Posts

Showing posts from December, 2012

AKHIR TAHUN

Wow, akhir tahun datang juga! Terlalu banyak cerita menarik di tahun ini. Mulai dari A-Z, 1-tak terhingga. Semuanya menyenangkan, mengasyikkan dan menambah ilmu. Entah itu ilmu pasti, tak pasti bahkan filosofi. Ah ya, tahu apa aku tentang ilmu. :) Puji syukur pada Tuhan Yang Maha Segalanya. Tahun ini lagi-lagi penuh berkah dan kemajuan. Walaupun banyak juga tantangan dan hambatan yang sempat membuat patah arang, namun Ia menunjukkan padaku bahwa itu tak pantas dilakukan. Walau banyak aral melintang, Ia selalu mempertemukanku dengan orang-orang yang tepat, cara yang tepat, waktu yang tepat dan dilengkapi dengan cara menegur yang tepat. Ah, Tuhan Kau sangat baik padaku ({}) Kucoba telusuri tulisan-tulisan lamaku selama tahun 2012 ini. Cukup banyak ternyata, ada 77 tulisan iseng, termasuk tulisan berbobot minus didalamnya. Aku tak pandai menulis dan merangkat kata dengan baik, kawan. Tapi dari tulisan-tulisan itu sedikitnya membawa pikiranku melesat mundur ke masa-masa 12 bulan ...

UDARA KAMI

Journalist Psychology Community. Komunitas Jurnalis di Fakultas Psikologi ini lebih sering disebut JPC. Sebuah wadah yang diperuntukkan bagi mahasiswa Fak. Psikologi di UIN SGD BDG. Bukan hanya menelurkan tulisan, JPC juga membuka pintu mereka lebar-lebar untuk para mahasiswa yang ingin bereksplorasi dalam bidang fotografi. Anggotanya terdiri dari mahasiswa Fak Psikologi berbagai tingkatan yang tak bisa kusebutkan satu persatu. Dulu aku pernah terpikir membuat komunitas seperti ini, namun karena konsep yang kurang matang akhirnya kandas juga. Tapi JPC, tidak demikian adanya. Komunitas yang diprakarsai oleh orang-orang kreatif luar biasa ini kuyakin bisa bertahan hingga akhir kepengurusan kami, kalau bisa menjadi komunitas yang terus hidup tanpa batas kepengurusan. Tuhan, betapa membuat kegiatan yang kontinyu adalah hal yang tak semudah kupikirkan. Tapi keraguanku rasanya bisa dijawab dengan pembuktian oleh para pengurus andal kami : Annisa Nursyamsi, Nadrian Akhsanov, Lubi Nurzam...

TRAINING OF TRAINER, LANGKAH AWAL KEPENGURUSAN KAMI

“ Kalian harus menciptakan sistem, agar pengurus selanjutnya tinggal meneruskan estafeta perjuangan kalian.”  Begitulah sedikit kutipan berharga dari para narasumber kami di tengah-tengah kegiatan internal pengurus SMF Psikologi UIN SGD BDG yang kami beri nama “Training of trainer”. Sebenarnya kegiatan kami ini adalah kegiatan pembuka dari rangkaian kegiatan yang telah kami tetapkan menjadi program kerja selama kami menjabat menjadi pengurus Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Dalam acara ini kami diberikan pengarahan awal oleh para senior kami dalam berbagai hal. Mulai dari materi dasar keorganisasian, hingga administrasi organisasi. Antusiasme teman-teman kami, para pengurus SMF Psikologi UIN SGD BDG seakan membludak. Hanya beberapa orang saja yang tak bisa hadir di acara yang sangat menginspirasi ini. Sungguh, aku secara pribadi merekomendasikan acara ini harus tetap ada di setiap kepengurusan SMF kedepannya. Disini k...

SEMINAR NASIONAL : WUJUD KEMAMPUAN MAHASISWA PSIKOLOGI UIN SGD BDG

Resah. Itu yang kurasakan saat mendapat kabar pemateri seminar nasional kami tidak bisa hadir dalam acara yang kami canangkan. Sungguh, kabar itu adalah kabar yang tak kami persiapkan adanya. Di tengah keresahan kami, narasumber yang kami hubungi dengan baik hati mencarikan pengganti mereka untuk acara ini. Dan terpilihlah dua pemateri yang dapat menjadi narasumber kami di acara ini : Sekjen Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia, Sus Budiharti, S.Psi., Psikolog dan Bidang Kompartmen Organisasi Himpunan Psikolog Indonesia, Dr. Andik Matulessy, M.Si., Psikolog.   Kau tahu, mereka lebih dari sekedar luar biasa! Keresahan kami benar-benar tak beralasan. Acara kami berjalan lancar meskipun dimulai lebih lama daripada waktu yang dijadwalkan. Peserta berdatangan dari berbagai universitas. Bahkan, yang kami tidak habis pikir, ada beberapa peserta yang datang dari luar kota dan beberapa dosen muda yang hadir di acara kami. Betapa kami merasa penting di hari itu....

