Seimbang
Malam itu langit berwarna hitam pekat. Suara gemuruh dan cahaya putih di langit membuat jalanan sedikit terang. Terang dan menakutkan lebih tepatnya. Malam itu langit sedang melakukan tugasnya. Menyeimbangkan alam dengan menurunkan hujan. Hujan terderas yang pernah saya rasakan. Saya tidak bisa melihat dengan jelas jalan yang ada di depan. Lampu sorot dari motor butut Ayah tak kuat menembus derasnya hujan. Kami memutuskan untuk tidak menepi. Kami ingin cepat-cepat sampai rumah. Keputusan yang salah memang. Sepengetahuanku, hujan deras biasanya hanya terjadi beberapa menit, paling lama yaaa 15 menit, selanjutnya hujan rintik-rintik yang tidak terlalu deras. Kami salah perhitungan. Sekitar satu jam kami diguyur habis-habisan oleh hujan deras yang enggan berhenti. Jangan tanya motor butut Ayah, pastinya sudah mogok berkali-kali. Menahan tangis khawatir di saat yang menegangkan memang menjadi tantangan tersendiri bagi saya yang terlalu melankolis. Tapi dipikir-pikir, menangis ti...