Posts

Showing posts with the label cerita

I'm back! (Again)

Image
In the midst of digitalization and visual contents, I am back to my old but lovely blog again. I miss on how I can define and tell something in a structured manner. Someday, I blamed my brain fog because of Covid-19 that was attacked me twice during the pandemic period. However, deep in my heart, I realized that I never write down anything for years and it made my brain rusty.  For the sake of training and increasing my ability to articulate and define something better, especially at work, I promise to my self to be committed in making my writing habits alive. Let's see on how I can make it as a habit again.  Just an update about my life. Now, I am moving to suburb area close to the capital. Living here peacefully with my husband (if we don't fight). I continue my study and now I am in my last semester. Busy with my final project (wish me luck!). I am ready to work again after 1.5 months of 'sabbatical period' in new industry with new people and bigger responsibility. S...

Here I'm Back!

Image
Wow! It's been 3 years! Hahaha. I know no one will read this except me. But I am sooooooo excited to write again! After so many years of adapting myself into the new world of deep relationship, now here I am. I am ready to reflect my life in my blog posts. 3 years without any single blog post made me kinda lost. I don't feel fulfilled when I wrote any Instagram caption. I feel like I am too serious in that platform. When I post some poetic caption, one of my friend will expect that I am in love. Moreover, I can't show off anything in my life. I don't think that what I have can impress them much. But who cares by the way. Lol. What ever platforms I tried in the past, my feeling somehow is always missing my blog. I think I am going to try posting many silly posts, of course weird things as usual. My obsession into poetic words still remain the same, as well as my unstable emotion. It's a very nice to come back again to blogspot! Hopefully, this platform will...

Tambah Tjinta

Image
Untung judulnya bukan 'Tambah Tinja' hahaha. Jadi ceritanya saya lagi sayang-sayangnya sama suami. Uuuh~ Kenapa harus ditulis sih, Ki? Pamer udah punya suami?  Enggak sih, cuma ingin mendokumentasikan kenapa saya saat ini sayang banget sama manusia berjakun itu. Hahaha. Siapa tahu nanti kalau bertengkar dan baca blog ini lagi jadi inget masa-masa manis kayak sekarang. Dulu, kayaknya gak mungkin bisa suka banget sama seseorang. Suka sama Afgan saja hanya pencitraan, biar dikira normal. Hahaha. Tapi ternyata kalau udah nikah rasanya beda. Dari senang karena dia bisa diajak ngobrol apa saja, sampai bersyukur banget dia udah jadi suami saya. #hasek Saya sama dia sebetulnya sama-sama keras. Keras kepala, keras pendiri dan keras keras lainnya. Awalnya malah saya pikir saya akan terus adu argumen selama awal pernikahan. Tapi sampai mau 6  bulan banyaknya doi yang ngalah. Woman always right. Mrs. Right at all. Wkwkwk.  Ada yang bilang masih suasana hon...

Skandal

Image
Di otakku hingga hari ini, ikatan pernikahan itu adalah ikatan yang sakral, kalau bisa hanya 1 kali seumur hidup. Menikah artinya siap mencintai, siap mencintai kelebihan dan kekurangan pasangan. Kalau kata seseorang, "pada akhirnya pasangan kita itu selalu menyebalkan, jadi baiknya kita cari calon pasangan yang kita benar-benar rela dibuat sebal olehnya." Saya masih yakin, setidaknya hingga hari ini, pasangan (suami/istri) yang kita pilih itu sudah benar-benar dipikirkan matang-matang. Maka, jika ada kesalahan yang dilakukan, saya mengkhayalkan bahwa menegur, menasehati dan menjaga adalah hal yang wajar dan HARUSNYA dilakukan. Tapi seringnya keyakinan ini tidak sesuai dengan banyak kejadian dimana saya menjadi saksinya.  Skandal terjadi dimana-mana. Pada teman dekat maupun teman yang sekedar lewat. Dari dianggap sebagai hal yang memalukan hingga dianggap wajar karena salah satu cara pelarian. Skandal, seperti warung makan di bulan Ramadhan, ada yang buka-bukaan, ad...

PASPOR SI KIKI : BERTATAP MUKA DENGAN PATUNG MEDUSA

Tujuan tur selanjutanya adalah Basillica Cistern, yaitu tempat penampungan air di masa Romawi yang bisa menampung sampai dengan 100.000 m3 air TANPA BOCOR! Jaman sekarang mah gentong juga pada bocor! Kabarnya, dulu untuk mengunjungi tempat ini para turis harus menggunakan perahu. Tapi sekarang sudah dibangun jembatan yang bisa mempermudah akses kunjungan para wisatawan dan juga lebih aman untuk selfie-selfie. Di dalam penampungan air ini banyak sekali ikan dalam ukuran jumbo loh! Basillica Cistern sengaja dibangun untuk memenuhi kebutuhan terhadap air masyarakat sekitar Konstatinopel. Selain itu, tempat ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan supply air Hagia Sophia dan sekitarnya. Pembangunan tempat ini dilakukan (kalau tidak salah) bersamaan dengan pembangunan Hagia Sophia. Air yang terdapat di penampungan air ini berasal dari sungai sebelah utara. Entah teknologi macam apa yang dibuat mereka tapi penampungan ini selalu memiliki supply air yang cukup, tidak kurang dan tidak lebih...

