Posts

Showing posts from June, 2015

Kapan ke, Dari

Image
Saya punya kebiasaan minta oleh-oleh yang bisa dititipkan kepada siapapun yang sedang bepergian. Saya tidak minta dibelikan gantungan kunci atau postcard bahkan coklat dan apapun yang bisa menambah biaya perjalanan teman saya membengkak (setidaknya bertambah). Saya gak setega itu. Saya hanya minta doa dan foto dari tulisan ajakan yang dipotret dari tempat terindah yang mereka kunjungi. Proyek meminta oleh-oleh ini saya beri nama: Kapan ke, Dari. Terimakasih a Indra, Tony dll yang sudah TIDAK LUPA ngasih oleh-oleh ini (soalnya kebanyakan malah lupa karena yang diminta bukan berupa barang. Hahaha). Kapan ke Uzbekistan? Dari Tony. Kapan ke Uzbekistan? Dari Tony.

Stabil

Stabil. Menurut KBBI, stabil berarti mantap, kuku, tidak goyah, tetap jalannya, tenang. Siapa sih yang tidak suka kondisi stabil? Ah ya, ada saja orang-orang yang menyukainya, mereka orang-orang yang mudah beradaptasi dengan perubahan. Bagaimana yang tidak? Itulah persoalannya.  Beberapa waktu yang lalu ada seorang teman yang baru saja diterima bekerja secara temporal di sebuah perusahaan multinasional. Meskipun pekerjaannya sangat bertolak belakang dengan latar belakang pendidikannya, teman saya itu tetap memutuskan untuk mengambil tawaran pekerjaan tersebut. Namun baru seminggu, triger stress seolah-olah menghantuinya.  Ia mengeluhkan minimnya arahan dari superior, rumitnya tugas dan dampaknya terhadap psikisnya. Saat itu saya baru tahu ada riwayat hyperstress yang pernah ia alami karena beberapa masalah di perkuliahan dan kehidupannya beberapa tahun yang lalu. Ia takut riwayat sakitnya akan terulang bila ia terus bergelut dengan pekerjaannya sekarang.  De...

Review: Gadis Pantai

Image
Malam itu tiba-tiba saja saya ingin membuka akun twitter. Entah pasal apa, tiba-tiba saya sibuk membaca kicauan-kicauan dari @PramQuotes yang berisikan kutipan kata-kata bijak dari sastrawan ternama Indonesia, Pramoedya Ananta Toer. Tiba-tiba, saya menemukan akun @susastra_ dan ternyata akun ini menjual buku-buku Pram. Tertariklah saya pada paket buku bernuansa wanita: Gadis Pantai, Larasati dan Cerita Calon Arang. Sebetulnya, saya agak trauma dengan tulisan Pram. Sejak membaca Manusia Bumi dan satu lagi saya lupa judulnya, selalu saja ada bagian cerita tentang zina sang tokoh utama. Namun Pram dengan apik membalutnya dengan kata-kata yang menurut saya mengurangi kadar mesumnya. Berharap di buku itu tak ada hal negatif yang sama, akhirnya saya pesan paket murah-meriah tersebut.  Paket datang sekitar 5 hari setelah pemesanan. Gadis Pantai adalah buku pertama yang saya baca. Cerita tentang brengseknya para priyayi yang pintar mengaji dan tak pernah absen sholat 5 kali ...

Secuil Cerita tentang Keluarga

Image
Yeah, entah kenapa hari ini ingin bahas salah satu topik yang menurut saya termasuk privasi: keluarga. Sejujurnya, saya kurang merasa nyaman bila ditanya tentang hal-hal yang menyangkut tentang keluarga. Apalagi kalau baru kenal, eh udah nanya tentang keluarga, males deh. Tapi kali ini saya mau curcol tentang keluarga saya. Sebagai anak CEWEK pertama dari 6 bersaudara (adik saya gak ikut foto bareng karena belum balik dari tugasnya sebagai pelajar di Univ Al-Azhar, Kairo, Mesir), saya pernah merasa sangat malu dan sering berbohong saat ditanya jumlah saudara kandung. Dipikiran saya, angka 6 itu banyak sekali. Apalagi rata-rata teman-teman saya hanya 2-4 bersaudara, malah banyak juga yang jadi anak tunggal. Jadi saya sering bohong kalau ditanya jumlah saudara kandung. Saya sering jawab "punya adik perempuan dan adik laki-laki". Titik. Secara rasional sih betul ya, orang-orang yang dengar jawaban saya pasti mikir kalau saya 3 bersaudara, padahal mah 2 adik perempuan dan 3...

Wanita Cantik vs Nasib Baik

Image
Cantik. Hampir setiap wanita ingin menjadi cantik, menjadi menarik, menjadi berbeda dengan wanita lain atau sama dengan para wanita di atas rata-rata. Walau banyak juga wanita yang tak begitu ingin cantik, tapi rasanya agak mustahil rasa itu tak pernah muncul di hatinya. Supaya yakin dirinya tetap cantik, banyak wanita melengkapi bawaanya dengan make up dan cermin. Kau tahu, cermin dalam bahasa arab mir-atun. Sedangkan wanita dalam bahasa arab yaitu mar-atun. Mirip ya? Mungkin karena wanita suka bercermin dan cermin identik dengan wanita. Tapi saya tak akan bahas tentang sejarah cermin dan sejak kapan wanita suka bercermin. Kembali ke cantik. Saya pernah membaca sebuah candaan dimana wanita selalu mengeluhkan kondisi wajah dan tubuhnya di setiap pagi saat bercermin. Sedangkan para lelaki selalu dengan PDnya meyakini 'kegantengan' mereka saat bercermin di pagi hari. Sebegitu ingin cantik kah wanita? Namun saya selalu menemukan cantik tak saja identik dengan hal-hal yang ...