Mengapa Harus Rokok?
Saya benci rokok. Saya selalu kesal dengan perokok yang dengan santainya merokok di tempat umum, terutama di dekat saya. Saya juga selalu senewen saat orang-orang dekat saya dengan santai mengeluarkan rokok lalu menyalakan api untuk membakar rokok yang ada di mulutnya. Saya benci rokok. Benci asap rokok. Benci perokok. Benci. Seperti selalu, saya diingatkan Tuhan untuk tidak membenci secara berlebihan dengan cara-cara yang tak disangka-sangka. Saya dipertemukan dengan sebuah buku merah di perpustakaan daerah. Membunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek . Itulah judulnya. Sampul yang unik dan ringannya buku itu membuat saya tertarik. Kata mutiara untuk tidak melihat buku dari tampilannya saya abaikan saat itu. Saya baca sampul bagian belakang dari buku itu. Oalah, buku pembelaan tentang rokok sepertinya. Saya merasa tertantang untuk membaca. Meskipun saya benci rokok, tapi rasanya menarik bila melihat sudut pandang yang berbeda dari apa yang...