PASPOR SI KIKI : BERTEMU HAGIA SOPHIA PART II

Omar menjelaskan tentang tanda salib yang seharusnya ada di pintu tapi dikikis sehingga terlihat menjadi seperti garis panjang saja. Ini menunjukkan betapa kaum muslimin saat itu sangat toleran karena kalau mereka mau, mereka bisa mengganti pintu tersebut. Kami juga diberi penjelasan tentang gambar-gambar malaikat, maria, yesus, dll yang ditutup kain atau kaca putih saat Hagia Sophia menjadi masjid. Gambar-gambar tersebut tidak dimusnahkan sebagai bentuk penghormatan terhadap umar Kristen saat itu. Ironisnya, langit-langit Hagia Sophia yang memang berlapiskan emas itu sudah sedikit terkelupas catnya karena sempat dijarah oleh manusia yang tidak bertanggungjawab. Disana juga terdapat banyak pamflet yang sangat informatif tentang kondisi Hagia Sophia pada awalnya dan sejarah yang berkaitan dengannya. Saat kami diajak masuk kedalam, kami diperlihatkan lekukan di depan pintu gerbang. Lekukan tersebut disebabkan oleh prajurit yang selalu berdiri sigap disana dan membuat tanah yang mer...

PASPOR SI KIKI : TURKI JILID I –BERTEMU HAGIA SOPHIA-

Awalnya saya malas menuliskan cerita ini karena foto-foto saya dari memory card kamera saku sudah berpindah ke laptop yang ada di rumah. Hasrat narsis terhambat, semangat nulis berkurang. Benar-benar blogger abal-abal. Hahaha. Tapi karena takut keburu lupa dengan ceritanya, baiklah saya curcol sampe meluber-luber di blog ini. Keterangan gambar akan di upload di Flickr atau Facebook. Nah, menginjakkan kaki di Kota Istanbul membuat saya tersenyum cerah ceria sepanjang hari. Kenapa? Karena disini tukang jagung dan kacang saja ganteng badai. Tengok kanan kiri rata-rata para makhluk berjakun yang ada di kota ini berjanggut, kumis tipis dan macung. Lengkap juga dengan tatapan mata yang tajam dan juga bulu mata yang lentik. Postur tubuh mereka beberapa ada yang atletis, beberapa yang lain yaaa buncit-buncit macam om-om gitu. Ada yang tinggi, ada juga yang mini-mini gitu. Intinya, ganteng deh.  Oke skip pembahasan tentang populasi manusia ganteng yang terakumulasi di Turki. S...

PASPOR SI KIKI : MENUJU TURKI JILID I

Judulnya sok iyeh banget ya? Hahahaha. Bodo amat ah, biar sensasional~ Acara Water for Life Cocoa Study Tour diselenggarakan pada tanggal 9-16 Januari 2016, tapi saya dan Pak Ari (champion dari Makassar) harus berangkat dari tanggal 7 Januari 2016 karena perjalanan kami menuju Kamerun memakan waktu 2 hari perjalanan. Mengapa begitu lama? Karena waktu transit kami di Turki memakan waktu 13 jam alias seharian! Jadi tanggal 7 Januari 2016 jam 8 malam berangkat dari Cengkareng dan sampai di Turki sekitar jam 5 pagi. Ada perbedaan waktu kurang lebih 4 jam antara Indonesia dan Turki (Indonesia lebih awal 4 jam). Penerbangan Jakarta-Istanbul memakan waktu sekitar 12-13 jam perjalanan. Jadi masuk akal kan 2 hari perjalanan menuju Kamerun? Dari Indonesia pun perjalanan saya sudah seru. Saya berencana berangkat ke bandara Soekarno Hatta di Tangerang sana sekitar jam 10 pagi. Tapi karena sepertinya terlalu pagi, maka saya mundurkan hingga jam 2 siang. Ibu saya dan Darwin sampai di gan...

