bukan dengan benci dan dusta.

Sepertinya aku harus percaya bahwa masih banyak kesempatan baik yang mengantri untuk datang dan aku harus mempersiapkan diri untuk pantas mengambilnya.

Sepertinya aku harus percaya bahwa esok akan lebih baik jika aku mengabdi pada yang baik.

Kapan hari sempurnamu akan datang? Kita yang tentukan. Jadi, ayo mulai menentukan! 

Parigi, saat adzan awwal berkumandang.
14 Syawwal 1432H/13 September 2011 M

You Might Also Like

3 komentar: