Posts

Showing posts from 2016

Menamai Perasaan

Image
Beberapa minggu lalu saya melihat video ibuknya Kirana yang memperlihatkan Kirana sedang diajari apa itu sedih, marah, senang dan bagaimana ekspresi dari emosi-emosi tersebut, kapan dilakukan dan kapan tidak boleh dilakukan. Saya tertegun sejenak. Ah ya, menamai perasaan itu penting. Padahal caranya mudah sekali, tapi sering alpha dilakukan. Enggan dibiasakan. Kesal, kecewa, marah itu berbeda warna dan tempat dalam spektrum emosi Plutchik. Berbeda emosi, berbeda cara berekspresinya. Katanya, (ini judgmental) orang-orang yang terbiasa mudah dimarahi oleh orang tuanya, mereka akan dengan mudah mengekspresikan emosi marah dan kesulitan mendeteksi emosi lain yang ada di belakang kemarahan mereka. Marah bisa karena kecewa, marah bisa karena sedih, marah bisa karena enggan, marah bisa karena tak pernah melewati kondisi tertentu sebelumnya.  Saya pernah melihat seorang pengguna jalan yang marah-marah saat motornya mogok. Bapak itu membonceng seorang anak perempuan. Bapak ...

Skandal

Image
Di otakku hingga hari ini, ikatan pernikahan itu adalah ikatan yang sakral, kalau bisa hanya 1 kali seumur hidup. Menikah artinya siap mencintai, siap mencintai kelebihan dan kekurangan pasangan. Kalau kata seseorang, "pada akhirnya pasangan kita itu selalu menyebalkan, jadi baiknya kita cari calon pasangan yang kita benar-benar rela dibuat sebal olehnya." Saya masih yakin, setidaknya hingga hari ini, pasangan (suami/istri) yang kita pilih itu sudah benar-benar dipikirkan matang-matang. Maka, jika ada kesalahan yang dilakukan, saya mengkhayalkan bahwa menegur, menasehati dan menjaga adalah hal yang wajar dan HARUSNYA dilakukan. Tapi seringnya keyakinan ini tidak sesuai dengan banyak kejadian dimana saya menjadi saksinya.  Skandal terjadi dimana-mana. Pada teman dekat maupun teman yang sekedar lewat. Dari dianggap sebagai hal yang memalukan hingga dianggap wajar karena salah satu cara pelarian. Skandal, seperti warung makan di bulan Ramadhan, ada yang buka-bukaan, ad...

Bahasa Akar Rumput

Image
Hari ini ada seminar singkat tentang bagaimana meningkatkan produktivitas karyawan dan profitabilitas perusahaan dalam satu waktu. Pembicaranya adalah seorang trainer yang katanya terpilih sebagai trainer terbaik dalam konferensi entrepreneurship internasional di Hongkong. Cara beliau menyampaikan materi cenderung unik karena biasanya para trainer terlalu banyak gimmick, games, dll yang membuat saya sebagai peserta terlalu lelah untuk fokus ke materi inti karena terlalu senang bermain games. Masa kecil kurang piknik kayaknya. Hahaha.  Pemateri menjelaskan betapa pentingnya menjadikan Learning & Growth-nya karyawan sebagai akar sebuah perusahaan. Karena dengan learning & growth yang baik, maka karyawan akan memberikan performa optimal mereka kepada perusahaan yang mengakibatkan tingginya kualitas maupun profitabilitas perusahaan.  Beliau memberikan banyak contoh tentang perusahaan yang sukses melakukan perubahan dari hanya sekedar Good Company menjadi Excellen...

