Posts

Showing posts from 2012

AKHIR TAHUN

Wow, akhir tahun datang juga! Terlalu banyak cerita menarik di tahun ini. Mulai dari A-Z, 1-tak terhingga. Semuanya menyenangkan, mengasyikkan dan menambah ilmu. Entah itu ilmu pasti, tak pasti bahkan filosofi. Ah ya, tahu apa aku tentang ilmu. :) Puji syukur pada Tuhan Yang Maha Segalanya. Tahun ini lagi-lagi penuh berkah dan kemajuan. Walaupun banyak juga tantangan dan hambatan yang sempat membuat patah arang, namun Ia menunjukkan padaku bahwa itu tak pantas dilakukan. Walau banyak aral melintang, Ia selalu mempertemukanku dengan orang-orang yang tepat, cara yang tepat, waktu yang tepat dan dilengkapi dengan cara menegur yang tepat. Ah, Tuhan Kau sangat baik padaku ({}) Kucoba telusuri tulisan-tulisan lamaku selama tahun 2012 ini. Cukup banyak ternyata, ada 77 tulisan iseng, termasuk tulisan berbobot minus didalamnya. Aku tak pandai menulis dan merangkat kata dengan baik, kawan. Tapi dari tulisan-tulisan itu sedikitnya membawa pikiranku melesat mundur ke masa-masa 12 bulan ...

UDARA KAMI

Journalist Psychology Community. Komunitas Jurnalis di Fakultas Psikologi ini lebih sering disebut JPC. Sebuah wadah yang diperuntukkan bagi mahasiswa Fak. Psikologi di UIN SGD BDG. Bukan hanya menelurkan tulisan, JPC juga membuka pintu mereka lebar-lebar untuk para mahasiswa yang ingin bereksplorasi dalam bidang fotografi. Anggotanya terdiri dari mahasiswa Fak Psikologi berbagai tingkatan yang tak bisa kusebutkan satu persatu. Dulu aku pernah terpikir membuat komunitas seperti ini, namun karena konsep yang kurang matang akhirnya kandas juga. Tapi JPC, tidak demikian adanya. Komunitas yang diprakarsai oleh orang-orang kreatif luar biasa ini kuyakin bisa bertahan hingga akhir kepengurusan kami, kalau bisa menjadi komunitas yang terus hidup tanpa batas kepengurusan. Tuhan, betapa membuat kegiatan yang kontinyu adalah hal yang tak semudah kupikirkan. Tapi keraguanku rasanya bisa dijawab dengan pembuktian oleh para pengurus andal kami : Annisa Nursyamsi, Nadrian Akhsanov, Lubi Nurzam...

TRAINING OF TRAINER, LANGKAH AWAL KEPENGURUSAN KAMI

“ Kalian harus menciptakan sistem, agar pengurus selanjutnya tinggal meneruskan estafeta perjuangan kalian.”  Begitulah sedikit kutipan berharga dari para narasumber kami di tengah-tengah kegiatan internal pengurus SMF Psikologi UIN SGD BDG yang kami beri nama “Training of trainer”. Sebenarnya kegiatan kami ini adalah kegiatan pembuka dari rangkaian kegiatan yang telah kami tetapkan menjadi program kerja selama kami menjabat menjadi pengurus Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Dalam acara ini kami diberikan pengarahan awal oleh para senior kami dalam berbagai hal. Mulai dari materi dasar keorganisasian, hingga administrasi organisasi. Antusiasme teman-teman kami, para pengurus SMF Psikologi UIN SGD BDG seakan membludak. Hanya beberapa orang saja yang tak bisa hadir di acara yang sangat menginspirasi ini. Sungguh, aku secara pribadi merekomendasikan acara ini harus tetap ada di setiap kepengurusan SMF kedepannya. Disini k...