RENCANA TUHAN RENCANA KEBAIKAN

Ponselku bergetar. Satu pesan kuterima jam 2 dini hari. Kubuka pesan itu, kubaca pengirim dari pesan singkat dini hari : Bidang 2. Satu lagi pesan singkat dari bidang penegakan kode etik dan akhlakul karimah. Entah apa yang ada dipikiran mereka. Dengan ikhlas tanpa paksaan menyebarkan pesan singkat yang berisi kalimat-kalimat penuh ‘ibroh dan hikmah. Tuhan, lagi-lagi Kau pertemukanku dengan orang-orang baik tiada dua. Di lain malam kuterima nomor itu menghubungiku tepat di sepertiga malam. Aku yang terlalu terlelap merasa malu dan menyesal mengapa aku tak mudah terbangun seperti orang lain. Malam itu, ada 3 panggilan tak terjawab dan 1 pesan singkat dari nomor yang sama. Segera kubuka pesan singkat dari nomor itu, membaca pesan itu saja sudah membuatku lemas karena malu. “Teman, kok ga diangkat? Yuk, sholat malam. Tetap HAMASAH!” Kurang lebih begitulah bunyinya. Aih, ketua macam apa aku ini? Bangun sepertiga malam saja susah tiada dua L Begitulah yang terjadi setiap d...

PEMAIN, PELATIH, SUPPORTER DAN KAMI

GOL!!! Teriakan demi teriakan semakin membuat pengang telinga. Sungguh, tak ada yang membahagiakan selain melihat perjuangan teman-teman kami dilapangan yang tidak hijau di depan sana. Kurang dari dua puluh orang berlarian kesana kemari, mengejar benda bulat kecil bernama bola. Sikut sana sikut sini biasa terjadi. Aih, betapa gemasnya melihat gawang lawan sulit sekali dijebol. Betapa menegangkannya melihat gerombolan lawan mendekat ke gawang kami. Aku hanya bisa menonton mereka yang berjuang membawa nama Fakultas Psikologi UIN Bandung. Aku tak bisa bermain futsal, bola ataupun permainan olahraga lainnya. Aku hanya supporter abadi yang hanya bisa berteriak menyemangati. Tabuhan drum semakin bertalu-talu, membuatku hanyut dalam semangat bersama supporter lainnya. Sungguh, Aku tak pernah sesemangat ini! Yeah! Tim kami lolos ke babak berikutnya. Sebenarnya aku tak begitu peduli apakah kami menang atau tidak, karena menurutku yang penting adalah prosesnya. Menang dan kalah han...

MEMBANTU, DIBANTU, BANTUAN

Untuk apa pintar bila tak mau dan mampu untuk berbagi? Untuk apa mampu bila tak bisa dan tak mau mengabdi? Untuk apa ada di dunia bila tak bisa membantu orang lain? Untuk apa ada SMF Psikologi di Fak.Psikologi UIN SGD BDG bila tak mampu mengabdikan diri pada masyarakat dan tak bisa membantu orang lain yang tertimpa musibah? Bandung kami tertimpa musibah. Bandung selatan terendam tiada ampun setelah diguyur air hujan tiada henti. Kami resah. Hati teman-temanku tergerak untuk cepat memberikan bantuan. Tapi dengan wujud apa? Dana kemahasiswaan kami tersendat tutup buku. Saku para pengurus sudah kosong untuk berbagai acara sebelumnya. Kemudian kami tersadar, di dunia ini kami tak sendirian. Kami mencoba mengetuk hati setiap orang di setiap elemen fakultas Psikologi untuk ikut membantu masyarakat Bandung Selatan khususnya Soreang.   Hasilnya, baju-baju layak pakai, selimut hingga lembaran demi lembaran uang terkumpul. Sungguh, kami percaya Kau takkan membuat kami tinggal diam meli...