Pelangi Malam Hari

Image
Kabarnya, saat hujan reda ada pelangi yang akan muncul dengan indahnya. Sayangnya, hujan kali ini menyapa dikala bulan sedang terjaga. Hanya dingin yang menyergap, menelusup ke setiap celah yang ada di bangunan tua. Menambah kesan sunyi dari bangunan itu. Menambah poin sepi di malam ini.  Ada hujan di malam hari, dimana matahari menyapa bagian lain dari bumi. Dimana pelangi mustahil muncul berseri-seri.  Sebenarnya, bukan rintik hujan yang membuat dunia rasanya suram. Bukan pula gelap malam yang membuat hati kelam. Apalagi desau angin yang menambah suhu dunia yang dingin. Tiadanya pelangi lah yang membuat semuanya terasa menyedihkan. Warna warni yang sebenarnya membuat hujan pun terasa menyenangkan tak bisa dinikmati di malam hari. Pelangi memiang tak berwujud pasti tapi hadirnya saja sudah membuat sepi hilang dari hati. Kabarnya, pelangi akan hadir jika ada sinar mentari setelah hujan membasahi bumi. Akankah pelangi muncul esok hari? Entahlah. Esok hari sa...

Jabat Tangan

Image
"Ki, lo tau gak jabat tangan bisa bermakna apa saja?" tanya temanku di sela-sela obrolan grup yang gak masuk akal. "Jabat tangan ya? Emm. Tanda sepakat. Tanda dimulai sesuatu. Tanda berakhirnya sesuatu. Tanda diterimanya sesuatu. Apalagi ya? Emm." "Lo kalau suka sama orang jabat tangan dulu gak? Terus kalau kelar sukanya gara-gara satu dan lain hal jabat tangan gak?" tanyanya iseng. "Yakali..." "Gue gak sangka ternyata jabat tangan masih jadi pertimbangan seseorang dapat pekerjaan atau tidak. Kemarin di kantor gue ada interview untuk posisi MT dan lo tau apa yang jadi salah satu pertimbangan user terima kandidat atau tidak?" "Jabat tangan?" kataku menerka.  "Bener. Hahahaha." "Oh ya? Maksudnya gimana sih?" tanyaku.  "Usernya bilang sama gue: saya pilih X daripada Z. Z cuma bilang kalau dia hands on ini hands on itu tapi jabat t...

Profit First, Safety Later

Image
Ceritanya hari ini saya mengikuti training Behavior Based Safety (BBS) yang diadakan oleh perusahaan tempat saya bekerja. Training ini menghadirkan Direktur konsultan safety yang menjadi partner perusahaan dalam implementasi budaya keselamatan sebagai pematerinya. Menarik, bukan? Direktur konsultan langsung hadir memberikan materi training. Beliau berkata bahwa Safety First adalah slogan yang hanya menjadi sebuah slogan, karena masalah keselamatan, kesehatan, dll adalah hal-hal yang menunjang bisnis, bukan proses utama sebuah bisnis. Benar juga, pikir saya. Keselamatan kerja menjadi perhatian perusahaan jika profit perusahaan sudah didapatkan dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Beliau membawakan materi dengan santai, tenang, tidak serius tapi bisa tepat sasaran. Saya suka! Suka cara pembawaan dan penyampaian materinya.  Kembali ke materi training BBS tadi. Program keselamatan kerja memang tidak untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Ya, betul. PROGRAM KESELAMATAN KERJ...

Tak Mau

Image
Banyak orang bercerita kepada saya tentang bagaimana hari-hari mereka berlalu. Mereka yang mempunyai bayi lucu cukup mendominasi populasi para kontributor sawah tadah hujan saya. Mulai dari teman sekolah, kuliah hingga teman kerja dan orang yang kenal selewat-selewat saja. Hari mereka dimulai dengan dini hari yang tidak sepi. Tangisan bayi, suara adzan bahkan suara teko yang menandakan air sudah matang. Mereka berceloteh tentang hidup yang tak tenang lagi. Tentang hari mereka yang dimulai pagi-pagi sekali. Tentang celotehan lucu dan kepintaran anak mereka. Tentang keluhan rumah tangga. Tentang gosip yang beredar di sekitar rumah atau meja kantor. Tentang banyak hal. Saya iri. Sepertinya hidup mereka ramai sekali.  Salah satu teman yang punya panggilan sama dengan saya, berkali-kali bercerita bahwa dirinya kini sudah lebih cerewet dari sebelumnya. Segala hal diceritakan mulai dari tukang sayur promo harga hingga jemuran yang tidak kering kepada suaminya. Bahkan ia tak sad...

