Jika Istrimu Sarjana Psikologi
Judulnya pasti menarik bagi para mahasiswi psikologi. Ini tidak kudapat dari hasil kontemplasi panjang, aku hanya mengikuti project CeritaJika Mas Kurniawan . Karena tidak ingin menunggu lama proses penerimaan, seleksi dan publikasi lewat blog beliau, akhirnya kuputuskan untuk menulisnya di blogku sendiri. Isinya tidak bisa digeneralisasikan. Kebanyakan isinya adalah curhat colongan. Jadi, daripada berpanjang-panjang menyusun prolog, langsung saja, begini ceritanya..... Apa yang terlintas dikepalamu saat kau mendengar bahwa aku pernah belajar ilmu psikologi, sayang? Bisa membaca pikiran? Sayang sekali kau harus kecewa. Tidak, aku tidak bisa membaca pikiranmu. Apa yang ada diotakku sendiri saja sulit kumengerti, apalagi apa yang ada dipikiranmu. Aku tak bisa mengerti dengan jelas bila kau tidak mengatakannya dengan jelas. Aku hanya bisa membaca isyarat dari gerak tubuh, mimik muka dan intonasi suara. Tapi hal itu masih penuh dengan prasangka dan asumsi yang tak nyata. Bila kau ...