Posts

Showing posts from October, 2013

HIDUP DAN MOTOR

Pagi tadi sama seperti biasanya. Udara terasa segar. Burung-burung masih riuh berkicau. Kendaraan roda empat hilir mudik di jalan kecil di desa kami. Hal yang tak biasa adalah pada kegiatanku pagi itu. Aku tak berkutat dengan setumpuk cucian di rumah bagian belakang. Bukan pula diam di depan laptop dengan kening berkerut dan pikiran yang tak karuan. Pagi itu aku dan adikku memutuskan untuk pergi dari rumah. Menuju jalan raya yang cukup jauh dari rumah kami.  Adikku memanaskan mesin motor. Aku mencari-cari sandal yang selalu malu-malu dan bersembunyi entah dimana saat akan kupakai. Setelah semuanya siap, kami berdua bergegas pergi keluar rumah dengan kendaraan roda dua itu. Tinggal dan berada di lingkungan dengan nilai kolektivisme yang tinggi membuat kami tidak bisa cuek bebek dan tak menebar senyum saat bertemu tetangga. Ya, walaupun kita tidak tahu siapa mereka karena tak pernah berinteraksi secara langsung, tapi tak ada yang salah menebar senyum kami yang memang manis :D ...

Dekat

Feeling close to another person is a wonderful experience, but one that assumes the risk of experiencing loss or rejection. Accordingly, before growing closer to a partner, one would like to be sure that the partner also desires closeness. Mendekati, didekati, memaksa dekat dan merasa dipaksa dekat seperti hal yang lumrah di dunia ini. Saya baru sadar jika hal-hal remeh seperti ini bahkan menjadi perhatian para peneliti asing yang mengabdikan dirinya dalam dunia sosial dan hubungan interpersonal. Banyak sekali hal-hal yang menyebabkan seseorang dekat dengan orang lain. Ketertarikan satu sama lain atau satu pihak saja bisa disebabkan oleh banyak aspek. Mulai dari ketertarikan karena fisik hingga wawasan. Ah, tak usah kujelaskan pun kau sudah mengerti, bukan? Saat seseorang dekat dengan orang yang menarik untuknya, ada beberapa hal yang mempengaruhinya, salah satunya persepsi tentang perasaan orang tersebut terhadap hubungan yang mereka jalani saat ini. Seperti yang saya kuti...

Dari Tak Mungkin menjadi Mungkin

Tiba-tiba teringat dengan beberapa kompetisi tingkat nasional yang kami ikuti. Bukan, bukan saya yang mengikuti kompetisi itu, tapi mahasiswa/i Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang diakomodir oleh SMF Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Beberapa minggu yang lalu, kami mengikuti sebuah event tahunan dari fakultas Psikologi salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Event ini terdiri dari berbagai cabang lomba olahraga dan seni. Dari sekian banyak cabang lomba, kami hanya mengirimkan 3 tim (Futsal putra, basket putra dan tari) karena keterbatasan kuota yang disediakan panitia untuk cabang lomba tertentu.  Masih teringat jelas raut muka kebingungan teman-teman bidang pengembangan seni dan olahraga. Hal mendasar yang paling membuat mereka bingung adalah bagaimana memfasilitasi pemain atau peserta lomba dengan sebaik-baiknya. Berbagai cara sudah kami upayakan. Namun kekurangan pasti tak bisa dinafikan.  Hari keberangkatan tiba. Bus biru tua ber...

Bisikan

Kau tahu, semilir angin itu membisikkan sesuatu padamu. Tak penting memang, tapi itu cukup mengganggu. Ia berbisik tentang sesuatu yang tak pernah sedikitpun kuharapkan kemunculannya. Tentang sesuatu yang diberi nama kerinduan oleh banyak orang. Ya, aku rindu. Apakah bisikan itu tersampaikan padamu?