14 September ke-26

Image
Yeay!!! 26 tahun!  Seharusnya saya sedih atau bergembira ya? Entahlah. 14 September kali ini cukup berwarna. Kamar kos saya penuh balon warna warni. Umur 26 rasa 6 tahun.  Banyak yang tak terduga di tahun ini. Emosi senang sedih bergantian muncul tanpa ritme yang pasti. Membuat saya menebak-nebak apa akhir dari semua naik turun ini. Sudahlah. Kembali ke 14 September yang ke-26. Alhamdulillah banyak nikmat Allah yang tersebar meskipun bukan naik gaji ataupun bertambahnya penghasilan. Banyak yang menyenangkan. Banyak yang belum sesuai dengan apa yang dibayangkan. Banyak yang jauh dari apa yang direncanakan. Padahal saya sebenarnya tidak punya rencana juga sih. Hahahahaha.  Di tahun ke-26 hidup di dunia, saya sepertinya semakin sadar, saya tidak benar-benar mampu untuk menangani banyak hal sendiri. Walau saya mulai sedikit demi sedikit menerima diri sendiri, berdamai dengan masa lalu, berdamai dengan kekurangan diri sendiri. Baru sedikit, masih banyak PRnya. Se...

Morning Briefing

Image
Tadi sore saya mengikuti webinar dengan pembahasan 'Morning Briefing'. Isinya kurang lebih tentang rapat singkat di pagi hari untuk anggota tim di dalam departemen. Pak Freddy, sang pemateri, juga menjelaskan do(s) dan don't(s) saat melakukan morning briefing. Briefing hanya dilakukan selama 10-15 dan membahas tentang prioritas apa yang akan dikerjakan di hari itu. Bukan tentang apa masalahmu dan bagaimana kita menyelesaikannya. Jika tidak ada pekerjaan yang bersifat urgent di hari itu, morning briefing juga bisa dijadikan sebagai wadah untuk para atasan memotivasi bawahan dan dirinya sendiri.  Morning briefing sebenarnya bukan hal yang asing bagi karyawan di perusahaan kami. Hanya beda nama namun bertujuan sama. Hasilnya cukup menyenangkan, semua orang tahu dan saling membantu untuk mencapai KPI harian yang telah ditentukan. Sasaran menjadi lebih jelas, terukur dan terekam progresnya.  Tiba-tiba saya mengkhayal tentang kehidupan saya di masa yang akan datang. Jika...

Dari Manusia

Kau tahu apa yang paling mengesalkan dari manusia? Pikirannya sendiri. Ia sibuk menduga-duga padahal seringkali kejadian nyata jauh dari dugaannya sebelumnya. Seringkali ia alpa bahwa dugaannya hanya membuat hatinya gundah gulana. Membuatnya hidupnya tak lebih baik dari sebelumnya.  Kau tahu apa yang paling membingungkan dari manusia? Perasaannya sendiri. Ia sibuk berkutat dengan perasaannya. Padahal ia sadar perasaan seperti gradasi warna yang bergerak dari warna terpekat menuju warna termuda. Bergerak dari sangat terasa hingga tak terasa sama sekali. Sibuk berjibaku meyakinkan dirinya sendiri dengan perasaan yang sebenarnya ia sudah tentukan diawal, dan mungkin bisa berubah hanya karena satu dua kejadian. Kau tahu apa yang paling menyedihkan dari manusia? Keraguannya pada diri sendiri. Membuat manusia hidup segan mati tak mau. Membuat manusia mundur selangkah dibandingkan macan tutul pincang yang berani menerkam cheetah di daratan Afrika sana. Membuat kemampuannya terkiki...

Over-qualified

Saya pernah ditanya seorang kandidat saat wawancara.  "Mbak, saya mau tanya alasan kenapa pelamar kerja ditolak oleh perusahaan." Saya diam sejenak. Mengambil nafas panjang. Menjawab pertanyaan ini saya harus yakin 100% dengan apa yang saya ucapkan. Bagi saya, itu tidak mudah.  "Banyak alasannya. Intinya karena tidak sesuai dengan kriteria untuk posisi kosong ataupun dengan perusahaannya. Bisa karena less-qualified atau over-qualified." "Over-qualified? Bukannya perusahaan senang ya kalau calon pekerjanya melebihi kualifikasi yang dibutuhkan?" tanyanya lagi.  Saya menarik nafas panjang. Mencoba mengingat apa yang atasan saya pernah ceritakan kepada saya saat posisi kosong tak kunjung terisi.  "Gini, mbak. Posisi kosong di perusahaan itu seperti botol yang tidak ada tutupnya. Kita hanya perlu tutup botol yang pas dengan botol yang terbuka. Tidak lebih kecil, tidak lebih besar. Harus pas. Walaupun sulit dan tak mudah menemukan ...