SEMINAR NASIONAL : WUJUD KEMAMPUAN MAHASISWA PSIKOLOGI UIN SGD BDG

Resah. Itu yang kurasakan saat mendapat kabar pemateri seminar nasional kami tidak bisa hadir dalam acara yang kami canangkan. Sungguh, kabar itu adalah kabar yang tak kami persiapkan adanya. Di tengah keresahan kami, narasumber yang kami hubungi dengan baik hati mencarikan pengganti mereka untuk acara ini. Dan terpilihlah dua pemateri yang dapat menjadi narasumber kami di acara ini : Sekjen Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia, Sus Budiharti, S.Psi., Psikolog dan Bidang Kompartmen Organisasi Himpunan Psikolog Indonesia, Dr. Andik Matulessy, M.Si., Psikolog.   Kau tahu, mereka lebih dari sekedar luar biasa! Keresahan kami benar-benar tak beralasan. Acara kami berjalan lancar meskipun dimulai lebih lama daripada waktu yang dijadwalkan. Peserta berdatangan dari berbagai universitas. Bahkan, yang kami tidak habis pikir, ada beberapa peserta yang datang dari luar kota dan beberapa dosen muda yang hadir di acara kami. Betapa kami merasa penting di hari itu....

RENCANA TUHAN RENCANA KEBAIKAN

Ponselku bergetar. Satu pesan kuterima jam 2 dini hari. Kubuka pesan itu, kubaca pengirim dari pesan singkat dini hari : Bidang 2. Satu lagi pesan singkat dari bidang penegakan kode etik dan akhlakul karimah. Entah apa yang ada dipikiran mereka. Dengan ikhlas tanpa paksaan menyebarkan pesan singkat yang berisi kalimat-kalimat penuh ‘ibroh dan hikmah. Tuhan, lagi-lagi Kau pertemukanku dengan orang-orang baik tiada dua. Di lain malam kuterima nomor itu menghubungiku tepat di sepertiga malam. Aku yang terlalu terlelap merasa malu dan menyesal mengapa aku tak mudah terbangun seperti orang lain. Malam itu, ada 3 panggilan tak terjawab dan 1 pesan singkat dari nomor yang sama. Segera kubuka pesan singkat dari nomor itu, membaca pesan itu saja sudah membuatku lemas karena malu. “Teman, kok ga diangkat? Yuk, sholat malam. Tetap HAMASAH!” Kurang lebih begitulah bunyinya. Aih, ketua macam apa aku ini? Bangun sepertiga malam saja susah tiada dua L Begitulah yang terjadi setiap d...

PEMAIN, PELATIH, SUPPORTER DAN KAMI

GOL!!! Teriakan demi teriakan semakin membuat pengang telinga. Sungguh, tak ada yang membahagiakan selain melihat perjuangan teman-teman kami dilapangan yang tidak hijau di depan sana. Kurang dari dua puluh orang berlarian kesana kemari, mengejar benda bulat kecil bernama bola. Sikut sana sikut sini biasa terjadi. Aih, betapa gemasnya melihat gawang lawan sulit sekali dijebol. Betapa menegangkannya melihat gerombolan lawan mendekat ke gawang kami. Aku hanya bisa menonton mereka yang berjuang membawa nama Fakultas Psikologi UIN Bandung. Aku tak bisa bermain futsal, bola ataupun permainan olahraga lainnya. Aku hanya supporter abadi yang hanya bisa berteriak menyemangati. Tabuhan drum semakin bertalu-talu, membuatku hanyut dalam semangat bersama supporter lainnya. Sungguh, Aku tak pernah sesemangat ini! Yeah! Tim kami lolos ke babak berikutnya. Sebenarnya aku tak begitu peduli apakah kami menang atau tidak, karena menurutku yang penting adalah prosesnya. Menang dan kalah han...

MEMBANTU, DIBANTU, BANTUAN

Untuk apa pintar bila tak mau dan mampu untuk berbagi? Untuk apa mampu bila tak bisa dan tak mau mengabdi? Untuk apa ada di dunia bila tak bisa membantu orang lain? Untuk apa ada SMF Psikologi di Fak.Psikologi UIN SGD BDG bila tak mampu mengabdikan diri pada masyarakat dan tak bisa membantu orang lain yang tertimpa musibah? Bandung kami tertimpa musibah. Bandung selatan terendam tiada ampun setelah diguyur air hujan tiada henti. Kami resah. Hati teman-temanku tergerak untuk cepat memberikan bantuan. Tapi dengan wujud apa? Dana kemahasiswaan kami tersendat tutup buku. Saku para pengurus sudah kosong untuk berbagai acara sebelumnya. Kemudian kami tersadar, di dunia ini kami tak sendirian. Kami mencoba mengetuk hati setiap orang di setiap elemen fakultas Psikologi untuk ikut membantu masyarakat Bandung Selatan khususnya Soreang.   Hasilnya, baju-baju layak pakai, selimut hingga lembaran demi lembaran uang terkumpul. Sungguh, kami percaya Kau takkan membuat kami tinggal diam meli...

