Posts

Showing posts from June, 2011

SIMFONI HITAM

Image
Kau tahu kawan, itu salah satu lagu yang aku sukai sejak dulu hingga kini. Lagu yang memang ditujukan untuk mereka yang merasakan Cinta bertepuk sebelah tangan . Amboi, kejam sekali bukan istilah yang kutulis dengan huruf miring itu? Membayangkannya saja sudah perih, apalagi merasakannya. Kau mau coba, kawan? Apa sudah merasakannya? Pengalaman itu sangat pahit, kawan. Jangan pernah kau mau merasakannya *jeritan korban :D Lagu ini benar-benar dramatis. Aku tak tahu apapun tentang music. Aku hanya pendengar amatir. Tapi aku benar-benar suka lagu ini. Liriknya, musiknya, penyanyinya, judulnya, semuanya. Jadi, ayo kita bahas lirik lagu itu sejenak. Malam sunyi ku impikanmu Ku lukiskan kita bersama Namun slalu aku bertanya Adakah aku di mimpimu? Dihatiku terukir namamu Cinta rindu beradu satu Namun slalu aku bertanya Adalah aku di hatimu? Telah kunyanyikan alunan-alunan senduku Telah kubisikkan cerita-cerita gelapku Telah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku Tapi mengapa ku...

BALASAN CINTA-NYA

Jika aku tanya padamu secara personal, apa yang kau ingat dari arti kata cinta? Jujurlah kawan, apa yang terbesit di pikiranmu saat kau teringat pada cinta? Kisah muda mudi yang penuh dengan bunga-bunga berwarna pink? Kisah erotis dewasa yang kadang membuat merinding bahkan muntah? Atau kisah sepasang orang tua dengan anaknya seperti penegasan peribahasa “Kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang jalan”? Terserah padamu kawan, jawabannya tak lebih dari hasil tes psikologi yang tidak ada jawaban salah dan benar di dalamnya. Dalam tulisan ini aku ingin membahas sedikit tentang cinta. Cinta yang baru aku reka-reka definisinya. Cinta yang menurutku, muncul dari sudut pandang yang berbeda. Cinta yang mungkin tak bisa dirasa jika hanya melihat awal atau akhirnya saja. Cinta hamba pada Tuhannya. Cinta yang dibalas cinta. Hari ini, hari selasa tanggal 07 Juni 2011 sehari setelah ulang tahun ibuku yang ke-45 tahun, sekitar jam 11.15 WIB, aku kembali tertegun melihat sebuah fenomen...

JALANAN ITU PUN KINI SEMPAT BERUBAH

Sore kemarin adalah salah satu masa terpanjang yang ku rasakan selama beberapa pekan ini. Pasalnya perjalanan kampus-kosan yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu 30 menit berkembang biak menjadi +2-3 jam. Kau tahu kenapa kawan? Semua itu terjadi karena satu hal. Fenomena alam yang sangat biasa terjadi di Negara ini. BANJIR. Ya, Banjir. Semua itu berawal dari hujan deras yang mengguyur kotaku tercinta, Bandung, selama beberapa jam. Aku dan rekan lainnya tak pernah menyadari apa sebenarnya yang terjadi di jalanan sana karena masih berkutat dengan ceramah panjang lebar dari beberapa rekan dan dosen pada saat itu. Jam 16.30 WIB, aktivitas kuliah sore itu selesai sudah. Sepertinya langit tahu apa yang kami idamkan, hujan deras itu pun reda perlahan. Setelah sholat Ashar kami bersiap untuk pulang, namun sayangnya langit kembali menangis. Tapi itu semua tak jadi masalah, karena kebanyakan dari kami membawa payung. Memutuskan naik TMB, Damri ataupun Angkot itu tidak mudah bagiku dan ...