Posts

Showing posts from November, 2014

TAHU APA

Tahu apa aku tentang ikatan? Terikat sedikit mengelak, tidak terikat malah terhenyak. Tahu apa aku tentang ungkapan? Mengungkapkan saja kebingungan, memendam semuanya ketakutan. Tahu apa aku tentang percaya? Bilang 'percaya' saja susah, bilang tak percaya dipahami salah kaprah.  Niat tak ingin menyakiti, nyatanya menjadi tamparan sakti. Niat ingin menjaga, nyatanya berujung pada tak terjaganya apa-apa. Tahu apa aku tentang menyakiti lebih-lebih menjaga? Rasanya 'mengapa' sudah tak ada di dalam kumpulan kosakata. Padahal dulu selalu menjadi kata pembuka. Mengapa kata harus menyakiti padahal maknanya tidak semenyakitkan itu? Ah ya, tahu apa aku tentang segalanya. 

MEMBUAT VISA BELGIA

Ceritanya minggu lalu saya baru mendapatkan VISA Belgia. Ceritanya sih saya ditugaskan untuk belajar tentang suatu hal disana. Ya semacam Naruto berguru pada Jiraya lah intinya. Singkat cerita, saya harus mengurus VISA ke Belgia. Karena ini business trip saya yang perrrrtama kalinya dan juga perjalanan ke luar negeri yang perrrrrtama kalinya, makanya neuron di otak saya gak bisa selow. Anxiety abis. Riweuh pisan nyiapin ini itu. Sampai-sampai ngerasa dosa karena banyak orang yang saya susahin karena keriweuhan saya ini. Nah, karena saya urus VISA untuk keperluan bisnis, jadi maaf kalau ternyata ada hal-hal yang kurang jelas untuk pengurusan VISA turis.  Berkas Yap. Ini yang utama. Kalau gak ada ini, mending gak usah datang ke embassy. Oh ya, karena kedutaan Belgia sudah tidak menerima pembuatan VISA, maka pembuatan VISA untuk Belgia, Luxemburg dan Belanda dilakukan di Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Cari aja di jajaran Jl. Rasuna Said, seberang kedutaan India pas tempatnya...

WANITA BERKALUNG SURBAN

Beberapa menit yang lalu saya baru saja selesai menonton film yang sudah lamaaaaaaaa sekali lahir di Indonesia. Wanita Berkalung Surban. Kisah tentang Anisa, anak bungsu perempuan seorang Kyai salah satu pesantren di Jawa. Saya tidak terlalu paham dimana setting film tersebut. Entah Jombang, entah yang lain. Pesantren salafi yang kewalahan menghadapi 'otak pemberontak' Anisa. Bak aktivis feminisme, ia 'menggugat' semua 'sabda' guru yang menurutnya mengajarkan sisi diskriminasi Islam terhadap wanita. Saya takjub dengan otaknya yang sangat 'kiri'. Membuka kesempatan sangat lebar untuk perubahan dan kebebasan berpikir. Sangat bertolak belakang dengan keluarganya yang menganut faham sebaliknya. Kisah yang menyenangkan untuk disaksikan dan diikuti hingga akhir cerita.  Saya alumni pesantren. Sebuah pesantren modern yang tidak membatasi bacaan para santriwatinya. Seluruh isi sekolah saya perempuan. Para lelaki tinggal ratusan kilometer dari tempat kami b...

HUJAN

Sebetulnya, aku tak pernah punya kenangan khusus dengan hujan. Tak pernah terkurung di dalam tempat yang sama dengan orang istimewa saat hujan. Namun juga tak pernah merasa baik-baik saja ketika hujan. Namun aku senang dengan suara rintik air saat menyapa dunia. Rintik air yang tak memilih jatuh dimana, diatas apa dan membasahi siapa. Aku senang wangi tanah yang menyeruak saat hujan datang. Memberikan sedikit kedamaian dan menyisakan kekhawatiran tentang dampak hujan bila ia menyapa bumi terlalu lama. Banyak puisi mengangkat hujan menjadi bagian dari patahan kata yang ada di dalamnya. Banyak lagu yang menculik hujan dan menyelipkannya diantara liriknya. Banyak cerita yang menjadikan hujan sebagai setting tambahan bahkan setting utama kisah pemeran utamanya. Banyak film yang membuat hujan menjadi efek dramatis yang tak tergantikan. Banyak hal menyebut hujan dalam cerita tokoh utama mereka. Tapi aku masih belum punya cerita khusus yang berkaitan dengan hujan. Apa mungkin hujan dici...

TER-AADC

Mungkin setelah munculnya film AADC pamor cowok cool, kutu buku dan ketus menjadi meningkat. Mungkin juga pamor aktivis mading perempuan menjadi bintang sekolah secara tiba-tiba. Film AADC mungkin mengubah semuanya.  Tapi film AADC gak mengubah sudut pandang gue tentang cinta. Ya, cinta. Hal yang terkadang menurut gue dengan mudahnya membuat orang bodoh dan hilang akal. Terdengar menusuk? Gue nulis ini sambil cengengesan kok. Mungkin perasaan lo aja kali. Cinta, ah ya gue gak pernah hoki dengan hal ini. Tapi gue suka film-film cinta, buku-buku cinta dan cerita-cerita cinta. Bahkan, gue adalah orang yang sering dicurhatin tentang cinta oleh teman-teman gue. Lucu kan? Orang yang sinis sama cinta berhubungan dengan banyak hal yang berkaitan dengan cinta. Gue akuin sih, gue sinis ke hal-hal yang berkaitan dengan cinta karena gue gak ngerti kalau menghadapi cinta itu harus bagaimana. Kalau sudah jatuh cinta itu baiknya gimana? Kalau patah hati, mau gimana? Cinta tuh rumit. Jadi...

Ditanya

Entah karena aku terlalu banyak bicara, atau karena memang banyak maunya. Aku senang ditanya dengan pertanyaan yang bisa membuatku bercerita. Bukan pertanyaan yang jawabannya hanya ya atau tidak. Apalagi pertanyaan basa basi yang terkadang menyayat hati seperti kapan lulus atau kapan menikah. Mengapa mereka yang bertanya tak sekalian bertanya kami mati dan kapan dikuburkan? Menyebalkan. Setiap adegan film dengan kata tanya sederhana tapi romantis selalu memancingku berkhayal ditanya hal yang sama. Salah satunya secuil adegan di film Mika. "Kamu mau apa?" Tanya Mika pada Indi "Aku mau berlari, melompat dan menari." Seperti selalu selayaknya sebuah film romantis, Mika 'meminjamkan kakinya' untuk membantu Indi merasakan sensasi berlari dan melompat. Mika mengajak Indi bertemu dengan pelatih tari topeng untuk bisa menari. Aih, mungkin hanya di film saja aku bisa menemukan hal yang terlalu manis seperti ini. Adegan yang sama juga pernah aku lihat da...