LOGIKA DAN LOGISTIK

Tumpukan kardus makanan kecil tertata rapi di sekretariat kami. Beberapa orang sibuk membentuknya menjadi kardus cantik pembungkus makanan. Beberapa yang lain sibuk memasukkan makanan kecil dalam setiap kardusnya. Peluh keringat mereka tak pernah mereka hiraukan. Betapa konsentrasinya mereka memastikan pelayanan terbaik yang dapat mereka berikan untuk para pelanggan. Mereka memanfaatkan peluang yang ada. Peluang yang bisa menghasilkan uang untuk menjalankan program kerja SMF Psikologi UIN SGD BDG kedepannya. Mereka itu pahlawan kami, orang hebat yang terkumpul dalam sebuah wadah bernama bidang kewirausahaan. Praktikum Psikodiagnostika menjadi salah satu ladang dimana mereka bisa mencari celah itu. Sayangnya, aku tak bisa banyak membantu. Hari minggu pagi tiba. Pasukan kardus berisi makanan berat dan makanan ringan siap untuk diedarkan. Namun ternyata pengiriman pesanan tak semulus yang dipikirkan. Tapi terlepas dari semua itu, pelanggan tetap mendapatkan pelayanan terbaik yan...

KAJIAN ILMIAH DI RUMAH KAMI

Puluhan sorot mata terpaku ke depan. Seorang pembicara dengan lugas merangkai kata menjelaskan tentang materi yang mereka sampaikan. Aih, sungguh aku tak tahu mengapa rasa bahagia karena berkumpul di majelis ilmu ini begitu meluap. Anggukan pendengar yang memberikan arti ambigu, antara mengerti dan sebaliknya. Tapi itu tak penting, yang penting adalah bagaimana usaha dan niat baik para punggawa dibalik kegiatan ini bekerja. Yang penting adalah bagaimana mereka begitu berusaha menciptakan iklim akademik dan keilmuan di rumah kami. Yang penting adalah bagaimana ilmu-ilmu yang dibahas oleh para pemateri benar-benar menambah wawasan baik pendengar maupun penyelenggara. Yang penting adalah, kami tahu yang kami selenggarakan adalah hal penting yang penting untuk dipentingkan. Kegiatan ini kami beri judul, kajian ilmiah. Kegiatan yang diprakarsai oleh 5 orang hebat dari bidang pengembangan intelektual SMF Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini adalah awal langkah menumbuhkan kemba...

BELAJAR DARI RAKORNAS ILMPI KE-II

Entah kalimat apa lagi yang harus kutuliskan disini. Yang jelas, kata “terimakasih” saja sudah menggambarkan betapa bersyukurnya aku bisa menjadi bagian dari kepanitiaan rapat koordinasi nasional (RAKORNAS) Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) yang ke-II. Aku, kami, mahasiswa Fak. Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung benar-benar bahagia dan bangga bisa menjadi bagian dari ILMPI. Mengapa? Karena disini kami bisa bertemu dengan mahasiswa Psikologi di berbagai Universitas di Indonesia. Disini kami bisa merasakan bagaimana dinamika organisasi yang sarat dengan perbedaan kultural. Disini kami bisa merasakan bagaimana kami sebagai mahasiswa psikologi dapat berpengaruh secara nasional. Disini kami menjalin silaturahmi secara personal dan lembaga yang mungkin saja tidak dapat ditemukan di tempat lain. Disini kami merasa kami satu keluarga. Acara nasional yang kami persiapkan dengan waktu yang teramat singkat ini membuat kami banyak belajar. Belajar mengorganisasikan k...

