Posts

Showing posts from March, 2011

Kamar hijauku

Hari ini, entah hari keberapa saya berkemah di luar rumah sebagai anak kos. Kenapa saya katakan berkemah? Karena kamar ini rasanya sudah seperti tenda di perkemahan yang hanya dihuni oleh empunya di pagi dan malam hari saja. Sebenarnya memang terlalu jauh jika dibandingkan dengan perkemahan, tapi saya teringat sejenak pada salah satu guru super hebat saya, KH. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. kata beliau (kurang lebih) seperti ini, “Kita ini hidup di dunia hanya berkemah saja. Sejenak menetap disini, sejenak berada disana, dan dimana-mana. Bahkan ada yang jam 8 pagi ada di Sumatra, jam 11 pagi sudah ada di Surabaya bahkan esoknya sudah ada di Dubai sana.” Ya, hidup itu hanya berkisar masalah “menginap” saja. Toh, sudah bukan rahasia lagi jika lebih banyak orang yang “hidup” di luar rumahnya. Kembali ke cerita saya tentang kamar kos bercat hijau ini. Tempat ini hanya berpenghuni dari sekitar jam 18.00 – 09.00 WIB, sisa waktunya ia bertemankan lampu yang padam dan pintu yang terk...

“RIN, KAU BAIK-BAIK SAJA?”

Aku benci tatapan itu. Sunggguh. Benci karena aku tak bisa bersikap seperti yang aku inginkan. Bersikap kasar padamu dan berkata “Aku benar-benar muak!”. Tapi, aku tak bisa. Entah karena apa. Karena kau kini ada di dekatku, kah? Atau karena memang aku tak pernah membuka topeng manisku di hadapanmu? Argh, kau terlalu membuatku merasa bodoh, merasa lemah dan merasa tak berdaya. “Rin, kau baik-baik saja?” Suara itu menghancurkan kembali kata-kata jahat yang sudah ku susun. “Hem..”, aku mengangguk lemah. “Baik kalau begitu, aku pergi dulu”, pamitnya. Aku menatapnya tak percaya, bahkan kami tak menghabiskan waktu lima menit untuk bertemu dan ia hanya berkata “Rin, kau baik-baik saja?” lalu dengan mudahnya meninggalkanku begitu saja?! Cih, menjijikan! Selalu seperti itu. Ia tersenyum membalas tatapan tak lazim dariku seraya berkata, “Nanti ku usahakan untuk menghubungimu lagi.” Dan sosoknya pun hilang di tengah keramaian di luar café tempat kami bertemu tadi. Sungguh, aku tak tah...