Posts

Showing posts with the label review

Spoiler : Reply 1988

Image
Reply 1988  ( Hangul :  응답하라 1988 ;  RR :  Eungdabhara 1988 ) adalah  serial televisi   Korea Selatan  tahun 2015 yang dibintangi oleh  Lee Hyeri ,  Park Bo-gum ,  Ryu Jun-yeol ,  Go Kyung-pyo , dan Lee Dong-hwi. [1] [2]  Drama ini adalah drama yang menghangatkan hati yang berlatar belakang pada tahun 1988, tentang lima keluarga yang hidup di lingkungan yang sama di  Distrik Dobong ,  Seoul  Utara. [3]  Menurut sutradara Shin Won-ho, tema "suami misteri" lainnya termasuk, seperti pendahulu-pendahulunya  Reply 1997  dan  Reply 1994 . [4]   Three Families Under One Roof , yang diputar dari tahun 1986 hingga 1994 di  MBC , menginspirasi drama ini. [5] Itulah kurang lebih kutipan dari Wikipedia tentang serial drama Korea Selatan berjudul Reply 1988. Drama tentang kehidupan 5 keluarga di Ssangmundong, Seoul, Korea Selatan.  Dari 5 keluarga itu, ada 5 orang anak yang menjadi saha...

Review : Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982

Image
Menjadi ibu rumah tangga bukanlah mimpi Kim Ji Yeong, seorang wanita muda kelahiran 1982. Buku yang akhirnya diangkat menjadi film ini kerap kali menuai kritik dari warga Korea Selatan tapi memanen banyak penghargaan di luar negeri. Film ini bercerita tentang sesosok wanita bernama Kim Ji-Yeong dan diskriminasi yang dialaminya dari kecil hingga dewasa. Namun ternyata film dan buku agak berbeda menceritakan kisah Ji Yeong secara mendalam. Di buku, semua konflik yang mendasari kejadian dan cara bersikap Ji Yeong cenderung lebih mendetail dan berkaitan. Sedangkan di dalam film, Kim Ji-Yeong terlihat nelangsa dan sengsara bila mengingat kejadian demi kejadian yang ia alami di masa muda.  Bahkan, film dan buku memiliki akhir cerita berbeda. Jika di dalam film Ji-Yeong berakhir bahagia, tidak dengan di dalam buku. Di dalam buku akhir cerita seperti menyimpulkan cerita itu sendiri, apalagi kalimat terakhir dari Psikolog yang merawat Ji Yeong.  Kim Ji Yeong Lahir Tahun 1982...

Review- Little Women (2019)

Image
"Women, they have minds, and they have souls, as well as just hearts. And theyve got ambition, and theyve got talent, as well as just beauty. Im so sick of people saying that love is just all a woman is fit for. Im so sick of it!" (Jo March) Menjadi wanita selalu tidak mudah, entah itu di jaman dahulu atau jaman serba maju seperti sekarang ini. Wanita selalu identik dengan kecantikan. Ambisi, keterampilan dan kepuasan jiwa seringkali berkonotasi jika disandingkan dengan wanita. Wanita seringkali dirasa 'hanya pantas' untuk hal-hal yang berbau keluarga, anak-anak, suami, dan cinta pada lelaki. Itulah yang dirasakan oleh Jo March, anak kedua dari empat bersaudara yang ada di film ini.  Film ini bercerita tentang kehidupan Meg, Jo, Amy dan Beth yang beranjak dewasa. Mereka dibesarkan oleh orang tua yang sangat peduli kepada sesama dan memiliki ibu yang berpikiran luas. Mereka berempat adalah pribadi yang hangat dan akrab satu sama lain. Meskipun hubungan Jo...

Spoiler - Money Heist

Image
I hate serials. Gue males ketagihan karena merasa ada yang kurang kalau nonton gak sampai selesai. Tapi setiap kali ada kesempatan minta rekomendasi film apa yang perlu gue tonton dari temen-temen, selalu keluar beberapa judul serial. Entah itu serial Korsel, Jepang, Amerika, dll. Kali ini, karena suami gue ada paket Netflix yang bisa dipake barengan, gue coba nonton salah satu serial dari Spanyol: Money Heist. Yes, filmnya tentang pencurian uang di Percetakan Uang Negara Spanyol.  Menariknya, setelah nonton 4 sesi, gue baru tau kalau serial ini adalah serial yang gagal di Spanyol. Rating MH melonjak di episode pertama, menurun dan terus menurun hingga episode terakhir di sesi kedua. Akhirnya, serial ini harus gulung tikar dan berakhir. Berakhir dengan bahagia tentunya :) Tiba-tiba, Netflix datang ke tim MH dan menawarkan film tersebut tampil di Netflix. Film itu muncul di katalog film-film Netflix tanpa promosi. Tidak seperti serial Kingdom 2 yang selalu muncul iklannya...

Tambahan

Image
Ingin nambah, artinya yang sudah didapat belum cukup. Entah memang tidak cukup atau tidak merasa cukup. Yang jelas butuh tambahan. Titik.  Banyaknya keinginan, membuat saya ingin menambah penghasilan. Saya masih bekerja dari jam 8-5 (bahkan beberapa kali melebihi jam kerja), tapi ternyata saya masih bisa sibuk chatting, main media sosial mulai dari FB, IG, Path, dll. Karena satu dan lain hal, rasanya saya perlu menyibukkan diri. Terutama dengan hal-hal yang bisa memberikan income tambahan untuk saya. Menjadi pekerja lepas bukan sesuatu yang baru bagi saya. "Ngamen" psikotes di beberapa sekolah atau instansi pemerintah membuat saya terbiasa bekerja sampai pantat pegal atau mata jereng karena jejeran angka alat tes Pauli. Haha. Selain ngamen psikotes, saya juga ikut-ikutan proyek menulis dari rekan seperjuangan nyari duit saya, Pradita, atau lebih sering disebut Mawar eh Belalang maksudnya. Kenapa Belalang? Karena kacamatanya mirip belalang. Besar. Hahaha. Tenang, saya ti...

O Captain, My Captain

Image
O captain, my captain. Panggilan unik guru Bahasa Inggris bernama John Keating di Welton Academy dalam film Dead Poets Society. Panggilan yang tentunya tidak lazim di negara manapun untuk seorang guru. Saya suka caranya menerima semua jawaban dari para muridnya. Tidak merendahkan walaupun mungkin ia tahu murid tersebut tidak menyukai pelajarannya. Ia mengajak para murid berdiri di atas meja untuk melihat perspektif lain walaupun saat mereka merasa pendapat atau jalan yang mereka ambil itu benar. Hal ini mengingatkan saya pada dosen saya yang luar biasa. Beliau memang terkenal killer karena standarnya yang tinggi dan caranya mengomentari tugas mahasiswa 'malas baca' di kelas yang agak bikin tegang. Suatu hari beliau duduk diatas meja. Sore hari di pelajaran Psikodiagnostika. Seingat saya beliau menyebutkan alasan yang sama dengan John Keating.  sumber Kembali ke cerita tentang film Dead Poets Society.  Karena uniknya cara mengajar Keating, sekelompok murid 'g...