TERIMAKASIH AKU BAHAGIA

Bahagia itu sederhana, sesederhana kehadiranmu. Denganmu, semua hal bisa menjadi sebab kebahagiaan. Karenamu, semua hal kecil yang biasa menjadi luar biasa. Bersamamu, hari-hari yang berlalu dengan membosankan berubah menjadi menyenangkan. Intinya, bila ada kau, kadar bahagiaku bertambah. Kau tahu, diammu saja dapat membuatku tenang. Senyummu saja dapat membuatku terbang. Tawamu saja dapat membuatku mabuk kepayang. Entah bagaimana sederhananya kau mempengaruhi kehidupanku. Pengaruhmu seperti pasir dari letusan gunung merapi. Datang tiba-tiba dengan kuota yang berlebihan. Sayangnya, aku tak tahu mengapa kau datang pada saat ini, dengan cara seperti ini dan mempengaruhiku seperti ini. Negatifkah? Positifkah? Aku tak tahu. Apalah yang kutahui tentang kau. Aku tak tahu apa-apa.  Sayang, kau seperti riak ombak yang datang bergerombol lalu kemudian pergi sedikit demi sedikit. Andai kubisa mengandaikan kau dengan lebih baik, sayangnya kutak bisa karena ku tak tahu arti semua...

JAGALAH, TUHAN

Image
Entah mengapa, tiba-tiba setelah membaca ini itu sekilas rasanya tak tahan ingin menulis pendapatku tentang hal itu. Apakah hal yang kumaksud? ah, kau pasti tahu apa itu. Sesuatu yang bisa membuat kau tiba-tiba bahagia, sedih, marah bahkan kecewa. Sesuatu yang bisa membuatkau lupa daratan. Sesuatu yang membuat kau terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Membuat kau tenggelam dalam lautan luka dalam. Membuat kau tersesat dan tak tahu arah jalan pulang. Membuat kau menjadi butiran debu. Kau tahu apa itu? Ya, tak salah lagi. Benar-benar tak salah. Sesuatu yang membuat kau merasa orang lain akan lebih bahagia bila bersamamu. Sesuatu bernama cinta. Dulu, aku berpikir cinta itu seperti kutukan. Tak bisa diprediksi kapan datang dan perginya. Cinta mana yang membuat kita bangun? Semua cinta membuat kita jatuh karena ketidakbisaannya untuk diprediksi. Maka lahirlah istilah jatuh cinta. Oh dear, cinta selalu membuat kita berubah dari biasanya. Cinta juga yang membuatku berpikir kembali tent...

KELUARGA KAMI

Image
Dua puluh sekian hari setelah hari pelantikan kami. Entah mengapa semangat ini tetap menggebu. Entah kenapa rasa kekeluargaan semakin terasa setiap harinya. Entah mengapa optimisme tak harus dipupuk, tapi tetap terjaga. Keluarga ini keluarga baru. Keluarga yang harus bahu membahu satu sama lain. Keluarga yang bukan hanya berkumpul untuk tertawa hahaha hihihi. Keluarga yang diakhir kepengurusan nanti harus bisa menghasilkan jejak nyata kebermanfaatan untuk sesama. Keluarga yang terasa rasa kekeluargaannya. Keluarga itu bernama Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi Periode 2012-2013. Beberapa rangkaian acara sudah kami jalani. Mulai dari rapat kerja, pengiriman tim futsal di event olahraga se-Bandung Raya, pembekalan pengurus, penyebaran SMS tausiyah, tahajud call, pembentukan sekaligus launching Psychology Journalism Community, catering untuk praktikum dan beberapa yang terdekat yaitu penyaluran bantuan ke kab.Bandung, kajian ilmiah, rapat koordinasi nasional (RAKORNAS) ILMPI dan juga...

Hei Malam

Hei malam. Aku ingin berteriak padamu. Aku yakin apa yang kulakukan bermanfaat. Aku yakin apa yang kulakukan bisa mengundang berkah Tuhan. Aku yakin apa yang kulakukan kini bisa membuat orang lain ikut berhenti memaki kegelapan. Hei malam. Aku tak pernah bicara bahwa kegelapan selalu bersanding denganmu. Aku juga tak pernah berpikir bahwa gelap selalu harus jadi bagianmu. Aku tahu, disudut dunia sana, ada tempat dimana kau tak pernah datang. Tapi itu tak pernah baik. Hei malam. sampaikan pada gelap aku selalu membuatuhkannya. Membutuhkannya karena ia yang selalu membuat dunia ini sempurna. Apa jadinya bila terang menguasai jagad raya? Hei malam. Malam ini kutitipkan gelap dan terang dalam satu frame yang sama. Frame impian untuk terus berbuat kebaikan. Aku tahu, semua ini tak cukup hanya diamini saja, tapi harus dieksekusi dengan segera. Hei malam. Aku tahu kau selalu ada :)

