Posts

Showing posts from May, 2014

Mengapa Harus Rokok?

Image
Saya benci rokok. Saya selalu kesal dengan perokok yang dengan santainya merokok di tempat umum, terutama di dekat saya. Saya juga selalu senewen saat orang-orang dekat saya dengan santai mengeluarkan rokok lalu menyalakan api untuk membakar rokok yang ada di mulutnya.  Saya benci rokok. Benci asap rokok. Benci perokok. Benci.  Seperti selalu, saya diingatkan Tuhan untuk tidak membenci secara berlebihan dengan cara-cara yang tak disangka-sangka. Saya dipertemukan dengan sebuah buku merah di perpustakaan daerah. Membunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek . Itulah judulnya.  Sampul yang unik dan ringannya buku itu membuat saya tertarik. Kata mutiara untuk tidak melihat buku dari tampilannya saya abaikan saat itu. Saya baca sampul bagian belakang dari buku itu. Oalah, buku pembelaan tentang rokok sepertinya. Saya merasa tertantang untuk membaca. Meskipun saya benci rokok, tapi rasanya menarik bila melihat sudut pandang yang berbeda dari apa yang...

Dream Project

Ceritanya saya kembali teringat mimpi yang pernah saya tuliskan. Menulis sebuah buku. Buku apapun. Saya memutar otak. Tulisan seperti apa yang harus ada dalam buku saya nantinya. Saya menghitung waktu yang harus saya habiskan untuk menulis. Aih, lama sekali rasanya. Apalagi ide saya hanya berkisar itu-itu saja. Jarang membaca membuat tulisan-tulisan saya mudah ditebak. Baiklah, strategi pencapaian harus diubah. Tiba-tiba saya teringat rencana dengan teman-teman se-angkatan. Membuat kumpulan cerita tentang skripsi yang telah kami susun ratusan hari. Yap! Cara baru menulis buku sudah kutemukan, tepatnya menyusun buku. Saya meminta teman-teman untuk menceritakan kisah perjalanan penyusunan skripsi mereka. Tak perlu menggunakan bahasa antah berantah yang tak bisa kuprediksi benar atau salah. Penggunaan bahasa biasa yang mudah dipahami rasanya lebih mengasyikkan. Perjalanan tak selalu mulus. Rencana #dreamproject-ku pun tak berjalan mudah. Hanya satu dua orang saja yang merespon pengumu...

Oleh-oleh Jobfair

I'm the jobseeker! Para pencari kerja tentunya tidak merasa asing dengan sebuah event dimana berbagai perusahaan ada, ya jobfair alias pameran bursa kerja. Untuk teman-teman yang belum tahu apa itu jobfair, saya akan jelaskan sedikit. Jadi di kegiatan ini para pencari kerja dan perusahaan yang mencari pekerja berkumpul. Jangan dilupakan ada event organizer yang mencari para pencari kerja maupun perusahaan yang sedang mencari pekerja. Biasanya, kegiatan ini mewajibkan para pengunjungnya membayar sekitar 15-25ribu rupiah. Mungkin saja lebih, tapi saya tidak pernah ikut jobfair yang HTM-nya lebih dari 25ribu. Penyelenggara jobfair juga biasanya menetapkan biaya sewa booth untuk perusahaan yang akan tebar pesona di jobfair tersebut. Ya, simbiosis mutualisme lah yaa... Keputusan saya menolak tawaran pekerjaan dari satu dua perusahaan dengan alasan menuruti kemauan orang tua, nyatanya bukan tanpa konsekuensi. Konsekuensinya adalah hingga kini saya harus aktif mencari lowongan pek...

