Posts

Showing posts from April, 2013

BERUBAH

Dunia tak pernah diam. Bumi dan alam semesta bergerak sesuai dengan aturannya. Semua bergerak. Hingga daratan bisa menjadi lautan ataupun sebaliknya. Gunung himalaya yang tadinya hamparan samudera berdiri kokoh hingga kini. Tak bisa dinafikan kemungkinan bahwa rumah kita dulunya adalah lautan, pegunungan atau bahkan aliran sungai, danau dan hutan. Gambaran itu kudapat dalam sebuah acara televisi di salah satu televisi swasta di indonesia. Seperti biasa, khayalanku melesat entah kemaana. Membayangkan diriku sendiri duduk di atas kursi dan bisa mengamati perubahan iklim serta kondisi di dekatku. Lingkungan di sekitar tempat dudukku berubah menjadi daerah pegunungan, hutan, sungai hingga lautan. Tuhan, Kau selalu bisa menjaga keseimbangan ciptaan-Mu. Dunia berubah, alam berubah, manusia pun berubah. Aku, kau, kita, dia, mereka. Semua orang berubah. Yang tak berubah hanya perubahan. Kau tahu, perubahan kadang bisa diprediksi, kadang sebaliknya. Perubahan kadang bisa diat...

MACET LAGI

Sore ini, sabtu sore. Waktu dimana aku seharusnya berkumpul dengan beberapa panitia gebyar kampus untuk menonton pagelaran teater unit kemahasiswaan kami. Tapi aku tak bisa berada bersama mereka. Ada beberapa hal yang tak bisa kutinggalkan dirumah, termasuk ibu dan adikku. Baiklah, itu tak penting. Yang jelas, sore itu tak seperti biasanya. Ular panjang kendaraan terpampang di depan mata. Sungguh, aku tak tahu pasal apa yang membuat mesin2 berisi manusia itu bisa mengantri begitu panjang. Kukira ini macet biasa, kuputuskan untuk menunggu kendaraan umum yang kutumpangi berjalan kembali. Nyatanya, setengah jam berlalu kami tak beranjak dari tempat semula. Kesal menjalar. Semua penumpang memutuskan turun dan berjalan. Astaga, entah seperti ular apa, yang jelas antrian kendaraan2 itu panjang tiada tara. Aku berjalan, seperti orang lain yang kesal duduk menunggu kemacetan terselesaikan. Kupikir hanya perlu lima atau tujuh meter untuk mendapatkan angkot selanjutnya lalu melanjutkan...

MATI (3)

... Lain ceritanya dengan film yang pernah kutonton sekilas dan lagi-lagi aku lupa judulnya. Hehe Dalam film itu diceritakan bahwa seorang pria akan mati beberapa hari yang akan datang. Semua hal seakan-akan menunjukkan bahwa dia benar-benar akan mati di waktu yang telah mendesak itu. Awalnya pria itu tak percaya, tapi akhirnya ia percaya bahwa dirinya akan mati di hari itu. Pria itu mempunyai keluarga yang kurang ia perhatikan. Aku lupa apakah pria itu mempunyai anak atau tidak. Hubungannya dengan istrinya kurang baik. Apalagi hubungan dengan orang lain.  Ia bertemu dengan seorang penjaga rumah duka. Pria penjaga rumah duka itu terlihat terlalu kebetulan muncul dalam hidup lelaki yang akan mati itu. Hingga ada saat pria penjaga rumah duka itu terlihat seperti malaikat pencabut nyawa.  Aku tak ingat jelas detail ceritanya seperti apa. Intinya, sikap pria yang akan mati itu berubah 360 derajat dari biasanya. Ia ingin menghabiskan waktunya untuk berbuat kebaikan...

MATI (2)

... Orang-orang yang meminum pil dan akan mati di usia yang telah ditentukan itu akan mendapatkan surat kematian 24 jam sebelum kematiannya. Undang-undang ini ditujukan agar para warga lebih menyadari nilai hidup dan berbagai penjelasan yang tak masuk akal menurutku. Orang yang mendapat surat kematian harus mengkonfirmasi bahwa mereka mendapat surat itu ke departemen Negara yang telah ditunjuk sebagai pelaksana. Rerata, orang-orang yang mendapat surat kematian akan terkaget-kaget luar biasa. Uniknya, mereka adalah orang-orang yang memang mempunyai masalah serius yang berbeda-beda. Ada orang yang menjadi sangat minder dan tidak percaya diri karena menjadi korban bullying saat SMA dulu. Sebelum ia mati, ia membalas semua kejahatan yang telah ia terima. Ada guru bahasa Inggris yang mati setelah memberi “pelajaran” pada orangtua muridnya yang nakal. Ia berprinsip bahwa anak tak pernah salah, orangtua mereka yang salah. Ada anak seorang calon pejabat yang sedang gencar berkampanye ...

MATI (1)

Entah mengapa tiba-tiba aku berpikir tentang beberapa hal yang sudah tak lama terpikirkan olehku. Salah satunya tentang kematian. Aku sungguh tak habis pikir, bagaimana jadinya bila seluruh manusia mengetahui dengan pasti kapan mereka akan mengakhiri hidup mereka di dunia. Apakah mereka akan menghabiskannya untuk kebaikan atau sebaliknya? Seorang teman di sekolahku dulu adalah orang yang luar biasa aktif. Segala kegiatan ia ikuti. Segala hal yang bisa ia kerjakan, tak segan dikerjakannya. Rasanya dia bukan orang yang tahan dengan stagnannya ritual harian yang kami kerjakan. Itu terjadi hingga sekarang. Hampir setiap hari yang ia lalui dijalani dengan kegiatan yang berbeda. Mulai dari kuliah, latihan orchestra, mengajar pramuka, dll. Aih, aku selalu dibuat iri karenanya. “Karena hidup itu pilihan. Kesempatan itu tidak akan datang begitu saja. Kita harus mempersiapkan diri untuk merebut kesempatan yang akan kita dapatkan. Semua mimpi, kalau menunggu dan ditunda-ditunda untuk...