Posts

Showing posts from November, 2011

HUJAN JANGAN MARAH

Image
Hujan, jangan kau marah… Mungkin kau terlalu marah pada orang-orang yang mencaci dan memaki kedatanganmu. Kau dituduh mendatangkan banjir, padahal banjir terjadi karena ulah mereka yang membiarkan sampah bertebaran dimana-mana. Kau dituduh menyebarkan penyakit, padahal penyakit datang karena sebelum datangnya dirimu mereka sudah memamah biak bibit-bibit penyakit itu. Kau dituduh menghambat pekerjaan mereka, padahal sedikitpun kau tak pernah membuat mereka menunda pekerjaannya. Kau dituduh sebagai perusak jalan, padahal memang jalanan itu yang sudah ringkih dan sepertinya berbahan kualitas dua atau bahkan kualitas tiga. Kau dituduh membuat mereka lebih nyaman berleha-leha daripada bekerja keras untuk sesuatu yang lebih baik untuk hidup, padahal kau tak pernah ikut campur dalam kemalasan dan kejengahan mereka. Hujan, jangan kau marah… Aku tak pernah membencimu walau terkadang aku menghindar kuyup saat kau datang. Aku tak pernah ingin melenyapkanmu karena kutahu ada beberapa pihak yang sa...

JEMBATAN BAMBU

Image
Hari ini sama seperti kemarin. Aku menyusuri jalanan kampung untuk pergi ke tempatnya para intelek muda belajar, universitas, meskipun mungkin faktanya banyak intelek muda tak datang dari sini. Tak jarang mereka yang ada disana hanya bisa menggosip dan ketawa hahaha hihihi bagai tak ada beban yang dipikul masing-masing pribadi. Hah, sudahlah. Aku tak sedikitpun akan membahas tentang Universitas.  Di jalanan itu, aku menemukan satu jembatan bambu ditengah banyaknya jembatan beton yang terlihat gagah dan kuat, walau tak jarang, banyak bopeng buruk penunjuk kerusakan sebagian dari mereka (jembatan beton). Pikiranku mengelana. Seperti biasa, bertanya-tanya. Mengapa hanya ada satu jembatan bambu? Aku membayangkan bagaimana berjalan dan berdiri ditengah jembatan bambu. Takut. Aku membayangkan diriku ketakutan karena bunyi dan goncangan-goncangan yang terasa di setiap langkah kakiku. Aku takut tidak dapat berdiri tegak. Berbeda bila aku bayangkan aku berjalan dan berdiri di tengah-t...

BUNGA RUMPUT BIASA

Image
Katanya, aku juga sama-sama bunga. Sama seperti mawar yang melambangkan tanda cinta. Sama dengan anggrek yang harumnya tak hilang hingga sebulan lamanya. Sama dengan bunga sepatu yang membuat orang mabuk kepayang karenanya. Aku sama dengan mereka. Hanya satu yang tak sama. mereka kadang lebih tinggi dari rumput hijau yang menghampar. Lebih dianggap anggun dan menyimpan sejuta makna  yang mendalam. Lebih mewah daripada bunga-bunga lainnya. Lebih mewah dibandingkan aku, lebih tepatnya. Aku tak iri. Sama sekali tak iri. Karena mawar terlalu dipermasalahkan karena duri-duri tajamnya. Anggrek terlalu diburu karena harum dan uniknya. Kecubung terlalu memabukkan dan membuat beberapa manusia "tergila-tergila" karenanya. Dan aku? Aku bisa bebas menghirup udara segar. Tanpa takut diburu oleh banyak orang. Tanpa takut dijadikan bunga-bunga perlambangan rasa cinta dan kasih sayang. Tanpa takut menjadi hiasan ruangan. Tanpa takut membuat banyak kerusakan karena memabukkan. Resiko hi...

COKLAT KOIN EMAS

Image
Beberapa hari yang lalu, aku bercanda dengan seorang teman tentang sebuah coklat yang masih bertahan "hidup" hingga saat ini. Berbagai bentuk dan merek coklat disebutkan. Sampai akhirnya, satu kalimat yang menggambarkan satu jenis coklat yang sejatinya tak pernah lekang dari ingatanku hingga detik ini.  Coklat koin emas. Kau pasti tahu, bagaimana bentuk coklat yang kumaksudkan disini. Yup, bentuknya biasanya bulat, dengan cetakan yang menonjol keluar dan serupa dengan tonjolan kertas emas yang membungkusnya. Seperti sebuah uang koin emas. Bentuknya sederhana, sangat sederhana. Tapi tak sesederhana itu maknanya bagiku.  Bulatan berwarna kuning keemasan itu sempat mempunyai gradasi rasa yang berbeda. Awalnya rasa coklat ini seperti coklat biasa, seiring berjalannya waktu, rasanya bisa melebihi coklat terenak di dunia sekalipun. Tapi sayang, gradasi rasa itu bak pelana kuda yang naik dan turun. Usai mencapai gradasi tertinggi dengan rasa terenak di dunia, coklat koin emas y...

BERKURBAN UNTUK KEBERSAMAAN

Image
Kurban itu lebih dari sebuah acara atau kegiatan menyembelih hewan kurban di hari Ied Adha yang mulia. Bukan juga ajang untuk memamerkan kemampuan untuk berbagi. Apalagi ajang untuk saling berlomba-lomba mengurbankan hewan termahal untuk kepentingan pribadi. Dulu, orang-orang Mesir mengorbankan gadis-gadis tercantiknya untuk jadi kurban yang dipersembahkan untuk Dewi Sungai Nil. orang-orang yang tinggal di Kanada dan irak mengorbankan bayi-bayi lucu mereka untuk Dewa Matahari. Tak jauh berbeda dengan kondisi di Eropa Utara, Skandinavia, mereka mengorbankan para pemuka agama sebagai sesembahan untuk dengan Perang "Odin". Keputusan Tuhan datang dengan perantara Ibrahim dan anaknya, Isma'il. yang diperintahkan-Nya untuk menjadi kurban, akhirnya digantikan binatang kurban.  Kejadian ini penuh filosofi yang sangat bermakna dan mendalam. Yang harus dibunuh dalam diri manusia adalah sikap-sikap kebinatangan, seperti ambisius, rakus, suka menindas, suka menyerang, tidak mengen...

HUJAN ITU...

Image
Hujan itu datang lagi. Tepat di tanggal satu bulan November ini. Sejuk memang, tapi mengapa terasa begitu menyesakkan? Apa karena aku yang terlalu sesak dengan berbagai urusan yang menyesakkan dada? atau karena aku yang terlalu bosan untuk berfikiran nyata dan apa adanya? Hem, rumit. Sungguh rumit. Afeksi tak pernah mudah dan tak berbelit. Sayangnya aku tak pernah mulus untuk berkelit. Paradoksk. Paradoks tak bernama dan tak ingin kuberi nama walau sekata. Hujan itu datang lagi. Datang dengan semua tumpahan dengan puluhan barel air yang membasahi sana sini. Hingga kotaku sejuk lagi. Hingga aku kembali berfikir untuk bangun dan sadar kembali. Tulisanku rasanya tak pernah serumit ini. Bingung mengungkapkan. Tak mampu ku merefleksikan. Baik konten maupun feeling. Semua kacau. Seperti hujan deras yang tak mampu tertampung oleh dangkalnya waduk dan kolam yang ada. Seperti luapan bah yang banyak menelusup dan memenuhi selokan. Kacau. Kacau. Kacau. Hujan itu membuatku kacau. Bukan ten...