Tambahan

Image
Ingin nambah, artinya yang sudah didapat belum cukup. Entah memang tidak cukup atau tidak merasa cukup. Yang jelas butuh tambahan. Titik.  Banyaknya keinginan, membuat saya ingin menambah penghasilan. Saya masih bekerja dari jam 8-5 (bahkan beberapa kali melebihi jam kerja), tapi ternyata saya masih bisa sibuk chatting, main media sosial mulai dari FB, IG, Path, dll. Karena satu dan lain hal, rasanya saya perlu menyibukkan diri. Terutama dengan hal-hal yang bisa memberikan income tambahan untuk saya. Menjadi pekerja lepas bukan sesuatu yang baru bagi saya. "Ngamen" psikotes di beberapa sekolah atau instansi pemerintah membuat saya terbiasa bekerja sampai pantat pegal atau mata jereng karena jejeran angka alat tes Pauli. Haha. Selain ngamen psikotes, saya juga ikut-ikutan proyek menulis dari rekan seperjuangan nyari duit saya, Pradita, atau lebih sering disebut Mawar eh Belalang maksudnya. Kenapa Belalang? Karena kacamatanya mirip belalang. Besar. Hahaha. Tenang, saya ti...

O Captain, My Captain

Image
O captain, my captain. Panggilan unik guru Bahasa Inggris bernama John Keating di Welton Academy dalam film Dead Poets Society. Panggilan yang tentunya tidak lazim di negara manapun untuk seorang guru. Saya suka caranya menerima semua jawaban dari para muridnya. Tidak merendahkan walaupun mungkin ia tahu murid tersebut tidak menyukai pelajarannya. Ia mengajak para murid berdiri di atas meja untuk melihat perspektif lain walaupun saat mereka merasa pendapat atau jalan yang mereka ambil itu benar. Hal ini mengingatkan saya pada dosen saya yang luar biasa. Beliau memang terkenal killer karena standarnya yang tinggi dan caranya mengomentari tugas mahasiswa 'malas baca' di kelas yang agak bikin tegang. Suatu hari beliau duduk diatas meja. Sore hari di pelajaran Psikodiagnostika. Seingat saya beliau menyebutkan alasan yang sama dengan John Keating.  sumber Kembali ke cerita tentang film Dead Poets Society.  Karena uniknya cara mengajar Keating, sekelompok murid 'g...

Bunga

Image
Pagi ini salah satu rekan kantor mengingatkan saya kalau rekan kami berulang tahun di tanggal 27 di bulan ini. Ia menyiapkan diri untuk memberi buket mawar pink imitasi. Tapi saya mengusulkan untuk membeli buket bunga asli. Saya sedikit terheran-heran saat bertanya alasan mengapa ia menghadiahi rekan kami itu buket bunga. "Saya mau ngehadiahin bunga aja deh, soalnya dia pernah bilang gak pernah dapat bunga," kata temanku ini.  Menarik. Bunga ya? Terakhir saya dapat bunga itu saat wisuda. Saat-saat yang harusnya menggembirakan, namun jadi momen yang biasa saja. Saat itu, mendapat banyak bunga tidak membuat saya senang. Tapi seharusnya saya mampu mengendalikan diri. Saya berandai-andai bagaimana jika saat itu saya bisa mengontrol diri saya sendiri. Mengontrol emosi. Mengontrol amarah. Mengontrol kecewa. Ah, pasti hari itu menjadi hari bahagia. Dimana semua orang tersenyum mengucapkan selamat. Dimana banyak bunga di tangan saya. Barang yang menurut saya istimewa. Tapi ...

Apa Bosan?