SAMA SAJA

Image
Hei kau yang ada disana, laiknya seperti seorang teman aku ingin menyapamu namun tak bisa. Tak bisa karenaku tak mau. Jadi apakah ingin dan mau itu berbeda? Hei kau yang ada disana, seperti seorang rekan inginku tersenyum padamu namun tak terlaksana jua. Tak terlaksana karena ku tak ingin. Mungkin ada kaitan antara tak terlaksana dan tak ingin. Hei kau yang ada disana, memang dunia takkan runtuh bila kau tak ada disana. Tapi cerita diri ini tak akan sama bila kau tak pernah ada disana. Masihkah kau disana? Hei kau yang ingin kubisikkan romansa-romansa tak bernama, masihkah telingamu disana? Ah, ya.. siapa aku memerintahmu dengan pertanyaan seperti itu. Hei kau yang ada disana, kutitipkan rindu pada angin, langit, bulan, bintang bahkan hujan agar mereka menyampaikannya padamu. Tapi kau tetap bergeming seakan tak menerima titipan itu. Apakah titipanku kau abaikan? ataukah mereka yang tak pernah mau menyampaikannya padamu? Hei kau yang ada disana, saat jalan kita me...

HARUS!

Resistensi pasti terjadi. Ada yang suka, ada yang tak suka. Ada yang percaya ada yang tak percaya. Ada yang mau membantu, ada yang mau mencibir. Resistensi pasti terjadi, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Resistensi pasti muncul ke permukaan, tapi semoga tak ada barisan sakit hati hanya karena perekrutan yang jelas-jelas subjektif. Kawan, kau tahu apa itu objektif? objektif itu subjektivitas yang disetujui oleh banyak orang, setidaknya begitu menurut dosenku. Bagimu yang tak percaya, mari lihat mereka yang tak kau percayai bekerja beberapa bulan ke depan. Bila mereka sesuai dengan apa yang kau tuduhkan, aku akan memperbaiki secepat mungkin. Bagimu yang malah tak percaya padaku, mari bersama merealisasikan kebaikan. Aku bukan orang baik sempurna. Tapi juga bukan orang jahat seutuhnya. Kau juga begitu, aku tahu kau lebih baik dariku atau dari siapapun yang kau anggap lebih rendah darimu. Alangkah baik bila keyakinan itu diamini dengan kontribusi pasti. Bagimu yang ingin berko...

KAU AKU

Kau tahu? aku perlu sayap untuk sampai pada penghujung harapan yang kau lambungkan. Aku perlu banyak energi yang kubuang untuk menggapai semua impian yang kau sematkan. Aku perlu banyak nafas dan sendiri untuk berkontemplasi dengan jiwaku sendiri Kau tahu? aku perlu diriku untuk kuat. Aku perlu kau, kau yang tak lain diriku.

Perjalanan Matahari

Image
Kagum betul aku pada matahari. Ia kuat, sumber cahaya, dan menjadi pusat tata surya. Tapi pastilah aku lebih kagum pada penciptanya. Tapi bukan itu yang akan kubahas disini. Seperti judulnya, perjalanan matahari, ini ceritaku tentang perjalanan rutinku setiap harinya yang rasanya "berkejaran" dengan matahari. Meski tak selalu, aku sering beranjak dari rumah menuju kampus sebelum matahari terbit sempurna. Masuk kelas ini itu hingga matahari hampir tenggelam disana. Sibuk mencari dan masuk kelas yang bisa menjanjikanku pulang beberapa menit setelah sholat ashar dilakukan. Karena jika tidak demikian, aku bisa sampai di rumah saat matahari sudah tak bersinar lagi, saat rembulan yang selalu terlihat menawan itu muncul diantara bintang-bintang. Perjalanan setiap hariku kuberinama perjalanan matahari. Bukan ekspedisi ataupun perjalanan menantang lainnya. Ini hanya perjalanan rutin yang selalu kulalui hampir setiap hari dari rumah ke tempat yang katanya diseb...

