Posts

Showing posts from June, 2013

Siang itu

Siang itu, iseng kuajak anak-anak perempuan teman adikku untuk berkumpul bersama. Kupanggil mereka satu-satu. Kusediakan kursi dan meja.  "Hari ini bagaimana jika kita bersama-sama belajar bahasa inggris?" tanyaku pada mereka. Sungguh, aku tak mahir bahasa asing itu. Hanya saja aku sedikit (sunggu sangat sedikit) lebih tahu daripada anak-anak kecil itu. Tapi entah mengapa hari itu aku butuh pertolongan dengan melihat wajah-wajah manis mereka.   Kuajak mereka saling menyapa dan bertanya kabar dengan bahasa inggris slank . Tak baik memang, tapi tak apalah. Setidaknya mereka bisa membuatku tersenyum dengan banyak adegan "keceletot" lidahnya. Waktu belajar hanya kusediakan kurang lebih 1 jam saja. Dari jam 11.oo pagi hingga waktu dzuhur tiba. Lucu, saat adzan berkumandang dan kelas kuakhiri, mereka berlarian berebut keluar menuju tempat wudhu. Aih, anda banyak buku bacaan yang bisa mereka konsumsi, aku bisa membuat mereka lebih sering kemari. Menghibur...

Waktu Munculnya Kebaikan

“Anda tidak tahu kebaikan Sultan. Jika anda tahu kebaikan hatinya, maka anda akan menyesal telah mengatakan hal-hal tak baik tentangnya bila saat itu tiba (saat anda mengetahui kebaikan Sultan)” Hasan dalam film Conquest 1453. Aku sedikit tertegun mendengar kata-kata yang diucapkan Hasan, guru pedang Raja Ottoman ke-IV, Mahmud, kepada gurunya yang juga ahli membuat pedang. Aku pernah melewatinya. Saat-saat dimana aku benar-benar menyesal karena berkata buruk dan mempercayai hal-hal buruk tentang seseorang setelah Tuhan membuka kebaikan yang ia lakukan saat aku sibuk mengutuk keburukannya yang ternyata hanya asumsiku saja.  Benar saja kata Nabi kita, katakanlah hal-hal yang baik atau diam. Kadang kita tak tahu betapa orang lain mempercayai kita saat kita tak mempercayainya. Mereka menolong kita saat kita enggan menolong mereka. Mereka memuji kita saat kita mencemooh mereka. Mereka tak seburuk yang kita pikirkan. Ataukah pikiran kita yang cenderung selalu berburuk...

CONQUEST 1453

Perlu saya akui, membaca kembali proposal penelitian memang sangat membosankan. Pasalnya kita tahu betul apa yang kita tulis, dan terlalu percaya diri atas apa yang kita tulis. Ditengah kebosanan, muncul ide untuk menonton film yang telah cukup lama di transfer oleh seorang teman ke computer portableku ini. Judulnya Conquest 1453. Dari cover film sudah terlihat bahwa ini adalah film kolosal yang pastinya banyak adegan-adegan penuh darah. Tapi karena sebelum menonton film ini saya tak melihat cover filmnya terlebih dahulu, jadi rasanya aman-aman saja. Baiklah, mari mulai mereview film yang kutonton tadi.   Sebelumnya mohon maaf bila apa yang saya sampaikan disini ternyata berbeda jauh dengan maksud si pembuat film. Maklum, otak ini kurang asupan sejarah.  Alkisah ada seorang anak raja dari kerajaan Ottoman bernama Mahmud. Ia pernah naik takhta di usia 12. Namun kemudian digulingkan oleh Halil Pasha, kemudian naik takhta kembali saat ayahnya meninggal. Ia digulingk...

HARMONY

Beberapa hari yang lalu lagi-lagi kutonton film yang ada. Salah satu film dari film yang kutonton adalah Harmony. Kupikir ini seperti film August Rush, tentang composer, music dan mungkin tentang harmonica. Entah darimana pikiran itu muncul, aku pun tak tahu. Yang jelas, dari awal kutekan tombol play, aku tak berani berekspektasi berlebihan.  Film ini berasal dari negeri Gingseng yang sedang perang dingin (eh apa perang panas, ya?) dengan tetangganya di bagian Utara.   Diawali dengan adegan seorang ibu melahirkan. Linu, ngeri dan lucu bercampur menjadi satu. Tak lama, anaknya lahir dan berjenis kelamin laki-laki. Singkat cerita, usia anak bernama Moo (anak laki-laki tadi) menginjak 1 tahun. Seorang wanita tua menjahit baju lucu untuk si kecil. Adegan berganti dengan dua orang tahanan memaksa tahanan lain memberi hadiah. Awalnya aku heran, mengapa film ini bersetting di dalam penjara. Tapi beberapa menit kemudian pertanyaan itu terjawab. Ibu Moo adalah salah seora...