Posts

Showing posts from May, 2015

Malaysia, We Are Coming!!! #4

Ternyata manusia itu manusia yang kami tunggu sejak tadi. Melati. Ia sudah menunggu lebih dari setengah jam yang lalu. Padahal kami sudah mengamati setiap orang yang keluar dari train sejak tadi dan tidak menemukan sosoknya. Ada yang lucu saat kami menunggu Melati. Ada dua orang bule wanita yang menggunakan dress berwarna hijau mencolok dan kuning mencolok. Warna stabilo. Kami hanya tersenyum saja. Ternyata ada yang iseng nyeletuk, "Nice color and nice dress, madam. You are so beautiful." Si bule dengan santainya tersenyum dan mengatakan terimakasih. Padahal kami tahu semua orang di sekitar dua wanita itu tersenyum dan beberapa tertawa karena warna baju yang 'sesuatu' sekali. Setelah bertemu Melati, kami beranjak ke Petronas Twin Tower. Jam setengah 12 malam pun pelataran kantor Petronas ini masih ramai. Bule-bule juga pada norak ya kalau foto-foto. Segera kami buat tulisan supaya kekinian. Malah ada segerombolan bule yang bawa banner mini dengan tulisan. "...

Malaysia, We are Coming!!! #3

Sore di Terminal Bersepadu Selatan, kami lelah dan duduk senderan di samping tong sampah. Sedih ya? Hanya itu satu-satunya tiang yang ada terminal kosongnya dan tak bertuan. Ceileh bahasanya tak bertuan. Hahaha. Saat kami mulai lemas dan waswas karena makhluk bernama Melati yang memilih tinggal di Singapura lebih lama daripada ikut saya dan Ica untuk pergi ke Melaka belum datang juga. Tiba-tiba ada seseorang yang mencolek saya. Saya menoleh. Ternyata ada manusia cantik berkacamata yang tersenyum pada kami. Ooo em jiiii. Azka! Kami pikir nasib naas kami hanya milik kami saja. Nyatanya, lebih naas lagi nasib Azka. Calon guide kami yang memang belajar di Malaysia ini sudah menunggu kami sejak jam 9 PAGI! PAGI loh PAGI!!! Sedangkan kami sampai di KL jam 5 sore. Fufufu. Sejenak melepas lelah perjalanan Masjid Jamek-TBS, kami mengobrol ringan. Tanpa diminta, Azka sudah bercerita panjang lebar tentang kegiatannya, kesibukannya dan pengalamannya ikut lomba debat antar negara di Qatar beb...

Malaysia, We are Coming!!! #2

Setelah terkaget-kaget dengan bahasa Indonesia dari sang Ibu, tiba-tiba saya ingat kalau merekalah yang melihat saya makan nambah. Mwhahahaha. Yaudah deh, gak bakalan ketemu lagi juga. Melaka pagi itu hujan deras dan kami tidak membawa payung. Hiks.  Ponsel saya berbunyi. Manusia dari Yogyakarta bertanya rencana perjalanan saya hari itu. Saya bilang kalau disini hujan.  Melaka memang hujan, tapi keinginan kami jalan-jalan tidak surut. Keinginan saya untuk pulang ke Bandung bagai kentut yang tercium baunya sesaat saja. Kami bersiap, dan menitipkan ransel kami di resepsionis tak lupa meminjam payung lalu pergi untuk berkeliling World Heritage City-nya Malaysia.  Kami berjalan ke arah Jonker Walk kembali dan berfoto di depan Gereja Merah. Ada 3 orang turis bule yang sedang bergaya lucu dengan jas hujan dan tas ransel mereka. Gaya mereka bak anak-anak alay yang kocak. Hiburan dimana-mana. Hahaha.  Kami mampir ke Tourist Information Center di bawah Surau...

Malaysia, We are Coming!!! #1

Dari Singapur kami melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Kami numpang mobil Pak Mahfud sampai Woodland Checkpoint. Selanjutnya kami naik bus antar negara. Dari Woodland ke Bangunan Sultan Iskandar hanya 6,5 sen loh! Murah bingits. Sesampainya di Johor, kami dijemput oleh Pak Jamal. Nah, Pak Jamal inilah yang akhirnya nganterin kita sampe ke Melaka, Malaysia. Kami ditraktir makan seafood di Merlimau. Enakan di Indonesia ah seafoodnya, dia cuma dibakar doang, kalau di kita kan bisa dibumbuin asam pedas, pedas manis dan sebagainya. Entah berapa udang yang saya habiskan, tapi setelah mencoba daging kepiting beberapa potong, bibir saya gatal-gatal dan menjelang jontor. Sial.  Setelah makan di Merlimau, kami meluncur ke Melaka. Awalnya saya mau ketemuan dengan Bang Yayan, orang Palembang yang kebetulan sedang ada di Melaka. Dia berkali-kali bertanya, "sudah dimana, Ki?" karena saya gak sampe-sampe. Hahaha. Tapi kami tidak jadi bertemu karena saya datang jam 10 malam dan muter-...