Beberapa minggu ini cukup menarik bagi saya. Banyak hal yang tak pernah terpikir ada terjadi dalam hidup saya. Mulai dari dipindahkan kembali ke gedung awal tempat saya bekerja, sampai harus interview kandidat program percepatan karir di Jerman sana. Kaget? Jelas. Baru? Tentu. Semangat? Sayangnya tidak.  Enaknya jadi orang ekspresif itu, tetap bisa menutupi kegundahan hati (ceileh) dengan ketawa ketiwi. Mungkin tak ada orang kantor yang sadar. Orang terdekat saya juga mungkin tak sadar. Tapi tak apa. Memang itu urusan saya dan mereka tak perlu harus tahu, tapi kalau tahu sih seneng juga #deuuuuuuu. Pekerjaan banyak terlantar. Malas selalu melambai-lambai. Mengantuk jangan ditanya. Apakah ini namanya putus cinta? eh maksudnya apakah ini namanya burnout? Rasanya tidak juga. Saya masih senang pekerjaan saya, walaupun sedikit kesal karena satu dan lain hal. Tapi sejauh ini, pekerjaan saya cenderung mudah dan mendapatkan banyak bantuan dari atasan saya. Entah saya yang memang ...

Saat Semua Menghilang

Ia datang ketika hujan mereda. Ia menjejak saat permukaan tanah basah. Menyentuh dedaunan yang disapa rintik air sapaan khas langit. Kedatangannya disambut oleh perginya mendung dari langit yang menjadi atap bumi. Langkahnya terus maju dan tak ada satupun yang bisa membuatnya mundur sedikitpun. Semakin depan, semakin cepat, semakin lebar langkah yang ia ambil. Membuat semesta terheran-heran karena tipisnya durasi yang dihabiskan untuk berjalan. Manusia itu tersenyum. Menyambut tempat ia dilahirkan. Menyapa tempat ia ditinggalkan orang-orang tersayang. Tempat dimana ia pernah ingin pergi saja tanpa bilang-bilang. Rumah. Ia menutup mata. Membayangkan ramainya bangunan yang disebut rumah dengan para penghuninya. Membayangkan  kesedihan yang tak berkesudahan sebelum pemahaman dan kerelaan datang. Ada air mata di ujung matanya. Membuat seluruh ketegaran yang ia bangun bisa runtuh seketika. Namun ia menarik nafas panjang. Ia tahu, semua pertemuan pasti berakhir. Mungkin manusia...

Ada di Bulan Juni

Ada hujan di bulan Juni. Hujan yang diabadikan dalam puisi. Membuat para bayi di bulan Juni senang, bulan dimana mereka dilahirkan bisa terkenal. Ada bunga di bulan Juni. Bunga yang tak disangka-sangka bisa mekar juga, meski suhu udara di sekitarnya biasa saja dan tak berbunga-bunga. Ada harap yang tiba-tiba meninggi di bulan Juni. Harap tentang sesuatu yang tak pernah dibayangkan sebelumnya, tentang banyak hal yang bahkan tak pernah lewat di fikiran. Ada anomali di bulan Juni. Dimana semua keputusan penting diambil secara hati-hati tapi tetap terasa terlalu cepat. Dimana ketakutan-ketakutan baru muncul bersamaan dengan banyaknya cerita terungkap padahal dulu ditutup rapat-rapat. Ada kamu di bulan Juni. Apa hanya berakhir di Juni atau tak pernah berakhir sama sekali, semuanya masih jadi misteri.  Bandung, 5 Juni 2016

Pasca Resepsi

Beberapa waktu lalu saya membaca postingan seorang teman tentang pendapatnya atas sebuah artikel kehidupan pasca resepsi pernikahan. Artikel itu mengajak pembaca untuk tidak menghambur-hamburkan uang untuk resepsi pernikahan lalu menghabiskan waktu setelah menikah untuk tinggal di sebuah kontrakan. Kontras sekali perpindahannya. Dari pesta yang megah dan mewah berubah menjadi kontrakan kecil di sudut kota yang tak lebih dari dua juta perbulannya. Teman saya ini tidak setuju dengan artikel tersebut. Saya tahu persis bagaimana usaha ia dan calon pasangannya untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan. Mereka perlu menunggu puluhan purnama untuk menabung agar bisa bersama.  "Kamu jangan pernah anggap Bapak saya jahat ya, Ki. Beliau cuma ingin melihat upaya orang yang berniat menjadi pasangan anak gadisnya. Seperti yang dilakukan Bapak untuk Ibu. Upaya yang menurut Bapak setidaknya sebanding dengan upaya terbaik yang selalu ia berikan untuk anak gadisnya. Ini adalah awal waktu dim...

