Posts

Showing posts from September, 2014

#20 Facts About Me

Akhir-akhir ini, hastag #20factsaboutme sepertinya menunjukkan kekinian manusia yang menggunakannya. Karena saya adalah salah satu orang yang tergila-gila dengan aktulitas dan kekinian, sepertinya sayang bila tidak mengikuti tingkah aneh manusia aneh di dunia yang super duper aneh ini. So, here are 20 facts about me! Anak pertama dari 6 bersaudara. Saya punya adik paling besar kelahiran 1992 dan paling kecil kelahiran 2004. Pikirin aja sendiri berapa jarak rata-rata kelahiran setiap anaknya. Tengilnya mereka gak ada dua. Tapi selalu bikin bangga. Sebagai anak pertama, saya dengan senang hati mengatur mereka semua. Hahaha. So, sikap nge-bossy saya ya tuntutan posisi jadi anak pertama *ngeles Suka nulis, curhat dan merangkai kata di berbagai platform social media sampai-sampai dianggap selalu galau setiap saat.  Jatuh cinta dengan diksi berbeda dari rangkaian kata di cerita, prosa, hingga lirik lagu.  Pelupa. Sepertinya saya terkena pause playing syndrome  alias dul...

Saat Kita Menua

Masa itu akan benar-benar menjadi nyata. Masa dimana kita berjalan terpogoh-pogoh lalu dengan mudahnya merasa lelah. Masa dimana kita tak kuat menaiki banyak tangga. Masa dimana kita semakin menua. Masa dimana kau dan aku merenungi banyak hal yang telah kita lalui bersama. Senang, sedih, bahagia, kecewa, serba serbi rasa yang membuat dunia menjadi berbeda.  Masa itu akan benar-benar menjadi nyata. Disaat mata kita sudah mulai melemah fungsinya. Saat gerak tubuh kita tak gesit seperti sebelumnya. Saat rambut hitam kita sudah tak bisa lagi dihitung jumlahnya karena sudah memutih semua. Saat dimana kita semakin menua.  Aku ingin melalui masa itu. Masa dimana kita menjalani banyak hal bersama. Masa dimana kita menua bersama sampai salah satu dari kita lebih dulu menemui pencipta-Nya.  Pertanyaan, sekarang kau masih dimana dan kapan kita bertemu agar bisa tumbuh hingga menua bersama?

14 September ke-24

Wuiiih . Tak menyangka saya masih dipercaya Tuhan untuk hidup di tahun ini. 24, bro! Tuanya gue ! Haha .  Setahun kemarin adalah waktu yang berharga. Dipenuhi orang-orang berharga yang tidak ada harganya lagi saking terlalu berharga. Setahun yang penuh lika liku drama yang tak pernah diprediksi ada sebelumnya. Setahun yang memberikan banyak hal baru dan juga beragam warna. Setahun kemarin adalah waktu dimana gradasi terjadi disana-sini. Dari warna yang kuat hingga kemudian memudar. Dari warna yang pudar kemudian menguat lalu kembali memudar lagi. Gradasi berdampak pada naik turunnya emosi. Mungkin itu adalah isyarat bahwa kebutuhan dasar lainnya perlu dipenuhi 14 September ke -24. Titik refleksi yang menyadarkanku bahwa aku belum berbuat apa-apa. Bahwa aku belum siap mempertanggungjawabkan apa-apa. Bahwa aku, masih tetap bukan apa-apa, bukan siapa-siapa. 

Il Mare

Image
Il Mare. Begitulah judul dari film Korea yang kutonton malam itu . Judul yang aneh, pikirku . Saya tak berespektasi banyak. Pasti ada wanita keras kepala yang berani dan polos jatuh cinta pada lelaki kasar yang tidak tahu cara mengekspresikan cinta. Tidak semua film Korea seperti itu memang, tapi tak banyak yang berbeda dari itu. M ungkin juga banyak yang memiliki plot cerita yang apik namun saya tak tahu. Yah intinya , I expect too low to this movie. Yang terpenting adalah, malam itu saya ingin menonton sesuatu yang ringan dan mudah dicerna. Film cinta khas Korea menjadi pilihannya. Sejak kapan cerita cinta terasa sulit dicerna? Sejak kau sendiri yang melaluinya *eaaaa Saya akan bercerita secara singkat tentang film ini, tapi mohon maaf sebelumnya, saya lupa semua nama pemerannya (bahkan pemeran utama sekalipun). Entah pelupa atau malas mengingat, yang jelas saya tidak akan menyebutkan nama mereka disini.  *** Il Mare kisah tentang sebuah rumah unik di ...