Singapore, Here We Go! #3

Sesampainya di kamar, ada dua manusia cantik diatas kasur mereka masing-masing. Ada Christin dan Rima. Seperti yang sudah saya jelaskan di potingan sebelumny, Christin orang Jerman yang keliling dunia sejak satu tahun yang lalu. Dia sudah pernah ke Indonesia dan itu Bali. Christin berkomentar tentang banyak hal termasuk mata uang Rupiah kami yang menurutnya 'nothing' karena murah pisan. Secara dia baru balik dari Aussie untuk program WHV alias Working Holiday Visa, lalu langsung mampir ke Bali. You can buy anything laaah. Tapi Christin juga sempat mengeluhkan betapa mahalnya Singapur daripada Malaysia atau Indonesia, ya eyalaaahh..Rencanaya, Christin ini mau ke Hongkong setelah dari Singapur. Mau ke Disneyland katanya. Da aku mah apa atuh, ke Dufan juga baruu tahun ini, dia mah udah siap-siap ke Disneyland. Haha.  Selanjutnya, Rima. Cewek berjilbab satu ini kocak banget. Dia sebenarnya adalah mahasiswi ITS jurusan Matematika. Tapi karena menurutnya itu bukan passionnya, i...

Singapore, Here We Go! #2

Loket imigrasi dibuka. Kami mengantri demi cap imigrasi. Tentunya setelah bayar airport tax di loket Airasia. Sungguh, slogan Airasia bener ya, everyone can fly. Setelah mendapat cap imigrasi, kami duduk-duduk cantik di waiting room. Selfie sana selfie sini. Kami lupa, kami belum menetapkan tujuan dan belum tahu bagaimana caranya sampai ke hostel. Sebetulnya saya sudah googling dan menyimpan rangkaian cara sampai ke hostel, tapi entah teledor atau apalah namanya, semua catatan tertinggal di laptop. Pesan moral no.1: pastikan kamu tahu cara sampai ke hostel. Manfaatkan lahirnya Google ke dunia dan jangan teledor kayak saya.  Setelah kurang lebih setengah jam menunggu, ada suara merdu yang memberitahukan kalau kami sudah dibolehkan masuk ke dalam pesawat. Tapi karena kami terlalu banyak selfie dan saya kira ada perbedaan panggilan untuk penumpang eksekutif dan ekonomi, maka kami hampir terlambat masuk. Wkwkwk. Kupikir Airasia kayak Emirates.  Ternyata kami termasuk ora...

Singapore, Here We Go!!! #1

Yeah, setelah menunggu 9 purnama, akhirnya hari yang dinanti tiba. Waktunya jalan-jalan ke Singapur!!! Negeri singa tetangga yang katanya maju tiada tandingannya di ASEAN. Saya dan dua orang teman membeli tiket untuk terbang kesana dari tanggal 26 September 2014, untuk pemberangkatan 8 Mei 2015. Sembilan bulaaan, ibu menganduuuung... lalala yeyeye. Selama 9 bulan itu kami cicil segala printilan yang berkaitan dengan perjalanan kami menuju Singapur-Malaysia, mulai dari hostel, tiket pulang, sampai nabung untuk beli oleh-oleh. Jadi, salah besar kalau ada yang mengira kami punya banyak uang. Tapi dikirain banyak uang juga gak apa-apa deh, biar jadi doa. Amin~ Sebelum tanggal 8 Mei tiba, banyak sekali kejadian yang bikin males berangkat. Mulai dari paspor teman belum jadi, tanggal lauching trailer film teman yang lain yang berdekatan dengan tanggal keberangkatan, hingga meningkatnya aktifitas rekrutmen dan seleksi yang saya lakukan. Omamaaa, andai belum bayar ini itu, mudah saja kami...

Lucy dan 100% Otaknya

Semalam saya tidur agak terlambat dari biasanya. Biasanya, jam 8 malam sudah ada di negeri antah berantah. Saya terpaku di depan laptop sambil melipat baju. Pastinya lebih banyak melongonya daripada melipat bajunya. Hahaha. Lucy, film tahun 2014 yang disutradarai oleh Luc Besson ini memikat saya. Awalnya saya agak malas melihat film ini karena sang pemeran utama, Scarlett Johansson ini yang dalam film ini bernama Lucy membuat saya berpikir ini film esek-esek ber-cover laga seperti film Twilight dan sebagainya. Ternyata saya keliru. Film ini mengisahkan tentang seorang wanita yang terjerumus ke dalam aktivitas sindikat pengedar obat. CPH4 adalah obat yang mereka sedang bisniskan. Obat itu bisa meningkatkan kapasitas otak seseorang. Entahlah, saya tidak begitu mengerti tentang status obat tersebut. CPH4 akan dipasarkan di Eropa dengan cara memasukkan paket obat itu di perut para kurir. Setidaknya ada 4 kurir yang diculik dan dilibatkan secara paksa dalam kejadian ini. Lucy menjadi sal...

Random

Hari ini terlalu random. Mulai dari terkaget-kaget karena pas nengok dashboard blog ternyata ada sumber situs porno yang mengarah ke blog saya. Saya aja gak pernah nengokin situs porno, eh situs pornonya ujug-ujug muncul dan ngarahin orang-orang ke blog saya. Padahal isi blog ini hanya curcolan yang tak terhingga banyaknya. Mulai dari jaman alay sampai jamman alay lagi. Yah begitulah. Aneh pisan.  Selanjutnya, saat iseng scrolling Facebook, LinkedIn dan Twitter, ternyata saya menemukan buanyaaaaakk sekali tebak-tebakan angka yang selalu dibubuhi: "Kalau anda jenius, pasti anda bisa memecahkannya." Lengkap dengan Einstein sebagai icon. Sebegitu ingin dibilang jenius kah?  Mulai galau saat menengok akun CS saya. Sang host ganteng tiba-tiba tidak ada kabarnya sama sekali. Padahal hari ini adalah H-9 sebelum keberangkatan saya dan teman-teman kesana. Jadilah pagi ini dipenuhi dengan cek harga hostel disana. Tak apalah. Semoga lancar segala-galanya.  Kejadian ran...