TAK KASATMATA

Image
Adanya kursi kayu yang tersebar di pusat kota Bandung sangat membuat saya senang. Saya bisa duduk bersama teman tanpa bicara dan asyik mengamati perilaku orang-orang yang ada di sekitar. Semua orang hidup dalam dunia dan pikirannya masing-masing. Ada yang sibuk berfoto di monumen bola dunia dengan nama-nama negara Asia Afrika disaat orang lain kepanasan dalam balutan kostum badut beragam rupa. Ada yang sibuk berbincang dengan mesra disaat orang lain memilih saling diam karena pertengkaran kecil semata. Semua orang sibuk dengan dirinya, membuat kami (saya dan teman) merasa bahwa kami adalah makhluk tembus pandang. Tak ada yang benar-benar sadar kami berada disana kecuali diri kami sendiri. Menarik.   Akhir-akhir ini banyak cerita menarik mampir di telinga saya. Banyak kejadian yang terjadi di satu ruangan yang sama dengan pelaku dan cerita yang berbeda-beda. Beberapa cerita mirip satu sama lainnya, meskipun setengahnya berakhir dengan muram durja dan setengah yang lain berakhi...

(BUKAN) TIPS MENGHADAPI WAWANCARA KERJA

Image
Gara-gara  tulisan sebelumnya , salah satu teman meminta saya menceritakan tentang hal-hal yang menyebalkan saat wawancara. Dengan kata lain, saya diminta untuk menyampaikan apa sih sebenarnya yang harus dihindari pelamar saat wawancara kerja. Saya berusaha mengingat-ingat pengalaman mewawancara yang saya lakukan selama hampir 2 tahun ini. Sayangnya saya banyak gak ingatnya. Hahaha. Tubuh dan jiwa saya memang muda, tapi ingatan saya haduh mak, begitulah, tak usah dijelaskan.  Bagi saya, mewawancarai kandidat itu kegiatan yang menarik. Kenapa menarik? karena dalam hitungan jam, bahkan menit kita bisa tahu banyak tentang seseorang yang sebelumnya belum pernah kita kenal. Seru kan? Mendengar cerita orang lain yang mungkin saja tidak pernah kita dengar sebelumnya. Tak jarang, wawancara menjadi momok yang menakutkan bagi beberapa orang karena takut salah dan takut-takut lainnya. Sebenarnya, tak perlu takut untuk mengikuti wawancara kerja. Bertindak sewajarnya dan tampil...

BUAT KAMU SARJANA PSIKOLOGI

Image
Belajar Psikologi itu gemes-gemes asik. Gemes saat ditanya cowok iseng, "kamu bisa ngebaca saya ya?" dan asik saat jawab pertanyaan tersebut dengan, "iya. Pikiran kamu kotor banget. Shame on you." Lalu drama dimulai. Hahaha.  Lebih seru lagi setelah lulus dan dianugerahi gelar S.Psi alias sarjana Psikologi. Banyak orang yang melihat kami sebagai cenayang yang bisa menebak kepribadian dengan satu lirikan. Saya tidak mengada-ada, ini benar adanya. Suatu hari saya pernah mendapatkan respon, "kamu nanya-nanya saya sedang analisa psikologi ya?"Rasanya mau bilang, "da aku mah apa atuh...." Asumsi bahwa lulusan psikologi itu bisa 'segalanya' sering juga ditemukan di dunia kerja. Berikut sedikit kicauan antara harapan dan realita terhadap lulusan S1 Psikologi di dunia kerja.  Tes Psikologi Sering kali saya temukan banyak persyaratan "mampu melakukan tes psikologi" di banyak iklan lowongan kerja yang mensyaratkan Sarj...