GURITA
Lagi-lagi sore hari. Di kelas mata kuliah tersusah yang pernah aku masuki. Satu persatu psychogram dianalisa. Satu persatu kepribadian dan dinamikanya terungkap. Semua terungkap sekilas saja, hanya sebentar dan menurut "Sang Pembaca" itu hanyalah hasil menebak. Menebak yang tepat sasaran. Kuliah diakhiri dengan hamdalah. Kami bersiap pulang. Salah satu temanku mendekat dan berkata, "Ki, maaf tadi salah satu yang dibacakan adalah punyamu." DEZING!!! Sudah kuduga. Sungguh, aku tak kaget. Tapi hanya terkejut. Lalu apa bedanya? :D Entah mengapa, rasanya apa yang diucapkan dosenku itu bukan hanya menerka saja. Serius, seratus persen "tebakan" beliau benar. "Pemberontakan" yang tak terlaksana. Topeng anak baik. Pemikiran picik yang sebenarnya sering terlintas di pikiranku juga tepat. Dulu, karena kongsi antara aku dan dia (tokoh yang enggan kusebut namanya), yang terpikir hanya satu. Saat kubesar nanti, aku akan pergi jauh. J...