PASPOR SI KIKI : KAMERUN DAN TURKI

Halooo teman-teman jagad raya sekalian yang merindukan saya. Selamat tahun baru! Walaupun telat gak apa-apa kan ya? Hehe. Setelah sekian lama gak jalan-jalan jauh, akhirnya saya dapat kesempatan membolang kembali. Paspor saya pun kena sentuhan cap imigrasi lagi! Yeay! Tujuan perjalanan kali ini adalah 2 negara yaitu Kamerun dan Turki. Kenapa Kamerun dan kenapa Turki? Jawabannya ada dibawah ini! (macam kuis di tv. Haha). Mengapa Kamerun? Jadi gini ceritanya, di perusahaan tempat saya bekerja ada sebuah gerakan CSR yang melibatkan seluruh karyawannya di dunia. Gerakan CSR tahun ini bertema Water for Life. Gerakan ini ditujukan untuk membangun kesadaran akan pentingnya air bersih dalam kehidupan kita terutama bagi para petani kakao di daerah Afrika, kali ini difokuskan pada negara Kamerun (sebelum-sebelumnya diadakan di Afrika juga seperti Ivory Coast atau Pantai Gading, Ghana dan Tanzania). Oh ya, perusahaan saya itu perusahaan kakao dan coklat, jadi peran petani kakao sangat ...

Masih tentang penghargaan

Masih tentang penghargaan. Saya tiba-tiba berangan-angan bagaimana jika saya mendapatkan penghargaan, walaupun ini cenderung mustahil untuk didapatkan. Hahaha. Tapi anggaplah khayalan ini nyata. Jika saya mendapatkan penghargaan, saya akan mengatakan ini: Assalamu'alaikum wr wb. Alhamdulillah, hingga detik ini Allah masih sayang kepada saya dan kita semua sehingga kita masih bisa bernafas. Terimakasih juga kepada Allah atas kejutan-kejutan yang bertubi-tubi datang di tahun ini. Ada yang menyenangkan dan ada yang tidak. Dan hari ini saya mendapat kejutan yang menyenangkan. Terimakasih kepada seluruh voter yang memilih saya. Semoga anda semua selalu disayang Tuhan dan tidak menyesal telah menetapkan pilihan ini kepada saya. Terimakasih juga kepada kalian, barisan para mantan dan semua yang pergi tanpa pernah aku miliki *malahnyanyi*. Semoga hati ini tetap membumi dan menyadari bahwa diri ini terbuat dari saripati tanah dan akan berakhir di sebuah lubang di tanah. Sekian. Fenomen...

Refleksi 15 Maret 2014-2015

Hari ini tepat setahun yang lalu saya dan sekitar 28 orang teman lainnya di wisuda. Kami, 29 orang yang akhirnya menutup penjelajahan kami sebagai mahasiswa S1 program pendidikan Ilmu Psikologi UIN Sunan Gunung Djati. Tak jelas apa yang saya rasakan saat itu. Tak jelas apa yang saya rasakan juga saat ini. Tahun lalu, saya baru merutuki nasib saya yang terlalu asyik menenggelamkan diri di organisasi dimana sebenarnya saya lari dari kenyataan bahwa saya punya tugas akhir yang harus saya selesaikan. Saya menggap bodoh diri saya sendiri karena tak bisa lulus tepat waktu alias selesai dalam 8 semester. Saya semakin jauh dari ambisi menjadi lulusan tercepat dengan nilai yang mengkilat. Saya ketakutan, apakah saya bisa mendapatkan pekerjaan dan melanjutkan S2 bila telat lulus kuliah. Saya sangsi terhadap kemampuan akademik saya sendiri. Nilai tinggi rasanya tak berharga bila tak lulus tepat empat tahun, pikir saya setahun yang lalu. Sehingga, wisudapun menjadi acara penutup yang menurut saya ...

Punya Cerita

Entah ini keberuntungan, entah sebaliknya. Mungkin karena wajahku memancarkan aura 'boleh curhat ke gue', mungkin juga bukan. Yang jelas, banyak orang yang saya kenal akhirnya bercerita banyak tentang sisi lain mereka yang tak pernah diceritakannya pada siapapun. Akhirnya, saya menjadi sawah tadah hujan kembali. Saya senang dengan mereka yang mempunyai banyak cerita. Saya senang dengar banyak cerita dari mereka. Saya, dengan sukarela, menyerap energi negatif (terkadang positif) yang mereka pancarkan. Saya menerima itu semua. Dari banyak cerita, sebagian saya simpan dalam hati, sebagian lain saya tuliskan dalam blog ini, sisanya masuk kedalam ruang bawah sadar. Semua orang punya cerita. Baik sesuai dengan pembawaannya sehari-hari atau bertolakbelakang sama sekali. Semua membawa cerita mereka. Orang-orang seperti saya hanya bisa mengamati, menjadikan contoh atau bahkan meneladani. Menurut saya, setiap cerita ada latar belakangnya. Saat bercerita nyatanya manusia tak benar-ben...