BANGGA

Minggu lalu saya sah menjadi enumerator penelitian sebuah NGO di Indonesia. Penelitiannya bertujuan untuk melihat pengaruh pelatihan pengaturan usaha yang diberikan kepada masyarakat beberapa waktu silam. Mereka sudah melakukan dua pelatihan dan bekerjasama dengan organisasi lokal untuk penyelenggaraan pelatihan tersebut. Pembagian tugas lapangan disesuaikan dengan wilayah domisili enumerator. Saya dengan lima orang lainnya terpilih menjadi enumerator penelitian ini di Bandung.  NGO ini bekerja sama dengan salah satu BMT untuk menyelenggarakan pelatihan yang saya ceritakan diatas. Hebatnya, BMT ini bekerjasama juga dengan BMT lainnya yang tersebar di segala penjuru Bandung. Mulai dari Lembang, hingga Majalaya bahkan Cipatat. Hebat bukan?  Excited? Exactly YES!!! Ini kali pertama saya bekerja di sebuah NGO dengan tugas sebagai pengumpul data lapangan alias enumerator. Jadi, tak usah diceritakan betapa tertarik dan penasarannya saya dengan penelitian ini.  ...

Hampir Tertipu

Image
Sebagai job seeker ya pastinya senang bila ada panggilan interview ataupun tes lanjutan dari pekerjaan yang saya lamar. Lalu kapan saya dilamar? Astaga, skip. Oke salah fokus. Haha. Jadi begini, ceritanya saya mendapatkan balasan email dari HR Recruitment instansi yang saya pinang menjadi tempat saya bekerja. Info yang saya dapat itu menurut saya berasal dari situs yang kredibel untuk urusan cari-mencari pekerjaan. Tanpa cek ricek lebih lanjut, saya percaya itu adalah perusahaan asli.  Saya orang yang sulit menghapal jalan, tempat dan rute kendaraan umum. Oleh karena itu saya putuskan mencari tempat tes lanjutan di google map. Hanya 5 menit saja waktu yang dibutuhkan. Setelah itu saya tracking  jalanan yang harus saya lalui nanti.  Lowongan pekerjaan yang ada di website tidak memberikan definisi tentang perusahaan. Maka saya mencari tentang perusahaan tersebut. Nyatanya, alamat perusahaan yang ada di website dan alamat perusahaan tempat saya diminta untuk da...

Dilematis (?)

Berita yang berseliweran di depan mata saya akhir-akhir ini sangat menyeramkan. Mulai dari sexual abuse pada anak dibawah umur hingga celotehan anak ABG yang enggan bangkit dari duduknya.  Mulai dari pelecehan seksual pada anak dibawah umur. Korbannya adalah salah seorang (atau lebih) anak yang bersekolah di sekolah internasional. Wih, label 'internasional'nya saja sudah membuat saya jerih mendengar kasus itu terdengar disana. Sekolah yang kabarnya pernah menjadikan predator seksual tingkat internasional sebagai staff pengajar. Seram.  Baru-baru ini saya menandatangani petisi dari seorang ibu yang khawatir terhadap 'berkeliaran'nya para 'mantan' pelaku kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. Menurutnya, kita bisa saja lupa orang-orang jahat yang pernah merusak kehidupan banyak anak beberapa tahun kedepan saking banyaknya. Ia mengusulkan orang-orang yang pernah terkait kasus seperti itu ditulis, dibuat daftar dan pastinya dipublikasikan. Mere...

Apa Kesuksesan Terbesar dalam Hidupmu?

"Apa kesuksesan terbesar dalam hidupmu?" Satu kalimat tanya yang saya tertegun untuk beberapa waktu. Pertanyaan itu sederhana namun mendasar. Saya putuskan untuk bertanya kepada teman-teman yang sedang online di jejaring sosial facebook. Cukup banyak orang yang saya tanya. Mulai dari teman-teman di sekolah, kampus, komunitas hingga dosen-dosen saya ketika saya masih berkuliah. Pertanyaan ini direspon dengan berbagai macam respon. Ada yang menjawab langsung, ada yang bertanya terlebih dahulu untuk apa pertanyaan tersebut dilayangkan. Manusia memang menarik. Jawaban demi jawaban yang terkumpul lebih dari sekedar menarik. Kata sukses mungkin bermakna ganda. KBBI mengartikan sukses dengan beruntung atau berhasil.  Seorang teman menjawab bahwa sukses menurutnya adalah hidup tenang, sholat 50 rakaat sehari dan kerjanya bisa bermanfaat bagi banyak orang. Teman yang lain menjawab tidak ada sukses terbesar karena tercapainya setiap keinginan dan tujuan adalah kesukse...