Posts

Showing posts from January, 2015

One Hundred Foot Journey

Image
Ini film India juga. Saya curiga sebentar lagi saya akan menyukai film-film India. Durasi film ini sama panjangnya dengan film-film India pada umumnya. 150-an menit. Sebetulnya ini bukan film India, hanya saja menceritakan tentang keluarga India. Film garapan Lasse Hallstom ini memang oke punya. Ceritanya, ada sebuah keluarga dengan 6 anak yang hampir seluruhnya suka dan bisa masak. Film ini diawali dengan suasana pasar tradisional di India. Semua ibu-ibu mendekati tukan ikan dan berebut untuk membeli bulu babi. Entah bagaimana rasanya, saya juga jadi ingin mencoba masakan bulu babi ini. Hehe. Pertarungan pembelian bulu babi itu dimenangkan oleh Hassan, seorang anak laki-laki yang menurut penjual ikan 'mengetahui rasa'. Naas, keluarga Hassan harus pergi dari India karena mereka diserang dan rumah mereka dibakar oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Ibu Hassan meninggal dalam kebakaran itu. Film ini menggambarkan perjalanan keluarga imigran India ke Eropa. Mengg...

PK

Image
Film India ini sama seperti film India pada umunya. Panjaaaaangg durasinya, 150 menit, Bo! Saya sempat bosan dan menanti kapan film ini berakhir, walaupun memang tidak dapat dipungkiri film PK, seperti film Amir Khan lainnya, menginspirasi dan saya rekomendasikan untuk ditonton.  Alkisah ada seorang makhluk dari planet antah berantah yang berprofesi sebagai astronot di tempat asalnya. Ia turun ke bumi karena misinya untuk meneliti planet yang kabarnya mirip dengan planetnya, layak huni. Planet itu adalah bumi. Ia terdampar di bumi dan tidak bisa kembali karena remote kontrol pesawat terbangnya dicuri di padang pasir India, maafkan saya tidak tahu apa namanya.  Alur ceritanya unik dan lengkap dengan nyanyi-nyanyi dari tarian khas film india lainnya. Film ini tentang pencarian pertanyaan-pertanyaan yang pada awalnya didasarkan pada pertanyaan PK, "bagaimana ia bisa menemukan remote controlnya dan pulang ke planet asalnya?".  Pertanyaan sederhana itu kemudian m...

Aalst, Belgium #9

Halo 2015! Semoga tahun ini semua yang super bisa terjadi.  Lanjut cerita saat saya melipir ke Aalst, Belgia.  Malam itu memang akan ada christmas market ya kalau di Indonesia mah seperti bazar lebaran gitu deh. Setiap kota di Eropa memang biasanya menggelar CM. Kebetulan sekali, kota Aalst menggelar CM sehari sebelum aku harus pulang ke Bandung. So, ini waktunya menyadari bahwa kota ini memiliki penduduk yang banyak! hahahaha.  Saya meutuskan keluar bersama partner saya itu sekitar jam setengah 5 sore. Biasanya, yang kami lihat di jam-jam itu adalah jalanan yang lenggang walau ada satu dua orang yang berjalan kaki dengan cepat disana. Tapi sekarang banyak orang yang jalan kakiiii! Senangnya bisa lihat manusia di Aalst.  Trotoar disana dihiasi dengan semprotan pilox silver bergambar malaikat kecil sedang memegang keranjang berisi tanda love dan bintang. Lucu deh. Selain itu tiang-tiang lampu yang bertebaran di jalanan kota dibuat seakan tongkat loli...

Ceritanya Tahun Baru

Tanggal 31 Desember 2014 berlalu seperti biasanya dengan kegiatan seperti biasa. Saya masuk kantor dan mengerjakan banyak hal. Eh tapi ada beberapa yang cukup diluar kebiasaan. Hari ini salah satu teman kantor saya memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Tidak ada lagi yang saya riweuhin mintain tolong ini itu, nanya ini dimana dan itu dimana, minta pendapat tentang hal ini atau itu. Saya merepotkan dia dengan banyak hal dan orang itu selalu sabar menghadapi saya. Saya sendiri juga heran mengapa saya selalu menyebalkan seperti ini. Hufft.  Sedih-sedihan mewarnai hari itu. Satu persatu orang pergi. Satu persatu zona yang sudah nyaman bergerak ke tidak nyaman lagi. Ah, lagi-lagi kubilang, aku benci dekat dengan orang lain. Aku benci perpisahan. Tapi apa mau dikata, kedekatan tak bisa dielakkan. Semua selalu seperti itu.  Di malam tahun baru itu ada yang tak biasa dalam hidup saya. Biasanya, di malam tahun baru saya tinggal di rumah dan tidur. Tapi malam tadi saya bergab...