Posts

Showing posts from November, 2012

JAGALAH, TUHAN

Image
Entah mengapa, tiba-tiba setelah membaca ini itu sekilas rasanya tak tahan ingin menulis pendapatku tentang hal itu. Apakah hal yang kumaksud? ah, kau pasti tahu apa itu. Sesuatu yang bisa membuat kau tiba-tiba bahagia, sedih, marah bahkan kecewa. Sesuatu yang bisa membuatkau lupa daratan. Sesuatu yang membuat kau terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Membuat kau tenggelam dalam lautan luka dalam. Membuat kau tersesat dan tak tahu arah jalan pulang. Membuat kau menjadi butiran debu. Kau tahu apa itu? Ya, tak salah lagi. Benar-benar tak salah. Sesuatu yang membuat kau merasa orang lain akan lebih bahagia bila bersamamu. Sesuatu bernama cinta. Dulu, aku berpikir cinta itu seperti kutukan. Tak bisa diprediksi kapan datang dan perginya. Cinta mana yang membuat kita bangun? Semua cinta membuat kita jatuh karena ketidakbisaannya untuk diprediksi. Maka lahirlah istilah jatuh cinta. Oh dear, cinta selalu membuat kita berubah dari biasanya. Cinta juga yang membuatku berpikir kembali tent...

KELUARGA KAMI

Image
Dua puluh sekian hari setelah hari pelantikan kami. Entah mengapa semangat ini tetap menggebu. Entah kenapa rasa kekeluargaan semakin terasa setiap harinya. Entah mengapa optimisme tak harus dipupuk, tapi tetap terjaga. Keluarga ini keluarga baru. Keluarga yang harus bahu membahu satu sama lain. Keluarga yang bukan hanya berkumpul untuk tertawa hahaha hihihi. Keluarga yang diakhir kepengurusan nanti harus bisa menghasilkan jejak nyata kebermanfaatan untuk sesama. Keluarga yang terasa rasa kekeluargaannya. Keluarga itu bernama Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi Periode 2012-2013. Beberapa rangkaian acara sudah kami jalani. Mulai dari rapat kerja, pengiriman tim futsal di event olahraga se-Bandung Raya, pembekalan pengurus, penyebaran SMS tausiyah, tahajud call, pembentukan sekaligus launching Psychology Journalism Community, catering untuk praktikum dan beberapa yang terdekat yaitu penyaluran bantuan ke kab.Bandung, kajian ilmiah, rapat koordinasi nasional (RAKORNAS) ILMPI dan juga...

Hei Malam

Hei malam. Aku ingin berteriak padamu. Aku yakin apa yang kulakukan bermanfaat. Aku yakin apa yang kulakukan bisa mengundang berkah Tuhan. Aku yakin apa yang kulakukan kini bisa membuat orang lain ikut berhenti memaki kegelapan. Hei malam. Aku tak pernah bicara bahwa kegelapan selalu bersanding denganmu. Aku juga tak pernah berpikir bahwa gelap selalu harus jadi bagianmu. Aku tahu, disudut dunia sana, ada tempat dimana kau tak pernah datang. Tapi itu tak pernah baik. Hei malam. sampaikan pada gelap aku selalu membuatuhkannya. Membutuhkannya karena ia yang selalu membuat dunia ini sempurna. Apa jadinya bila terang menguasai jagad raya? Hei malam. Malam ini kutitipkan gelap dan terang dalam satu frame yang sama. Frame impian untuk terus berbuat kebaikan. Aku tahu, semua ini tak cukup hanya diamini saja, tapi harus dieksekusi dengan segera. Hei malam. Aku tahu kau selalu ada :)

SAMA SAJA

Image
Hei kau yang ada disana, laiknya seperti seorang teman aku ingin menyapamu namun tak bisa. Tak bisa karenaku tak mau. Jadi apakah ingin dan mau itu berbeda? Hei kau yang ada disana, seperti seorang rekan inginku tersenyum padamu namun tak terlaksana jua. Tak terlaksana karena ku tak ingin. Mungkin ada kaitan antara tak terlaksana dan tak ingin. Hei kau yang ada disana, memang dunia takkan runtuh bila kau tak ada disana. Tapi cerita diri ini tak akan sama bila kau tak pernah ada disana. Masihkah kau disana? Hei kau yang ingin kubisikkan romansa-romansa tak bernama, masihkah telingamu disana? Ah, ya.. siapa aku memerintahmu dengan pertanyaan seperti itu. Hei kau yang ada disana, kutitipkan rindu pada angin, langit, bulan, bintang bahkan hujan agar mereka menyampaikannya padamu. Tapi kau tetap bergeming seakan tak menerima titipan itu. Apakah titipanku kau abaikan? ataukah mereka yang tak pernah mau menyampaikannya padamu? Hei kau yang ada disana, saat jalan kita me...