LOGIKA DAN LOGISTIK

Tumpukan kardus makanan kecil tertata rapi di sekretariat kami. Beberapa orang sibuk membentuknya menjadi kardus cantik pembungkus makanan. Beberapa yang lain sibuk memasukkan makanan kecil dalam setiap kardusnya. Peluh keringat mereka tak pernah mereka hiraukan. Betapa konsentrasinya mereka memastikan pelayanan terbaik yang dapat mereka berikan untuk para pelanggan. Mereka memanfaatkan peluang yang ada. Peluang yang bisa menghasilkan uang untuk menjalankan program kerja SMF Psikologi UIN SGD BDG kedepannya. Mereka itu pahlawan kami, orang hebat yang terkumpul dalam sebuah wadah bernama bidang kewirausahaan. Praktikum Psikodiagnostika menjadi salah satu ladang dimana mereka bisa mencari celah itu. Sayangnya, aku tak bisa banyak membantu. Hari minggu pagi tiba. Pasukan kardus berisi makanan berat dan makanan ringan siap untuk diedarkan. Namun ternyata pengiriman pesanan tak semulus yang dipikirkan. Tapi terlepas dari semua itu, pelanggan tetap mendapatkan pelayanan terbaik yan...

KAJIAN ILMIAH DI RUMAH KAMI

Puluhan sorot mata terpaku ke depan. Seorang pembicara dengan lugas merangkai kata menjelaskan tentang materi yang mereka sampaikan. Aih, sungguh aku tak tahu mengapa rasa bahagia karena berkumpul di majelis ilmu ini begitu meluap. Anggukan pendengar yang memberikan arti ambigu, antara mengerti dan sebaliknya. Tapi itu tak penting, yang penting adalah bagaimana usaha dan niat baik para punggawa dibalik kegiatan ini bekerja. Yang penting adalah bagaimana mereka begitu berusaha menciptakan iklim akademik dan keilmuan di rumah kami. Yang penting adalah bagaimana ilmu-ilmu yang dibahas oleh para pemateri benar-benar menambah wawasan baik pendengar maupun penyelenggara. Yang penting adalah, kami tahu yang kami selenggarakan adalah hal penting yang penting untuk dipentingkan. Kegiatan ini kami beri judul, kajian ilmiah. Kegiatan yang diprakarsai oleh 5 orang hebat dari bidang pengembangan intelektual SMF Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini adalah awal langkah menumbuhkan kemba...

BELAJAR DARI RAKORNAS ILMPI KE-II

Entah kalimat apa lagi yang harus kutuliskan disini. Yang jelas, kata “terimakasih” saja sudah menggambarkan betapa bersyukurnya aku bisa menjadi bagian dari kepanitiaan rapat koordinasi nasional (RAKORNAS) Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) yang ke-II. Aku, kami, mahasiswa Fak. Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung benar-benar bahagia dan bangga bisa menjadi bagian dari ILMPI. Mengapa? Karena disini kami bisa bertemu dengan mahasiswa Psikologi di berbagai Universitas di Indonesia. Disini kami bisa merasakan bagaimana dinamika organisasi yang sarat dengan perbedaan kultural. Disini kami bisa merasakan bagaimana kami sebagai mahasiswa psikologi dapat berpengaruh secara nasional. Disini kami menjalin silaturahmi secara personal dan lembaga yang mungkin saja tidak dapat ditemukan di tempat lain. Disini kami merasa kami satu keluarga. Acara nasional yang kami persiapkan dengan waktu yang teramat singkat ini membuat kami banyak belajar. Belajar mengorganisasikan k...

TERIMAKASIH AKU BAHAGIA

Bahagia itu sederhana, sesederhana kehadiranmu. Denganmu, semua hal bisa menjadi sebab kebahagiaan. Karenamu, semua hal kecil yang biasa menjadi luar biasa. Bersamamu, hari-hari yang berlalu dengan membosankan berubah menjadi menyenangkan. Intinya, bila ada kau, kadar bahagiaku bertambah. Kau tahu, diammu saja dapat membuatku tenang. Senyummu saja dapat membuatku terbang. Tawamu saja dapat membuatku mabuk kepayang. Entah bagaimana sederhananya kau mempengaruhi kehidupanku. Pengaruhmu seperti pasir dari letusan gunung merapi. Datang tiba-tiba dengan kuota yang berlebihan. Sayangnya, aku tak tahu mengapa kau datang pada saat ini, dengan cara seperti ini dan mempengaruhiku seperti ini. Negatifkah? Positifkah? Aku tak tahu. Apalah yang kutahui tentang kau. Aku tak tahu apa-apa.  Sayang, kau seperti riak ombak yang datang bergerombol lalu kemudian pergi sedikit demi sedikit. Andai kubisa mengandaikan kau dengan lebih baik, sayangnya kutak bisa karena ku tak tahu arti semua...