DANGDUT DI TELINGAKU

Image
Dangdut, musik yang katanya berasal dari negeri ini rasanya sudah tak bisa kutolerir lagi susunan kata di dalamnya. Aku memang buta dengan dunia industri musik, tapi aku bisa membedakan mana musik yang berkualitas mana yang tidak. Ya ya ya, aku yakin kau juga pasti bisa melakukannya. Seingatku, dulu saat Rhoma Irama mempelopori dunia perdangdutan, isi lagunya penuh dengan ajakan-ajakan berbuat baik dan larangan berbuat hal yang tak diperbolehkan karena merusak diri sendiri. Dulu saat penyanyi-penyanyi dangdut wanita masih "beradab" enak sekali rasanya mendengar lagu dangdut dinyanyikan. Ah, aku lupa. Mungkin ukuran "beradab" dulu dan sekarang telah berbeda. Mungkin aku tak tahu pasti bagaimana para penyanyi dangdut lainnya yang mungkin saja "tak beradab". Kini setiap kudengar lagu remix yang tak jelas dengan suara penyanyi mendayu-dayu yang juga tak jelas dilengkapi dengan lirik yang lebih-lebih tak jelas sudah dapat kutebak deng...

TEMAN LUAR BIASA

Image
Aku tergugu membaca kata demi kata yang tertulis disana. Disana, ditempat salah satu temanku mencurahkan segala apa yang ia pikirkan tentang banyak hal. Disana, di area dimana kami menjadi akrab. Di blog pribadinya. Semua yang tercurah disana hampir membuatku menangis. Kata-katanya sungguh biasa, tapi karena ditulis dari hati dengan segenap perasaan yang melingkupinya, tulisan itu lebih dari berharga. Bahkan tak pernah berharga karena terlalu berharga. Disana ia menceritakan dirinya. Ia seorang wanita yang membuatku belajar banyak hal. Berani mencoba sesuatu yang baru serta tetap memimpikan sesuatu yang rasanya dimimpi saja tak mungkin terjadi. Ah, dia teman yang terlalu baik dan kurang tepat bila disebut teman biasa. Dia temanku yang luar biasa. Entah bagaimana caranya ia selalu ingin menyapa orang lain, membuat semua hal menjadi simple dan mudah dimengerti, membuat semua gerak-gerik anehnya terlihat menyenangkan walau terkadang mengundang cubitan-cubitan dan decak aneh ...

TEGURAN INDAH

Image
Sore itu, entah pasal apa  menjadi kelam sekelam-kelamnya senja yang pernah ada. Mukaku terlipat ratusan lipatan. Bibirku manyun puluhan milimeter. Langkahku gontai bukan kepalang. Tas ransel yang selalu kubawa kemana-mana bak parasut itu juga terasa seperti karung beras berton-ton beratnya. Sungguh, moodku sore itu membuatku lebih lelah dari biasanya.  Aku berjalan sendirian seperti biasa. Menyusuri jalan yang cukup dilewati dua mobil secara bersamaan bagiku saat itu seperti lari bolak balik bukit shafa dan marwah. terlalu hiperbolis memang, tapi begitulah adanya. Lelah, penat dan sebal mengelilingiku. Rasanya aku bisa mendengar suara tawa para setan yang sedang memperingati hari bahagia mereka. Hari dimana salah satu hamba Tuhan luput bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Nya. Suasana hatiku tak menjadi lebih baik. Apalagi setelah melihat antrean kendaraan yang tidak ada habisnya berjajar bak ular di jalan raya.  "Ah, lagi-lagi macet!" keluhku. Aku...

Absurd kembali

Image
Beberapa malam yang lalu, aku kembali menyusuri riwayat beberapa orang dari akun sosial media di dunia maya. Ada yang senang luar biasa karena berbagai targetannya tercapai. sebagian bersedih dan menyesali kehidupan. Sebagian yang lain bertanya-tanya apakah mereka masih normal atau tidak. Sebagian lain yang lain lagi sedang meratapi berbagai targetan yang tak bisa digapai namun kemudian menyadari bahwa ratapan itu tak penting. Kau tahu kenapa tak penting? karena ada yang lebih penting dari meratap, yaitu melewati saat-saat dimana kita bisa meratap dengan tindakan yang menjadi lawannya. Optimis, percaya diri dan terus yakin kita bisa melewati rintangan itu, bahkan mungkin rintangan lainnya. Kawan, aku rasanya tak benar-benar tahu bagaimana optimis, percaya diri serta yakin pada kemampuan melewati rintangan bisa membuatku melewati rintangan. Aku tak pernah benar-benar optimis tanpa binar-binar wajah mereka yang menjagaku agar tetap optimis. Aku tak pernah benar-benar percaya diri pada...

ONLINE LAGI

Image
Well, setelah sekitar lebih dari satu bulan tiada akses terdekat yang bisa menghubungkanku dengan dunia maya. Itu artinya, aku tak bisa meng-update status-status galau, kicauan tak berguna dan juga pastinya cerita tak berarti di blog ini. Tanpa jaringan internet aku tak bisa menelusup mengamati beberapa orang yang perlu kuamati. Tanpa jaringan internet aku tak bisa sibuk bercanda ria hahaha hihihi tanpa kendali. Tanpa jaringan internet, aku tak bisa curhat semauku di blog ini. Tapi rasanya dengan demikian dosa atas penghamburan waktu di dunia sedikit berkurang.Hahaha semoga. Tapi malam ini, taraaaaaaaaaaaaa... aku bisa berada dalam jaringan alias daring alias online lagi. Well, ternyata kecanduan internetku tak berkurang. hahahaha Malam ini, akhirnya, online lagi...... :D

MENCERDASKAN ANAK BANGSA ITU TIDAK MUDAH

Sore itu, disalah satu hari Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) yang kuikuti, belasan anak duduk disekitarku. Beberapa diantara mereka mengeja satu persatu huruf hijaiyah yang ada di buku tipis bernama Iqra'. Beberapa yang lain sibuk menulis materi. Mata mereka berbinar ingin tahu. Senyum mereka merekah setiap ada bacaan huruf yang salah. Entah karena malu, entah karena apa. Aku termasuk orang yang kaku. Sulit mencairkan suasana dan cair dalam suasana. Tapi tatapan mereka, senyuman mereka, semangat mereka untuk belajar memaksaku cair dalam suasana yang bisa mendukung mereka belajar.  Kukira menjadi guru itu mudah. Nyatanya, sangat diluar dugaan. Banyak yang harus kukuasai sampai anak didikku benar-benar paham apa yang kuajarkan. Banyak yang harus kupelajari hingga mereka menggangguk karena mengerti. Banyak yang harus kudalami, salah satunya adalah cara mendengarkan. Kenapa harus mendengarkan? Karena anggukan belum tentu berarti memahami. Karena senyuman belum ten...

[IM-HAN] SEPUCUK SEMANGAT YANG MENGGEBU

Image
Salam. Hai anak Indonesia. Bagaimana kabar kalian disana? Kakak harap selalu sehat dan semangat untuk menimba ilmu. Adikku.. Andai kalian tahu betapa bertemu kalian adalah anugerah dari Tuhan yang tiada dua. Andai kalian tahu betapa setiap senyum dan langkah kalian adalah berkah yang membuat semangat kami berkobar. Andai kalian tahu, membayangkan bisa mengajak kalian belajar adalah godaan terindah sepanjang masa. Betapa banyak keuntungan dan karunia Tuhan yang kalian terima hari ini. Kalian masih bisa melihat hamparan sawah, laut, gunung dan danau diberbagai penjuru Indonesia. Kalian masih bisa merasakan hebatnya pengalaman belajar dengan guru-guru terpilih. Kalian masih bisa merasakan betapa indahnya menuntut ilmu. Kakak punya sedikit cerita tentang teman kalian yang pernah kakak temui di Bandung. Sebut saja namanya Rina. Rina adalah anak jalanan yang bertempat tinggal dibawah kolong jembatan dekat mall besar di Bandung. Sore itu, kakak bertemu dengannya di atas jemba...